Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Menjadi Peneliti di Amerika Dan Tiongkok, Prof Stella Christie Hanjakal Jadi Wakil Menterinya Prabowo?

Menjadi Peneliti di Amerika Dan Tiongkok, Prof Stella Christie Hanjakal Jadi Wakil Menterinya Prabowo?

Halo, selamat pagi. Point of view saat ini berada di kota ujung barat Indonesia, tepatnya di kota Banda Aceh. Nah, kali ini kita akan ngobrol dan juga ngikuti agenda kerja dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Apa aja kegiatannya di Kota Banda Aceh? Yuk, kita ketemui Prof. Stella Kristi. Selamat pagi, Prof. Stella. Aduh, seger banget ya ngatnya dengan tutup kepala warna-warni. Ini lagi mau aktivitas di Banda Aceh. Betul. Ngapain? Jauh-jauh banget. Hari ini kita full day dari melihat e

riset yang sebenarnya sudah dari 2024. Ini riset Nilam. riset yang sangat penting dan langsung berdampak kepada masyarakat Aceh sekitar dengan teknologi riset dan sains yang dilakukan oleh Universitas Sekolah. Sudah enggak sabar pengin ngelihat seperti apa aktivitasnya Prof. Stella. Kalau gitu let’s go, Prof. Oke, selamat pagi Bapak-bapak. [tertawa] Ini Mas Jati ini ARC artinya siri Research Center. Asiri research center. Udah ada research centernya bahasa Inggrisnya essential oil. Essential oil

yang biasa saya cuman pakai doang ya. [tertawa] Kita mau lihat gimana cara bikinnya. Iya. Nah, jadi saya sudah ke sini Desember 2024. I itu pertama kali ya. Iya. Dan begitu ke sini ee terpesona dengan risetnya Pak Syamsula dan ee luar biasa yang sudah dilakukan di ee oleh USK dengan masyarakat sekitar. Nah, ini banyak produk-produk. Ini semua adalah produk riset produk tetapi sudah komersial semuanya. Iya, sudah izin BPOM. Setiap produk yang berhasil di dunia, apapun itu produknya itu hanya bisa

berhasil jika ada riset yang mendalam. Dari tahun kapan? Berarti ee berarti mulai riset, mulai kita bantu petani nilam awalnya 2014. Oke. Karena minyak nilam dari masyarakat itu enggak bisa langsung untuk parfum. Oh, masih mentah gitu ya. Parfum itu 100% diekspor ke Prancis dan Amerika dulu. Tapi kemudan hanya mentahnya. Nah, kemudian oleh riset selama 3 tahun kita menemukan e purifikasi. Oh, ini dari daun nilam terus kemudian diekstrak itu jadi gini awal masih awal kayak gini. Iya. Terus kemudian ini yang

sudah di purifikasi. Jadi dulu itu purifikasi seperti ini dilakukan di Singapura, Prancis, dan Amerika. Indonesia enggak bisa. Sekarang kita sudah bisa. Ih mantap. Ini beneran hilirisasi. Benarbenar. Oh, ini nyata hilirisasi. Setelah jadi ini jadilah parfum, jadi skinc, jadi body miss. Apa itu kenaikannya berapa dulu? Kalau kita menjual daunnya saja. Kalau dia berbentuk krut pacoli, itu harganya sekarang itu ee Rp900.000 per kg. R900.000 per kg. Oke. Kalau kita buat menjadi fraksi berat itu bisa R.1 kg

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

dari R00.000 ke R juta. R juta sendiriah paling mil ya. Rp5.100.000. Betul. Wow. Lagi kalau nanti dari kristal ya. He. Itu namanya riset danisasi. Riset dan riset hilirisasi. ini sungguh-sungguh terjadi. Jadi di sini adalah riset laboratorium untuk esensinya. Jadi bagaimana teknologinya tetapi nilam ini kan ditanam. Betul. Penanaman ee apapun itu memerlukan riset. Jadi bagaimana kapan ditanam di tanah yang seberapa, pupuk yang mana, lalu juga termasuk kilangnya. Jadi di desa-desa ini sudah ada penyulingan. itu ada penyulingan yang

paling efektif dulu sekitar empat kabupaten. Untuk modalnya itu berapa membuat satu desa itu biasanya kalau yang dari drom yang sederhana di level masyarakat bisa cukup R juta. Oh juta iya sederhana ya. Sederhana. Saya tuh bayanginnya karena industri terus kemudian tuh kayak pabrik harus ada itu ada juga yang R50 juta enggak ada. Ada juga. Oh, jadi tergantung dari masyarakat kemampuannya seperti apa. Tapi modal minimal R juta aja sudah bisa tadi udah bisa suling, sudah bisa jadi pacul seperti ini.

Oh, yang ini. Terus kemudian untuk seperti ininya lagi. Nah, ini agak mahal ini. Makanya yang ada itu di universitas dan di beberapa tempat ini kita harus ada alat vaksinasi. Ini baru ada di Syakala aja atau sudah ke mana-mana? Ee, Prof. untuk memproduksi ini tadi ee Essence ee saya sudah promosi ke mana-mana. Jadi setelah saya datang ke sini itu saya bercerita ke mana-mana, ke media, ke setiap kali saya kasih talk. Setelah itu kata Pak Syfulah dia kewalahan karena semua orang datang ke [tertawa]

