Pemimpin tertinggi Iran ayatlah MTAba Kamenei memperingatkan soal keamanan pangkalan Amerika Serikat di negara-negara teluk. Melalui saluran telegramnya, Mojaba mengatakan kekuatan negara-negara teluk tidak lagi bisa menjadi tameng pelindung bagi pangkalan-pangkalan militer AS. Ia menegaskan AS tidak akan lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Timur [musik] Tengah. Pernyataan mtaba itu disampaikan beberapa jam setelah militer AS menyerang lokasi rudal di Iran Selatan dan kapal-kapal yang mencoba memasang
ranja. Serangan-serangan itu langsung mengancam status genjatan senjata rapuh yang telah dimulai sejak 8 April lalu. Saat serangan terjadi, Teheran dan Washington sedang berada di meja perundingan untuk membahas kerangka kerja perdamaian guna menyudahi perang yang telah berlangsung 3 bulan terakhir. Baik AS maupun Iran kini mulai meredam ekspektasi publik akan adanya terobosan damai dalam waktu dekat. Sebelumnya selama perang berlangsung, sejumlah pangkalan militer AS di berbagai titik di Timur Tengah sempat menjadi sasaran
rudal-rudal Iran. Di lain sisi, sejak resmi diangkat menjadi pemimpin tertinggi Iran, Mtaba Kamenei belum pernah sekalipun muncul di depan umum dan hanya merilis pernyataan dalam bentuk tertulis. Absennya kehadiran fisik mustaba itu memicu spekulasi soal kondisi kesehatannya yang dikabarkan memburuk usai terluka dalam sebuah serangan AS dan Israel. Diketahui militer AS melancarkan serangan ke sejumlah target termasuk lokasi peluncuran rudal dan kapal-kapal yang disebut sedang berupaya memasang rancau laut pada Senin 25 Mei 2026.
Komando Pusat AS atau Senkom menyebut operasi itu dilakukan sebagai tindakan membela diri untuk melindungi pasukan AS dari ancaman militer Iran. Juru bicara Sencom Kapten Tim Hawkins mengatakan serangan dilakukan secara terbatas di tengah kencatan senjata. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran berada di dekat Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis Iran yang terletak di Selat Hormus. Serangan itu terjadi di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 3 bulan terakhir. Saat itu, pejabat tinggi Iran
tengah menjalani pembicaraan diplomatik di Doha, Qatar. [musik]

Komentar