belajar teman-teman tak siapa-siapa kami dengar prom Stella e Bapak segala macam [tertawa] ini berarti bisa diperjual belikan kepada industri ya untuk ini sudah masuk pasar ini contohnya ini juga ini kan skinc apa diproduksi oleh PT Biona Cedah Rupa ya yang ini diproduksi di Bogor nih oh sampai Bogor Jadi mereka beli yang tadi sudah purify. Heeh. Kemudian ee dia e transfer teknologi juga dari kita. Kita berbagi royalty lah. Oke. Dapat dari industri itu kan itu di-support oleh programnya Prof. Stella juga di kementerian. Kami dapat

pendanaan dari kementerian khusus untuk hilirisasi. Untuk hilirisasi. Kita kemudian lakukan riset dengan industri bersama-sama. Setelah jadi tentang kualitas uji macam-macam. Nah kemudian industrinya yang komersialkan. Oke. Ini jadi sangat efisien karena industri tidak bisa juga meriset yang lebih dalam. Tetapi kita juga tidak bisa masud universitas juga sulit untuk tentu saja distribusi menjualnya. Jadi memang perlu kolaborasi itu karena kalau industri tidak punya riset itu berarti barangnya itu saja. Karena untuk supaya supaya

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

produk itu bisa masuk pasar dan tetap bertahan di pasar itu kan harus bersaing. Inovasi persaingan produk itulah datang dari RnD. nya daripada bikin sendiri mendingan memanfaatkan secara mau kasih contoh ini tapi nanti di tadi saya disemprot dari tadi masih uang enak banget ini namanya body serum ini bestseller kita bawa ke Jerman pun dibeli habis sama orang-orang di Jerman ya enak ini ee nilam dan apa tuh moringga apa itu moringa moringa itu daun kelor daun kelor Indonesia punya banyak sening kan teh daun kelor tapi daun kelor itu

juga luar biasa buat daun kelor enggak cuman buat untuk melancarkan ASI bagi ibu-ibu, [tertawa] tapi daun kelor juga bisa untuk kalau kita ngaji dulu di kampung kata ustaz saya nih kata ustaz itu daun kelor ngusir jin oh ngusir jin [tertawa] jadi ini wangi dan ngusir jin oh gitu kayaknya kalau kayak gini carinya jinnya malah ngelengket [tertawa] nih kayaknyaak ini laps-nya nah ini kristal ini. Kami tahun ini dapat grand lagi dari Prof. Stella. Heh. Untuk kristalisasi ini. Jadi dari daun terus kemudian

dari daun jadi yang gelap tadi tadi itu. Heeh. Kemudian dijadikan fraksi berat yang agak pening kemudian diproses jadi ini lebi terus jadi gini. Nah kalau yang yang gelap tadi itu pacoli alkoholnya 30%. I kalau ini yang tadi agak bening itu 60%. Oke. Mak yang ini 99,64%. Sangat murni. Sangat murni alkohol. yang murni harganya berapa? R5 juta. R5 juta dari 1 kilo dari daun. Terima lowongan untuk jadi petaniak. Nah, bisa dilihat ya kami lakukannya itu dengan sangat manual karena enggak ada alatnya. Jadi tinggal

bisik ke Pak Presiden lah. Sana nonton POV Pak. Ini ada suara dari masyarakat. [tertawa] Besar itu selalu relatif. Kalau dibandingkan dengan industri lain ee tidak. Jadi saya ingin langsung berkata kepada masyarakat ini kita banyak menanam paculi. Ee paculi itu atau nilam itu banyak tumbuh di seluruh ee di seluruh Indonesia. Ee dan ee dan jenis-jenis nilamnya ini agak sedikit berbeda-beda. Itulah mengapa jika sungguh ingin ee melakukan ee industri nilam ini perlu riset agar bagaimana penyulingan yang tepat,

bagaimana bisa sampai menjadi produk kristalisasi. Tapi itu semua ini yang paling penting bisa dilakukan. bisa bisa dilakukan karena kita punya otak-otaknya, kita punya penelitiannya, kita punya SDM-nya dan inilah yang kita lakukan bersama. Kita harus bersama karena tidak bisa semuanya juga hanya dari ee kementerian karena itu untuk industrialisasi, untuk mengajak masyarakat petani di situ. Jangan hanya jual daunnya kita sungguh-sungguh bisa. Itu kita bersama-sama. Inilah yang kita ingin gungkan. Moga-moga dengan program

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

ini semuanya tahu. Nilam siapapun yang e bertahan nilam. Saya pernah ke Pulau Buton di situ pun ada Nilam. I mereka e pulau ini sudah menghubungi Pak saya langsung bilang mau di ayo sebenarnya di lahan-lahan Indonesia yang tropis itu sangat-sangat mudah sangat mudah rumah pun kalau misalkan kita punya bisa space yang sekecil itu bisa juga bisa di pot kita bisa tanam di mana-mana bisa tanam dan Indonesia memasuk 90% kebutuhan nilam dunia bayangkan 90% 90% dari Indonesia 90% dari Indonesia wah tapi kita masih jual banyakan

mentahnya mentahnya wah Mas harus tahu juga Mas Nilam itu sebenarnya nama perusahaan Belanda Netherlandis Lembo Aceh maskapai Netherland. Oh akhirnya dijadikan nama karena waktu itu masyarakat enggak tahu ini minyak apa. Mereka cuma kenal minyak kelapa. Begitu ada minyak tetapi tidak bisa dimakan. Minyak apa itu? Akhirnya minyak yang dibuat oleh sinilam. Minyak sinilam. Sinilam. Minyak nilam sampai sekarang jadi tanaman nilam. Minyamil. Tanaman nilam. Wow. Iya. Oke banget ya. Nah, jadi kalau kayak

gini dijual dalam bentuknya apa? Kalau biasanya ke Nah, ada berapa manfaat? Pertama ini purifikasinya sangat murni ya, single komponen lah kita bilang 99,64% hasil periksa dengan GCMS. Kemudian yang kedua moving trading itu lebih mudah dibandingkan cairan. Cairan akan lebih sulit ya, lebih berat juga dan risiko ketika pengiriman pasti akan lebih ketimbang yang kering seperti ini ya. Oh, tapi ternyata hasil riset kita, daya antiumannya juga luar biasa. Iya. Nah, ini residu residu nanti bisa di nanti ini dibuat di masuk di pembersih

lantai karena itu memang ada anti kumannya. secara alamiah. Tahun 2019 kami dapat grand juga dari dari kementerian itu meriset antioksidan untuk aging. sempat googling ternyata nilam itu kan kayak tanaman semak ya yang mungkin kalau kita ngelihat ini tanaman apa gitu kayak ngeganggu atau apa tapi ternyata bisa bernilai tinggi kalau di betul banyak sekali yang seperti itu di Indonesia tapi nilam ini memang sangat ee strategis karena itu mudah tumbuh jadi masyarakat kita sudah tahu bagaimana menanam nilam tetapi dari

nilamnya sehingga bisa menjadi ee jauh lebih tinggi lagi nilainya itulah memang ee inti dan esensi dari hilirisasi ee itu perlu ee periset-periset kita. Tapi inilah inilah universitas. Mungkin kita di Indonesia selalu berpikir universitas itu untuk mengajar saja. Tidak. [berdehem] Universitas di manapun di dunia adalah penghasil inovasi dan itulah tugas utama mereka yang berada di universitas. He. Sehingga inilah bisa dilihat lahir inovasinya selalu membawa berdampak yang yang langsung yang bisa dilihat nyata ee

baik pada saat ini maupun nanti. Riset sistem dan ekonomi itu harus fokus. Harus fokus apa yang paling dimiliki oleh negara kita. Negara itu sangat kaya, banyak dimiliki, tapi yang kita miliki pun belum kita kembangkan secara maksimal. Hanya baris sedikit sekali yang kita kembangkan secara maksimal. Eh, sejak eh Kemendikti Saintech ini berdiri, kami sudah meningkatkan anggaran riset sebesar 218%. Oke. Peningkatan I kami juga meningkatkan kesejahteraan para dosen-dosen peneliti dengan mengubah peraturan. Tadinya dosen-dosen

peneliti tidak bisa luar biasa. Dulu enggak bole yang cerita boleh dulu tidak boleh honor. J semenjak Prof. Stella generasi ini sekarang penelitian boleh dapat insentif langsung dari gr. Ini yang sebenarnya menjadi suara para peneliti dari zaman dulu. Iya. Iyaah. Ya. Capek-capek di lab. Kalau enggak ada insentifnya agak mikir juga gitu ya, Pak ya. Dan bukan bukan di lab-nya tapi memenangkan grandnya. J riset itu memang kita siapa yang paling bagus inilah yang pada saat ini bisa kita berikan karena

selalu anggaran itu selalu keterbatasan. Di seluruh dunia pun begitu. Terbas. Alhamdulillah. Kalau enggak kan kayak mana coba? Orang kan terkurang termotivasi kan. Dosen kan gajinya enggak besar. [tertawa] Betul. Dan ini ee apa namanya? Riset-riset yang seperti ini akan menjadi driving force untuk ekonomi. I betul betul betul betul. Itu yang tadi Profella bilang bahwa di tidak ada satuun negara di dunia yang maju tanpa sentuhan ilmu pengetahuan. Semuanya semuanya maju. Dulu kan negara Korea, Cina, Jepang semua,

Tiongkok 30 tahun lalu lebih miskin dari kita. Sekarang GDP-nya di bawah kita. Tapi kenapa sekarang Tiongkok begitu maju? researchnya ya tentu saja kan saya kenapa saya pindah dari Amerika Serikat katok itu saya direkrut oh saya direkrut dan diberikan insentif finansial luar biasa makanya pindah makanya sudah [tertawa] pernah merasakan tapi sekarang pindah ke Indonesia ya enggak dapat tapi memperjuangkan inst finansial buat pen menarik banget menarik banget ini yang ini ya daunnya ini daun kayak gini nih

saya Mas Jati enggak sempat kalau saya sudah ke desa-desanya langsung udah langsung lihat anamannya dan setelah setelah kita lihat nilamnya nya penyulingan kita makan duren ya. Durennya luar biasa. Kalau di situ [tertawa] itu enggak dijual itu ada pewangi untuk pewangi juga. Oh enggak ya cukup di lidah saja ini. Kalau gini berarti para petaninya pun juga ikut sudah sejahtera ya berarti dulu kan ee masyarakat kita itu 1 kg itu cuma Rp350.000. Heeh. He. Tapi semenjak kita menciptakan dulu kan didominasi oleh satu-satu

pembeli tapi sekarang pembeli minyak nilam itu demikian beragam akibat semua orang sudah tahu mau buat apa dan seterusnya dan seterusnya. Jadi 80% tetap ekspor yang 20% itu untuk hilirisasi lokal. Oke. Nah, sekarang kalau kita di Aceh ini mungkin ada sekitar ee 40 50 UMKM yang membuat produk-produk seperti di lemari tadi. Iya. I itu kan yang di sebelah sini itu yang paling kanan itu adalah produk hasil binaan kita semua di masyarakat. Oh. Apa yang terjadi kemudian? Karena orang sudah banyak butuh nilam,

harga nilam menjadi stabil, relatif lebih stabil. Karena persaingan itu kalau dia naikin dikit akan pindah ke tempatnya. Iya. Jadi kalau orang beli terlalu murah dia punya alternatif itu terjadi karena hilirisasi. Oke. Jadi dulu kami dulu saya itu tidak ber tidak berpikir bahwa hilirisasi itu membuat ekosistem harga di level petani naik. Oh. Tapi ternyata karena orang di mana-mana sudah pakai nilam segala macam, kita baru tahu internasional rupanya harganya itu 100 US jadi sekitar R1 juta. Kan enggak wajar masyarakat

[tertawa] gitu kan. Nah, jadi ee [berdehem] apa namanya hilirisasi ini ternyata meningkatkan. Itu sebabnya tadi saya bilang kan harga nilam hari ini itu R900.000. R850 sampai R900.000. dibandingkan dengan yang kemarin misalnya 300 R00.000 makin banyak yang nanam itu banyak makin banyak itu tadi dari empat kabupaten sekarang 18 kabupaten tanam. Oh eh ini yang biasa kita sebut social engineering. Jadi sudah ada teknologi dan sainsnya tapi belum tentu petani kita mau menggunakannya karena mungkin mereka ragu-ragu, tidak yakin kalau

merubah itu nanti pendapatannya malah menurun dan memang ada masa-masa itu. Ee ini mereka harus meyakinkan masyarakat. Jadi ee riset di bidang e sosial humion untuk bagaimana menggunakan sains dan teknologi di bidang pangidang pertanian itu juga sangat-sangat penting sekali. Ada perusahaan besar kosmetik juga di Indonesia itu beli nilam dari Singapura. Oh. Karena di Singapura sudah dipurify. Dipurify tadi ini ya dari Aceh ke Medan. Medan Singapura. Singapura balik lagi. Singapura balik lagi. [tertawa]

Jadi Anda kurang riset berarti begitu kita buat yang tadi sesuai sama dengan Singapura atau Prancis itu adalah produk substitusi impor. Ah. Dan itu akan berdampak kepada current account deficit negara kepada macam-macam. Betul. industrinya pun juga jadi lebih murah kan tidak perlu beli pakai dolar dan lebih lebih konstan karena kalau kita bergantung dengan ee dengan impor ya pasti ada di geopolitik kita terdampak begitu kita dari produk sendiri itu tentu saja kita kita punya kekuatan ini ini adalah laboratorium

di mana di sini ee banyak membuat riset ee untuk ee produk ee e skinc untuk skincare ini kan pasti akan di ee diproduksikan. Heeh. Ee kalau memang standarnya itu untuk skinc untuk bisa produk-produk sing tertentu itu harus ada standar laboratoriumnya. Jadi ini standar laboratorium B. Oh, ini B masih secara infrastruktur. Namun secara ee SDM kemampuan penelitian itu tentu saja jauh di atas itu. Jadi sebenarnya kita sudah bisa di sini membuat ee ini menjadi A tapi hanya butuh dana untuk infrastrukturnya

untuk infrastrukturnya. Dan em begitu ini menjadi A, kita bisa membuat waktu itu untuk ee wajah, skincare wajah dan bayi. Dan untuk bayi itu harus tipe A. Dan ini semua ee produk skincare-nya adalah produk alami. Kita senang pakai produk Korea tahulah. [tertawa] Tapi produk Korea itu berdasarkan riset untuk orang Korea. Betul. Indonesia itu beda iklimnya, beda, jenis-jenis kulitnya beda. Jadi akan jauh lebih baik kosmetik. Bukan jauh lebih baik ya, kosmetik itu pasti akan jauh lebih mengena, efektif

dengan hasil dengan riset yang dilakukan langsung di Indonesia. Karena di sini ini menggunakan tumbuh-tumbuhan yang hidup di Indonesia. Harganya akan lebih murah, hasilnya tetap sama efektifnya. Tapi ini kita harus mengubah ini menjadi e laboratorium sebenarnya yang dibutuhkan enggak banyak. Terakhir kita bilang satu berapa 1 miliar saja miliar? [tertawa] Siapa mau nyumbang? Ayo maju. Ini butuh R miliar ini kan jadi dari TPA A dan ini akan ee bisa produk skincare yang bisa langsung dijual dan itu pasti ada

pasarannya karena sudah kita teliti ini. Nanti tanggal 24 ee saya dengan beberapa orang kawan termasuk Walikota Pak Rektor itu akan ke Kota Gras Perancis. He itu akan ada penandatanganan ee sister city antara Banda Aceh dengan Geras. Oh, Geras itu adalah kota parfum dunia dan Banda Aceh adalah kota parfum Indonesia ini. Wow. Jangan kaget ya nanti kalau ada parfum made in Banda Aceh. Mantul. Walikota declare ya bahwa Banda Aceh itu kota parfum. Kita support roadmap-nya sampai dengan 10 tahun. Kemudian sudah diunching produk.

Wah, kalau gini caranya sih Indonesia tahun depan mah udah I eh ngalahin Cina mungkin, Bro. Bisa ya. Saya yakin Presiden pasti senang dengan hilirisasi berbasis rakyat. Hilirisasi itu banyak yang besar-besar. Banyak yang besar-besar itu banyak. Tetapi yang menyentuh dari produk rakyat ditanam oleh orang kampung diajarkan sampai punya nilai tambah. Daun nilamnya ada di kampung mereka, parfumnya pun ada di kampung mereka. Ini tidak banyak. Yang ini harus kita perbanyak sekarang. I saya dan tim itu sudah ke ee 69

universitas dari dari Aceh sampai Papua sampai Merauke pun sudah saya sudah tiap kali saya datang saya mendengarkan saya tidak saya tidak beri ceramah saya pertama kali ke sini pun saya mendengarkan mendengarkan riset-riset apa di seluruh kampus kita dan waktu itulah kenapa saya belajar dari Wes dari Pak Sil bahwa ini ada riset nilam lalu setelah ada itu kita bagaimana apa yang bisa kita buat apa yang bisa kita inikan di sini ada nilam di di Sulawesi. itu ada ee coklat. Kita dulu penghasil coklat nomor empat paling besar di

dunia. Tapi kita menangani penurunan karena tidak meriset bagaimana menanam coklat. Oke, kita sedang meriset lagi bersama juga dengan Prancis untuk kita mau menjadikan Indonesia kembali penghasil supplier coklat, hilirisasi berbasis kerakyatan. Coklat, rumput laut juga rumput laut, nilam itu semuanya kita tumbuh di Indonesia, bisa ada di Indonesia dan itu berbasis kerakyatan. Tapi itu perlu hilirisasi ee seperti rumput laut ini di dengan Universitas Mataram kita baru saja berhasil e sedang mendirikan

internationional research center sudah peletakan batu pertama itu dengan Beijing Genomic Institute dengan eh dengan juga eh kita sedang berbicara dengan University of California Berkley eh tapi juga dengan Upindo dengan Industri itu sedang kita bangun. Jadi ini contoh saja. Tapi di seluruh Indonesia ini banyak ee potensi tapi itu harus secara sistematis. Kita melihat dari ee dari ee dari dana tetapi juga bagaimana membuat sistem agar itu sungguh-sungguh bisa menjadi produk herisasi yang selalu melibatkan rakyat.

Kita di Bandung. Di Bandung. Di Bandung. Pangalengan. Pangalengan. di Pangalengan itu industri sapi susu sapi. I waktu itu dengan ee seharian dengan ee waktu itu dia vice presiden ee Switzerland yang sekarang sudah presiden. Sudah presiden. Presiden Switzerland. Jadi ee waktu kemarin eh Davos, Bapak Presiden eh Prab Subianto bertemu dengan Presiden Switzerland. Eh kita berdua sudah ketemu di kandang sapi [tertawa] ini satu dong. Sini dong. Satu dong. Namanya siapa? Zayana. Oke. Zayana ee mahasiswa preset

enggak? Di ekonomi ya? Iya. Di Fakultas Ekonomias rencananya akan kita support supaya dia belajar tentang marketing nilam. Oh marketing apa yang kamu pelajari so far? Ee kami belajar untuk cara ee mengembangin suatu produk. Jadi kami belajar tentang marketing ee gimana mengatur keuangan untuk mengembangkan nilai-nilai ini. Kamu karena juga harus tahu juga ya apa yang mau dijual kan. diarnya langsung pengalaman seperti ini diriset apapun bidangnya itulah pengalaman yang paling penting dan paling berharga yang harus mahasiswa

lakukan di universitas. H tidak mungkin lagi akan ada kesempatan untuk bisa berpikir secara mendalam, menanyakan pertanyaan secara kritis dan mampu menjawab pertanyaan itu secara sistematis selain di universitas. Pada masa e artificial intelligence, teknologi, dan kalian kita khawatir apakah kita akan bisa ee mampu beradaptasi, mendapatkan pekerjaan yang baik, melakukan yang saya sukai. Semua itu hanya bisa didapat jika kita punya pengalaman riset. bukan untuk semuanya jadi peneliti, tetapi kemampuan untuk

berpikir kritis. Ini riset dari e teknik kimia, tetapi e prodi ekonomi juga ada di sini. Ada juga nanti prodi desain, pertanian, desain pertanian karena desain ini bagaimana packaging-nya. Lalu pertanian karena bagaimana meyakinkan petani, antropologi, sosiologi, bagaimana farmasi, geologi juga mungkin untuk tanah tanah untuk tanah-tanahnya. Itulah kenapa di universitas itu semua ada. Itulah kekuatan universitas. Saya sudah berkali-kali bilang ee universitas Stanford University 1 tahun itu annual perputaran ini ee perputaran

ekonominya yang dihasilkan oleh dosen dan alumninya itu lebih besar daripada GDP Indonesia. Karena tadi soal penelitian tadi berkat penelitian bukan industri. Wow. Jadi kekuatan kita ada di universitas-universitas. Jadi waktu ee seniar waktu bencana eh Kemiliki Desintech langsung meresponsnya pada waktu itu ee saya pun ee langsung turun ke Medan kalau untuk yang Aceh Camiang selain ee dana kita buatkan memang ee anggarannya adalah anggaran riset. Waktu itu masyarakat bertanya kok riset dia karena anggaran

itu pertanyaan saya kok jadi Kemen Dikti ikutan ke sini gimana itu? Iya karena bencana paling efektif ditanggulangi oleh ee riset-riset yang sudah ada untuk bagaimana air bersih itu berdasarkan riset yang sudah ada itu akan lebih cepat ditanggani dan lebih efisien dan efektif. Oke. Lalu juga ee dana riset ini kan mengalir langsung ke universitas dan universitas tempatlah yang paling tahu keadaannya. Jadi waktu itu mungkin kalau dari yang lain-lain harus dari pusat dulu dikoordinasi. Kalau kita langsung kita langsung ke universitas di

USU sampai 4 malam 4 hari untuk mengatur logistik ee dengan lalu tapi usunya dokternya dari situ. WSK juga demikian Pak Dirjen Dikti waktu itu langsung ke sini ee malam-malam kita buat ini posco-posco ini adalah dari Kemendikti Saintech. Jadi kekuatan Kemendikti kekuatannya adalah kekuatan universitas. Universitas kita begitu langsung tahu kebutuhan lokalnya. Jadi langsung turun karena kita punya fakultas kedokteran baik dari USU yang untuk Aceh Tamiang dari Medan. Aceh Tamiang itu lebih dekat dari Medan

ataupun dari daerah-daerah Pidijaya yang dari Banda Aceh dan kita langsung bertanya itu yang paling penting bertanya kepada dosen-dosen kita yang atau mereka sendiri juga dapat bercana atau mereka bisa langsung menanyakan dan melihat keadaan lapangan apa yang paling dibutuhkan masyarakat pada waktu itu misalnya bantuan dari Kemendik Stech itu waktu itu bukan misalnya Indomie. Kenapa? Karena kita diberitahu oleh dosen-dosen kita bahwa Indomie tidak bisa dimasak oleh masyarakat. Iya, betul. Makanan harus itu langsung

enggak ada gas listrik. Kita kasih roti kita makanan siap saja. Itu contoh saja. Ini lahir dari program yang Ibu luncurkan ya. Program pengabdian kepada masyarakat tanggap darurat bencana darat bencana di Aceh ee Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Nasi steril siap makan. Jelaskan apa apa ini Ibu? Ini ini ada dua. Satu nasi uduk, satu nasi liwet. Oh, langsung lap tiba-tiba. Ini kan [tertawa] namanya pangan ini namanya pangan darurat. Pangan darurat bencana. Pangan darurat bencana itu idealnya adalah makanan pokok.

Heeh. Untuk energi ya. Energi untuk menambah energi ya. Bagaimanapun korban kan harus betul ada energinya. Iya. Nah, supaya ada su gizinya kita tidak tambah kita tambahkan dengan yang lain. Jadi di sini nasi uduk ini ada ikan terinya sama orang arik. Oleh riset kita bisa tahu bagaimana kemas dan cukupkah ini gizinya dan cukupkah energinya? Apa yang bisa? Ada satu e riset dari ee universitas yang juga membuktikan setelah 1 minggu itu masyarakat karena terlalu sering mengkonsumsi mie instan. Betul.

Ee punya penyakit ee hipertensi dan belum. Oh, betul juga ya. Juga e membantu untuk menurunkan apa ee angka hipertensi di kalangan polisi ya. Pasca banjir itu kolera itu karena lingkungan sudah enggak bersih lagi, enggak steril. Oke. Jadi kalau gizinya tidak terperhatikan, nanti ada disaster after disaster. Artinya korbannya malah lebih banyak daripada daripada disasternya sendiri. Itulah pentingnya dosen kita yang secara sistematis melihat permasalahannya apa dan penyelesaian yang paling efektif.

Menyiapkan isinya tadi nasinya diolah, ditambahin protein segala macam. Pengemasannya di mana? Pengemasannya di lab juga. Jadi kami juga sudah melakukan audiensi kepada BPOM karena bagaimanapun ini adalah pangan steril komersial. pangan stereil komersial itu ribet ininya maksudnya izin-izinnya itu harus ada karena ini ee termasuk pangan yang berisiko ya. Nah, nah tapi dengan teknik sterilisasi yang kita lakukan, pangan ini bisa tahan bertahun, bisa kalau teorinya 2 tahun. Nah, ini kemarin saya coba saya ee ambil

produk yang Januari kemarin saya ee berarti sudah sekitar 4 bulan. Alhamdulillah masih segar, masih enak, masih aman, masih enggak sampai sakit perut kan, Bu? Tidak sampai sakit perut. Nah, kemarin juga ada 100 mahasiswa yang k stud tadi di lab ee TDMRC dan ee kami memberikan kesempatan untuk mengkonsumsi sebagai makan siang mereka dari produk yang sudah kami buat. Alhamdulillah aman. Tetapi risar ini sudah dilakukan dan yang makanya begitu bencana terjadi langsung terhap itu pada saat bencana dan pasca bencana.

rencananya hanya akan dikeluarkan, diproduksi ketika terjadi bencana saja atau nanti akan juga di diperbanyak skalanya untuk ee komersil? Kalau bisa sekalannya diperimak untuk komersial. Saya sudah kepikiran satu, saya sering camping di gunung. Benar kamping. Eh, kalau mau camping 4 bulan bisa. Oh, enggak ya? Enggak 4 bulan [tertawa] juga campingnya. KM Sinfresyar ini produk kami. Jadi, web JS ini berisi tentang informasi tentang ee kerusakan berdasarkan kaji cepat infrastruktur kritis yang ada di ee pada

saat itu kami hanya mampu ee menjangkau ee PDA dengan Diren yang kerusakan itu di mana. Jadi bisa cepat kita memberitahu kepada KL-KL lainnya. Ini harus dibetulkan segera kalau tidak kritis. Misalnya kalau infrastruktur airnya ee rusak. karena ini bisa ee bisa tadi bencana setelah bencana setelah bencana kita bisa misalnya untuk tata ulang RTDR atau tata ruang yang baru ke mana ee lokasi yang aman untuk misalnya relokasi dan sebagainya. Di sini adalah info yang kita kembangkan. Saya barusan ini kita barusan selesai di

Community STCH membuat dashboard untuk publik publik. Mas jadi pengin tahu siapa yang pakar tsunami. Tinggal ketik di dashboard itu keluar di mana. Oh. Oh. Nah, ini untuk ini siapa yang pakar mau bimbingin gedung ya itu tahu pakar siapa yang pakar tentang masalah sampah keluar di dashbard itu ini semua kita sudah baru selesai di community setech ini sudah e untuk publik jadi agar industri pemerintah pusat pemerintah daerah kalau punya masalah itu ditanyakan kepada yang ahlinya dulu agar penyelesaiannya itu

efisien dan efektif ini apa Bapak ini untuk pengujian tsunami. sih itu kita bisa tes kalau sekarang ombaknya dalam ee rate yang sekian itu kira-kira akan dampaknya seberapa jauh, seberapa tinggi. Jadi alat ini untuk seperti model kecil untuk melihat ini sekarang ombak sedang sekian ini k akan terjadi suami atau tidak itu ada perhitungan matematikanya tapi harus ada modelnya yang tepat dan dengan model pengukuran ini itu bisa diantisipasi dan kita mempunyai data setiap kali kenaikan rata-rata kenaikan

rate dari ombak itu akan terjadi seperti apa? Oh, oke. Dan ini harus terus-menerus di dilihat, terus diuji, terus dicek lagi karena kita enggak pernah tahu alam itu akan berkata seperti apa gitu. Tetapi alam itu punya pola. Jadi peneliti itu menemukan pola pola itu tadi dengan pola kita bisa memprediksi. Itulah yang dilakukan oleh peni. Pola itu harus dilihat dari data. Harus dilihat data itu harus dianalisa. Begitu kita menemukan pola, kita mempunyai penyelesaian sistematis dan bisa memprediksi. Itu yang dilakukan di sini.

1 2 3 [musik] sekalian mumpung di sini ada yang mau disampaikan enggak ke Prostela? Makasih ya, Ibu sudah bantu kami di kuliah ini. Akhirnya kami bisa kuliah. Kamu dulu sempat berpikir bakalan kuliah atau kayak gimana sih, Mas? Sebenarnya sebenarnya bakal tetap kuliah sih, tapi dengan bantuan ini kan makin lebih dibantu gitu, Prof. Tadi kan anggarannya itu lumayan besar ya, Rp15,3 triliun yang meningkat tiap tahunnya. Nah, ini memang bisa dijanjikanah nanti ke depannya atau komitmennya Pak Presiden seperti apa? Apakah tahun depan

akan meningkat lagi atau akan ada stakna atau seperti apa? Setahu saya sampai saat ini Bapak Presiden sangat berkomitmen untuk seluruh bidang pendidikan termasuk juga ee beasiswa ee KIP kuliah. Jadi kita tidak melihat ada sama sekali indikasi lainnya dan kita ee dari ee yang sudah kita dengar langsung dari Bapak Presiden ini tentu saja komitmen tren yang tadi e kita lihat itu akan terus e demikian. [musik] Cah Tibi panggilannya. Iya, Ibu. Selamat, Ibu ya. Aduh, anaknya hebat. Dia atlet nasional. Ini latihan seminggu

berapa kali? Em, mungkin saat ini kan karena belum ada event, jadi em latihan di klub cuman 2 minggu eh dua kali dalam seminggu. Iya. Jadi mungkin selebihnya mungkin latihan mandiri, Bu. Nantinya mau jadi ngajar juga atau mau kayak gimana? Ya mungkin untuk sekarang pikirannya mungkin lebih ke arah atlet dulu. He. Ee paling kalau emang ngajar atau ngelatih mungkin untuk asisten pelatih saya. Saya berjuang di SMA untuk mendapatkan nilai bagus agar bisa ee masuk kuliah ke Universitas Syah Kuala. Saya lulus di

Universitas Syah Kuala dan bidang yang saya sukai yaitu bidang pendidikan jasmani yaitu di USK. Alhamdulillah ya jalur jalur SNBT. Alhamdulillahnya lagi em saya mendapatkan bantuan KPK dan yang sangat membantu saya di bidang ekonomi Bu. Siapa yang punya ide untuk SHBI apply KP kuliah ini? Mungkin ee dari kawan-kawan saya juga mungkin saya dapat info ada beasiswa ke IPK kan, ada orang tua saya yang e menyarankan bahkan emang men-support saya agar bisa dapat beasiswa ke IPK ini, Pak. Ini sudah semester berapa?

Semester 2, Pak. Semester du. Gimana kemarin nilainya? Alhamdulillah ya. Oke. Oke. [tertawa] Mungkin anak saya ini waktu masuk kuliah kalau memang enggak ada bantuan dari apa KP mungkin kita lanjut walaupun agak susah. Sekarang sudah ee semester du rasa haru mungkin ee Bapak-bapak, Ibu-ibu sudah ke tempat kita. Alhamdulillah. Terima kasih. Kenapa kok anaknya harus kuliah? Kalau istilah kita itu udah kita dikerja bangunan ataupun istilahnya buruh kasar, kalau bisa anaknya jangan lagiah. Harus selesailah paling enggak S1

paling enggak. Oke. Kalau bisa yang lebihlah kan. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Jadi ini kan waktu itu 2025 cara kebijakan kami di Comunity Saintech mengubah kebijakan sehing mengubah kebijakan untuk khusus untuk KIP kuliah ini agar ee mereka yang lulus SNBP dan lulus SNBT itu bisa ee langsung diterima di ee perguruan tinggi negeri he untuk jadi UTBK itu sebelumnya tidak demikian. ee kami ubah ini berdasarkan riset kamiata sebelumnya. Kami lihat ini bisa kita ubah sehingga ee sehingga memang pergantian kebijakan itulah yang

mengangkat penerimaan ee orang-orang seperti Syahtibi ee bisa diterima di PTN ee terbaik. Kita sangat berpihak kepada mereka yang harus mendapatkan investasi dari negara. Ini adalah bentuk investasi dan itu kita ubah [tepuk tangan] peraturannya agar bisa lebih peningkat. Itu yang pertama. Yang kedua, untuk adik-adik yang bermimpi untuk kuliah dan berasal dari keluarga ekonomi yang kurang mampu atau tidak mampu, selain ada beasiswa KIP kuliah juga jangan salah informasi. Kita mendengar informasi mengenai UKT. Kementerian

Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi membuat batasan UKT bahwa UKT tingkat SAT itu hanya batasnya Rp500.000. Oke. Tidak boleh lebih dari Rp500.000 R sem dan untuk UKT level 2 itu Rp1 juta. Jadi jangan kita termakan disinformasi bahwa memang kita sangat mengerti ada UKT kalau bisa ee apa ee lebih di harganya lebih di tapi untuk jangan sampai kita disinformasi mematahkan semangat anak-anak kita yang ingin berkuliah itu penting diketahui agar kita semua memberikan semangat. Dan saya ingin menanyakan ee apa tipsnya buat adik-adik

kita yang ini bukan saja ee atlet tapi harus akademik. Karena kadang-kadang di Indonesia kita pikir, “Oh, kalau atlet ya udah olahraga aja.” Dalam hidup saya itu prinsipnya cuman satu ya, cuman ketika kita fokus satu tujuan, fokuslah ke situ aja. Jangan pikir bercabang-cabang ke mana-mana. Kita fokus satu tujuan sampai berhasil. Saya mau nanya ke Prof. Prof. kan dulunya sebagai akademisi pernah juga di posisi Tibi yang harus berjuang. Terus kemudian sudah melalang buana di mana-mana, tahu rasanya, nikmatnya untuk

di profesional ketika harus dipanggil ke Indonesia menjadi seorang pelayan publik birokrasi. Ada enggak sih, Profit ini nyesal-nyesalnya pengin tahu aja gitu ya kan? Saliap hari kali, [tertawa] tapi selalu berbalik. Berbaliknya gimana? Karena tiap hari pun diingatkan yang kita kerjakan itu dampaknya untuk orang-orang seperti dan juga di kantor seperti timnya ini ya. Oh, timnya luar biasa juga ya. Ada lagi tim saya. [tertawa] Mana? Mana tim saya? Cewek-cewek. Ayo. Tim saya cewek-cewek. Cewek-cewek hebat.

Cewek-cewek ini tim saya. Tim saya juga luar biasa dan ya terima kasih sudah menanyakan. Kadang orang pikir, “Oh, pasti di sana tuh kayaknya wah ini.” Tapi secara serius sangat-sangat bersyukur diberikan kesempatan. Diberikan kesempatan tadi seperti misalnya begitu untuk KIP kuliah, bagaimana kita bisa merubah peraturan agar dampaknya ini lebih banyak lagi untuk orang-orang seperti Syahfibi. Bagaimana kita bisa ee mendengarkan tentang dosen-dosen hebat kita yang melakukan riset. Mungkin ini

agak aneh, tapi saya melihat peran ee ee peran kami di Community Saintch sebagai pelayan publik itu sebagai mak Comblang. Nak comblang. Mak comblang. Kita harus mempertemukan mempertemukan para dosen-dosen pakar dengan para industri pemerintah pusat, pemerintah daerah yang memperlu memerlukan ee masalah yang harus diselesaikan. Kita harus mempertemukan mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dan bersemangat ini dengan universitas-universitas juga yang pasti mau mencari e dan bagaimana kita mempunyai wadah ekosistem bersama. Itu

yang harus kita buat. tadi yang diberikan oleh Syahibi. Saya sangat setuju kalau ada tips untuk anak-anak muda kita dan orang-orang tua juga fokus. Masa kita sekarang sosial media, teknologi, informasi, disinformasi yang paling susah adalah fokus kepada satu dalam. Ayo kita [musik] bersama, kita akan jadi lebih baik lagi. Luar biasa. Setengah hari sama Profella banyak banget ee yang bisa didapat Masti enggak ikut. Saya masih lanjut, P. Aduh, saya harus [tertawa] pulang ke Jakarta. Enggak kuat, Mas J.

Enggak kuat tenaganya banyak Prof. Kita ngobrol-ngobrol lagi. Kalau saya mau ikutan lagi kalau misalkan perjalanan lain ke e lokasi lain melihat bibit-bibit unggul Indonesia ya, Prof. ya. Terima kasih, Prof. Sudah mau meninggalkan kemewahan-kemewahan di Cina dan kembali ke Indonesia. Sudah diberikan [tertawa] kesempatan ini ini perlu diapresiasi karena ya kita butuh orang seperti Prof. Stella dan semoga terus bisa bergerak ke depan membantu dan birokrasi itu susah diubah. Tapi ternyata Profost Stella bisa break

itu semuanya dan menjadikan break semua belum bisa. Belum bisa [tertawa] tapi setidaknya ada langkah-langkah yang sudah bisa dilakukan ya. Atas kerja sama tim dan juga dukungan masyarakat saya sungguh berterima kasih atas dukungan dari semuanya. Kalau kita bekerja tidak ada didukung juga sulit ya. Betul. Ee jadi dukungan dan bisa bertemu langsung, bisa berkomunikasi langsung. Terima kasih. Terima kasih atas kesempatan dan ee kita selalu bekerja karena kita ingin bahwa dampak dan kebanggaan bahwa Indonesia itu bisa itu

bisa sungguh dirasakan. [musik] Luar biasa. Kita sudah ketemu sama Syat TV bapak ibunya juga Prof. Setelah masih perjalanan masih panjang, tapi kita sudah pontw kali ini di sini Prof. Terima kasih banyak sudah ngobrol-ngobrol, diajak keliling keliling. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi ya. I boleh. Oke, kalau gitu terima kasih. Sampai jumpa di Point of Viw. Saya Jatiarma Salam TV. [musik] [musik]

 

Komentar

  1. Hasnas berkata:

    Owo dan owi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *