bulan Juni saya akan mulai keliling Indonesia lagi. Oh. Nah, itu Pak Jokowi langsung ngomong kepada relawannya. Jadi ini bukan omongan ee Fredy Damanik, bukan omongan ee Projo saja, tetapi seluruh relawan yang di situ pasti mendengar itu. Hm. Berarti itu memang dari ee statement Pak Jokowi sendiri, rencananya Pak Jokowi sendiri. Rencananya. Betul. Oke. Itu kira-kira dimulai tanggal sudah ada tanggalnya belum sampai sekarang keluar tanggal berapa nih Pak Joko? belum ada tanggalnya yang pasti, tapi
sudah pasti ee Juni dan sudah ada rencana ke mana gitu loh. Ke mana belum fix 100% tetapi saya dengar dari ee ke wilayah timur dulu mungkin NTT. Kenapa NTT? Ada apa di sana? Di dalam perpolitikan Indonesia beliau pengin menjaga relevansinya agar tetap berada di episentrum perpolitikan. Apakah Pak Jokowi di 202 sesakti ketika Pak Jokowi masih menjadi presiden sejak 2014? Iya. Figur Pak Jokowinya dan ee pasca tidak menjadi ee presiden lagi relawannya itu diarahkan bergerak untuk mendukung. Maka per hari ini projo itu hanya tegak
lurus kepada Pak Jokowi urusan Pilpres. Tapi kalau untuk urusan partai nanti dulu tay ya kan. 2024 Projo diarahkan untuk mendukung Pak Probowo dan berhasil Pak Probowo memenangkan Pilpres begitu ya. Nah, sekarang Projo juga akan siap mengawal ee pergerakan atau berusukannya Pak Jokowi keliling Indonesia begitu. Nah, ini sebenarnya ini untuk Prabowo atau untuk Jokowi masihan ini loh atau untuk dua-duanya. Ada satu hal yang saya baca di pemberitaan ini salah satu yang dibahas membahas keberlanjutan program Pak
Jokowi di pemerintahan sekarang dengan Pak Budi begitu ya. Ada apa memang dengan Pak Jokowi dulu di pemerintahan sekarang? Jadi begini, di dalam pertemuan dengan para relawan itu ada momen ee ketua umum kami, Ketua Umum Projo, Budi Setiadi sekitar 20 sampai 30 menit mereka melakukan pembicaraan empat mata. pergerakan Pak Jokowi ini kalau untuk eh seorang Gibran Rakabumi ini apakah bisa dimaknai langkah Pak Jokowi untuk menjaga bergening politik seorang Gibran Rakabing nanti di Pemilu 2029? Liputan Talks. Kali ini bersama saya
Reno Rexa, Saudara Kesehatan, Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo disebut sudah 99% dan Pak Jokowi ini disebut sudah siap untuk melakukan tour Indonesia pada bulan Juni 2026. Pertanyaan mendasarnya adalah buat siapa tur Indonesia oleh Pak Jokowi ini? Nah, saya akan diskusikan hal itu bersama dengan Freddy Damanik Sekjen Projo. Bang Freddy, apa kabar? Alhamdulillah sehat. Habis lari kelihatannya segar tadi. Iya, saya baru lari di K [tertawa] saya yang enggak kurang sehat ini karena enggak lari-lari saya ini. Dan di Zoom
sudah ada Mas Adi Prayo, Direktur Eksekutif PPI Parameter Politik Indonesia. Mas Adi, apa kabar Mas Adi? Baik, Reno. Siap. Ready. Oke, siap, Mas Adi. Next time kelihatannya bertiga harus lari bareng nih kita kelihatannya. [tertawa] Mas Adi juga udah lari dia sekarang. Iya, pelari nih Mas Adi nih. Saya ngelihat rails-nya tuh. Iya, iya. I [tertawa] oke. Mungkin saya ingin ke Pak Fredy, ke Bang Fredy dulu. Jadi kalau kita melihat agendanya Pak Jokowi turour ke Indonesia keback setelah mungkin kemarin sempat
tertunda berapa lama karena dalam masa pemulihan gitu. itu memang maunya Pak Jokowi sendiri untuk tur ke ISU Indonesia ini atau ada dorongan nih dari teman-teman relawan? Jadi begini saya sampaikan dulu konteksnya ya. Jadi Pak Jokowi menyampaikan itu pada saat awal Mei kemarin pertemuan dengan relawan, dengan tokoh-tokoh relawan. Jadi seperti biasa pertemuan itu pertama itu mendengarkan masukan aspirasi dari para relawannya. Relawan ini kan juga bagian dari masyarakat. tentu mereka menyampaikan apa yang mereka rasakan,
apa yang mereka lihat di sekitar mereka. Nah, setelah itu baru Pak Jokowi menyampaikan ee beberapa hal. Nah, di antaranya dan yang pertama disampaikan oleh Pak Jokowi adalah kondisi kesehatan saya sudah 99% pulih. Oh, itu disampaikan Pak Jokowi langsung disampaikan Pak Jokowi langsung. Jadi sekali lagi itu omongan Pak Jokowi langsung kepada para lewannya ee pada saat pertemuan itu dan ee kondisi kesehatan saya sudah 99% pulih tinggal 1% lagi. Ee maka mungkin bulan Juni saya akan mulai keliling Indonesia lagi.
Oh. Nah, itu Pak Jokowi langsung ngomong kepada relawannya. Jadi ini bukan omongan Fredy Damanik, bukan omongan eh Projo saja, tetapi seluruh relawan yang di situ pasti mendengar itu. Hm. Berarti itu memang dari ee statement Pak Jokowi sendiri, rencananya Pak Jokowi sendiri. Rencananya. Betul. Oke. Itu kira-kira dimulai tanggal sudah ada tanggalnya belum sampai sekarang keluar tanggal berapa nih Pak Jogo? Mulai belum ada tanggalnya yang pasti. Tapi sudah pasti ee Juni ini dan sudah ada rencana ke mana gitu loh.
Ke mana? belum fix 100% tetapi saya dengar dari ee ke wilayah timur dulu mungkin NTT. Kenapa NTT? Ada apa di sana? Jadi kan biasanya itu ya baik ee kalau waktu jadi presiden memang tentu ada agenda-agenda kenegaraan di di apa namanya? Kemudian di disandingkan dengan ee relawannya atau ee numpanglah relawannya. Tetapi ketika Pak Jokowi belum menjadi presiden ya biasanya memang itu ee mengenai agenda blusukan atau kunjungan daerah. Jadi beliau itu pertama terima masukan dari relawannya dari tokoh atau dari
siapapun. Kemudian beliau melihat ah cocok baru dia kunjungi. Kan begitu. Jadi kenapa ke sana ya ada yang memberi masukan ke sana Pak kemari dong ee ini ada seperti ini seperti ini. Lihat dong kami. Kan begitu. He. Nah, saya rasa ee saya dengar di sana ada apa ya ee semacam pengembangan apa ya ee rumput laut atau apa di situ. Jadi ada tokoh mengundang beliau pengin melihat itu. Ee ya sudah sekalian blusukan di sana. Murni hanya mendengar masukan dari relawan saja. Tidak ada agenda khusus. Oh, mungkin ingin membesarkan sesuatu
atau ada kerinduan Pak Jokowi datang ke sana atau apa. Jadi begini loh, kan kita ini enggak munafik dan publik juga melihat, para politisi juga melihat. Pak Joko ini kan insan politik. Jadi enggak enggak usah kita sangkal-sangkal tentu enggak enggak perlu kita sangkal-sangkal. Tentu memang pasti ada. Pak Joko ini kan kalau kami melebeli dia kan pemimpin rakyat. Hm. ya yang kalau saya kutip ee dari Burhanudin indikator ketika dia selesai jadi presiden itu ee approval ratingnya masih 90%. 1 bulan lalu masih 72% gitu
loh. Kemenangan beliau juga 100%. Dan Pak Jokowi ya dari dulu hobinya memang belusukan dan inilah dia ingin menyapa masyarakat. Okelah secara politik tentu ya kami mempercayai bahwa kedekatan emosional itu kedekatan emosional dengan rakyat itu bisa lebih kuat daripada jabatan sekalipun. Tentu Pak Jokowi kami yakinin di dalam perpolitikan Indonesia beliau pengin menjaga relevansinya agar tetap ee berada di ee ya ini episentrum perpolitikan. Kita enggak perlu menyangkal itulah. Oke, berarti Projo mengakui itu ya
berarti ya. Oke. Ee Mas Adi bagaimana menurut Anda kalau e melihat Pak Jokowi akan mulai keliling Indonesia bulan Juni 2026. Kalau tadi ee Bang Fredy sudah bilang ini menjaga relevansinya di FPS Centrum Politik Indonesia. Pak Jokowi seakan tidak mau dalam tanda kutip ya tenggelam di kanca perpolitikan Indonesia. Anda membacanya seperti apa? Tidak mau tenggelam itu untuk siapa? Kan beliau kan sudah presiden dua periode begitu loh. Ya, saya kira sebenarnya secara prinsip siapapun di negara ini apakah mantan
presiden, mantan wakil presiden, mantan ketua umum partai, dan pejabat-pejabat publik yang lain jika punya intensi untuk blusukan menyapa langsung rakyat berkeliling di seluruh Indonesia, saya kira adalah hal yang sifatnya positif ya. Karena semakin mendekatkan diri kepada publik adalah hal-hal yang sifatnya sangat disukai saat ini. Tapi kenapa persoalan Pak Jokowi ini seakan-akan menjadi pembicaraan? Karena ada pernyataan dari Jokowi beberapa waktu yang lalu dalam sebuah wawancara terbuka ketika Pak
Jokowi tak lagi jadi presiden. Pak Jokowi itu kan jawabannya pulang kampung dan menjadi rakyat biasa. Itulah yang kemudian ditafsirkan oleh publik. Setelah tak lagi jadi presiden, Pak Jokowi itu seakan-akan tidak punya intensi politik apapun, tidak ca-cawek dan tidak mau mendukung manapun, tidak dukung partai ataupun calon tertentu. Kan itu yang ditafsirkan oleh publik. Jadi tidak heran kalau kemudian tiba-tiba ada pernyataan dari kawan-kawan relawan ee politik Jokowi yang mengatakan bahwa kesehatan Pak
Jokowi 99% dan ada rencana bulan depan itu berusukan kemudian menyapa langsung rakyat, menyerap aspirasi itu ramai diperbincangkan. He Mas ini ini yang kemudian cukup ramai. Padahal dulu kalau kita ma jujur Pak Jokowi kan tidak pernah mengatakan berhenti berpolitik. Pak Jokowi tidak pernah mengatakan misalnya tidak akan mendukung salah satu calon ataupun partai politik tertentu. Tidak ada pernyataan-pernyataan secara eksplisit yang ditafsirkan oleh publik bahwa Pak Jokowi itu akan rehat dan mungkin pensiun dari politik karena
ingin kembali ke Solo, pulang kampung dan menjadi rakyat biasa. Jadi itu yang pertama. Yang kedua, tentu publik juga memahami betapa hari ini memang Pak Jokowi itu kan diidentikkan dengan dua hal sekaligus. Pertama identik dengan PSI. Yang kedua adalah sangat identik dengan Gibran Nakabumingraka. Di Indonesia memang ada kecenderungan rata-rata secara umum tokoh-tokoh dan figur-figur kunci yang masih memiliki popularitas tinggi, tingkat kedisukaan juga cukup tinggi. Ada kecenderungan setiap tingkah pola dan perilaku
politiknya akan diikuti oleh rakyat. Pak Jokowi tentu saja dengan belusukan dan mungkin akan berkeliling di Indonesia ini akan semakin membuat bagaimana penetrasi dan kedekatan itu semakin diperkuat oleh Pak Jokowi. Karenanya kalau ini dibaca sebagai bagian dari insentif politik elektoral di 202 dan di masa-masa yang akan datang, siapapun yang didukung oleh Pak Jokowi, partai politik tertentu misalnya seperti PSI ataupun misalnya memberikan endorsement kepada Gibran misalnya, rakyat yang merasa kenal, merasa suka dengan Pak
Jokowi relatif akan tegak lurus dan mengikuti bagaimana sikap politik dari Pak Jokowi. Jadi dua hal ini yang sepertinya bisa kita maknai terkait dengan rencana Pak Jokowi perusukan dan keliling di Indonesia. Mas Glen, bagi saya ini semacam Mas Adi. Reno, Mas Adi yang wawancara. Reno, Reno. [tertawa] Mas Reno, sor, Mas Reno. Mas Glen yang yang ngelobi Mas Glen. Yang wawancara Reno. [tertawa] It’s ok, no problem. Lanjut. Sor sor Mas Glen. Wajahnya rada-rada mirip sih memang. Tuh kan berarti emang kembaran saya sama
Glen. Emang harus sebelahan di sana. Glen di sini Glen. [tertawa] Silakan Masang memang rada-rada mirip kalau tidak ditampilkan wajahnya agak repot kita menyebutnya. [tertawa] Jadi, jadi begitu Mas Glen. Jadi begitu si Reno. Mas Adi Reno. [tertawa] Oke. Oke, Mas Reno. Jadi begitu Mas Reno. Jadi dua hal itu yang kemudian saya bisa tafsirkan ya. ini adalah semacam blukan plus satu sisi semakin memperkuat bagaimana style politik Pak Jokowi yang memang selalu akrab dan identik dengan belusukan. Tapi yang kedua ini tentu
dibaca sebagai upaya untuk semakin bagaimana semakin meningkatkan bagaimana ee apa namanya kekuatan politik Pak Joko itu semakin di ditancapkan di pemilih di masa-masa yang akan datang. Apalagi misalnya beberapa waktu yang lalu kita juga mendengarkan secara terbuka ya bagaimana Pak Jokowi misalnya dalam sebuah pernyataan-pernyataan resminya khususnya di acara PSI kalau kita mau jujur ee Pak Jokowi mengatakan kalau PSI berpikir ingin menjadi partai yang besar kunci cuman satu turun langsung ke rakyat menyapa langsung dan perjuangkan
aspirasi mereka. Jadi tidak mengherankan ketika misalnya ada bocoran rencana Pak Jokowi ingin keliling Indonesia turun ke rakyat bulan depan itu kan juga dibaca bagian jangan-jangan ini adalah bagian dari cara-cara komunikasi politik persuasif yang sebenarnya dimulai oleh Pak Jokowi secara perlahan untuk memperkenalkan PSI secara perlahan tentu semacam prakondisi untuk menghadapi pemilu di 202. Oke. Emang gitu tujuannya sebenarnya kalau menurut ee Bang Fredy ya? Bisa saja seperti kata pepatah itu ya,
sekali kayu dua satu dua pulau terlampaui. Tetapi kan yang saya sampaikan itu adalah konteksnya di dalam pertemuan dengan relawan. H di situ kita tidak ada membahas ee partai ya partai apapun. Tetapi ee saya sepakat dengan Mas Hadi ee hari ini Pak Jokowi ee bisa di ee apa dipersepsikan memang ee itu juga dari statement Pak Jokowi dekat dengan ee PSI tetapi ee bisa saja satu kali dayu ee dua tiga pulau terlampaui tetapi sekali lagi ya visi besar Pak Jokowi ini ee beliau menyapa rakyat ee kembali
keliling Indonesia adalah ya menjaga kedekatan emosional dengan rakyat itu agar tetap hidup. Hm. Ya, Pak Jokowi sadar betul ee bahwa ee okelah sekarang dia di PSI, tetapi kan PSI ee kalau di parlemen juga belum kan begitu. Artinya dia bukan pemilik partai seperti yang lain-lain. Dan Pak Jokowi adalah seorang pemimpin yang mempunyai ciri khas memang ya relawannya memang dia didukung oleh relawan itu itu dia tidak punya partai tetapi kelebihannya adalah dia didukung dengan di di punya relawan dan sangat-sangat dekat dengan
rakyat. He. Inilah ee Pak Jokowi kami melihat dia ee akan terus menjaga kedekatan emosional ini. Oleh karena itulah ya dia tetap apa ya dia apa loyalitasnya para relawannya itu dia harus tetap jaga ya. Kemudian eh dia juga tetap harus keceot, dia harus tetap menjaga hubungannya dengan ee tokoh-tokoh masyarakat di seluruh Indonesia, dengan kepala desa ya semuanya lah. Itu itu tuh akan dia lakukan karena dia sadar betul kelebihannya di situ gitu loh. Hm. Dan harus dijaga kelebihan itu. Harus harus kedekatan emosional itu
harus dijaga agar tetap hidup. Karena ya kami percaya di dalam perpolitikan Indonesia kedekatan emosional itulah yang paling penting. Kedekatan emosional dengan rakyat itu yang paling penting. Kuncinya di situ. Sehingga ketika berbicara nanti misalnya seperti kata kata Mas kontestasi ee apa namanya? Mau Pilpres kek mau pilek ya 2029. Nah, nah, Pak Jokowi tentu ee bisa ya tanda kutip mengarahkan aspirasi ini ke sesosok ke partai orang-orang yang memang dia percaya bisa mampu ee untuk memimpin e bangsa ini ke depannya.
Oke. Tadi Bang Fredy kan di awal bilang bahwa approval rating Pak Jokowi sebenarnya masih tinggi dari 90% setelah selesai menjabat kemudian sekarang diangka 70-an%. Yes. Tinggi tapi kan trennya turun, Bang Freddy. Ya, makanya makanya dia harus itu saya bilang tadi makanya beliau harus tetap menjaga ini dan kalau bisa nanti kan kami yakin justru dia harus blusukan, dia harus keliling lagi menyapa masyarakat agar ini nanti semakin naik, semakin pulih kembali ke atas 90. Kami yakin itu kok. Hm. H.
Oke, Mas Adi ee Reno bertanya. [tertawa] Jadi kalau kita melihat statement Bang Fredy barusan nih dan kemudian tadi mengkaitkan dengan ee apa approval rating Pak Joko di angka 70% ee memang sebesar itu kan maksudnya kalau kita melihat itu kan angka ya kalau kita melihat di realisasinya di ee praktiknya memang masih berpengaruh itukah Pak Jokowi ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden di politik saat ini ya ya saya kira memang kalau kita bicara tentang approval rating kemudian dan popularitas tokoh Pak Jokowi menjadi
bagian tokoh yang ada di dalamnya. Tentu bersama dengan tokoh-tokoh kunci yang lain ya tentu yang top of mind paring hari ini yang dianggap memiliki pengaruh cukup signifikan tentu adalah Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo. Setelah itu mungkin ada nama-nama seperti Pak Jokowi, ada Pak SBY, Megawati, kemudian kepala-kepala daerah yang namanya belakangan ini cukup populer diperbincangkan oleh publik termasuk juga wapres, mantan wakil presiden dan seterusnya dan seterusnya. He. Tapi bagi saya sebenarnya apa yang
dilakukan oleh Pak Jokowi yang rencananya bulan depan akan bagi saya ini Mas ee sebagai bagian dari untuk mendapatkan efek memutar dari faedah yang ingin didapatkan oleh Pak Jokowi. Di negara kita ada kecenderungan memang pilihan dan dukungan politik ke partai politik tertentu atau kepada figur tertentu itu kan tidak langsung seringkiali tapi melalui pelantara. Perantaranya itu adalah figur-figur benci. Misalnya kenapa orang itu memilih Partai Gerindra? Karena suka dengan Prabu Subianto. Itu kan efek yang
memutar yang didapatkan dari Gerindra karena ada variabelnya dari Pak Prabu Subianto. Kenapa orang misalnya memilih PDIP? Karena ada faktor saat itu adalah Megawati Soekarno Putri. Dulu juga ada faktor namanya Pak Jokowi. Tapi Pak Jokowi setelah pecah kongsi kemudian Pak Jokowi tidak lagi menjadi faktor kenapa orang memilih PDIP. Kenapa orang memilih Partai Demokrat? karena tingkat kesukaannya kepada Pak SBY dan seterusnya dan seterusnya. Ini yang sepertinya dibaca juga oleh publik ya. Kenapa Pak Jokowi misalnya setelah tak
lagi jadi presiden dan posisinya bukan lagi sebagai ketua M partai tapi masih ingin belusukan. Satu hal yang ingin diafirmasi. Siapapun yang suka dengan Pak Jokowi, siapapun yang memberikan afroal rating yang positif kepada Pak Jokowi, suatu waktu jika Pak Jokowi memberikan dukungan politik kepada partai politik tertentu, kepada figur tertentu, dia akan ikut ke mana arah dan pilihan politik Jokowi itu. Ini yang kemudian dalam studi perilaku pemilih, efek memutar yang ingin didapatkan Jokowi dari setiap orang, setiap partai
politik dan kelompok-kelompok tertentu yang merasa dekat dan merasa identik dengan Jokowi. Per hari ini saya tegaskan yang dianggap identik dengan Jokowi kan cuman dua ya di luar projo tentu saja. Pertama adalah PSI, yang kedua adalah Gibran Nakabumi Neraka. Semakin Jokowi semakin dekat dengan rakyat penetrasinya semakin dibangun besok-besok di masa-masa yang akan datang. Kalau Pak Jokowi semakin tegas bagaimana pilihan dan dukungan politiknya kepada PSI misalnya, kepada Gibran misalnya, ini akan memberikan
faedah politik elektoral yang diharapkan. Apakah Pak Jokowi akan sakti seperti dahulu? Kala menjadi presiden dua periode saya kira waktu yang akan menjawabnya. Saya kira kerja-kerja politiklah yang kemudian menjadi jawaban di 2029. Per hari ini sifatnya hanyalah prediktif. Per hari ini sifatnya itu adalah tentu saja sifatnya kalkulatif. Bisa semakin kuat ataupun semakin tidak. Di Indonesia ada kecenderungan. Biasanya siapapun dia kalau sudah tidak lagi menjadi pejabat publik, tidak lagi menjadi orang penting di negara kita,
ada kecenderungan memang tingkat approval rating, pengaruh politiknya dan bahkan tingkat kesaktian politiknya itu tidak setangguh ketika masih saat berkuasa. Inilah yang kemudian sangat layak untuk kita tunggu apakah Pak Jokowi di 202 sesakti ketika Pak Jokowi masih menjadi presiden sejak 2014 hingga 2024 atau justru sebaliknya pengaruh politik Pak Jokowi itu tidak sekuat dulu pernyataan-pernyataan penetrasi dan kemudian dukungan politiknya tidak setangguh dahulu kala itulah yang saya sebut Mas Reno bagi saya kalau betul
kalau betul soal belusukan Pak Jokowi ini diniatkan untuk memberikan kan efek memutar kepada PSI dan kepada Gibran. Uji kekuatan politiknya mari kita tunggu di 2029. Artinya, Mas Adi artinya belum terbukti secara real, secara konkret seseorang yang sudah tidak lagi memiliki jabatan turun kepada masyarakat intensif begitu ya. Ini bisa mendapatkan efek pemutar yang tinggi. Ini belum terbukti berarti ya. Dulu kita pernah punya presiden seperti Megawati Sokopri, tapi setelah tak lagi jadi presiden kan kekuatan politiknya
tidak setangguh ketika menjadi presiden. Begituun dengan SBY kita tahu bukan hanya menang Pilpres di 2014 tapi juga misalnya memenangkan pilek angkanya enggak main-main loh. Cukup luar biasa. Per hari ini belum ada yang pecah rekor tapi setelah SB tidak lagi jadi presiden, kesaktian politiknya secara perlahan itu kan turun secara drastis. Bahkan kalau kita melihat elektabilitas Partai Demokrat per hari ini, itu kan paling buncit loh di bawah Partai Amanat Nasional bahkan yang belum pernah punya
presiden di negara ini. Inilah yang saya kira kalau kita melihat tren dari dua presiden sebelumnya setelah tidak lagi jadi presiden, ada kecenderungan kekuatan politiknya itu tidak setangguh saat sedang berkuasa. Artinya Pak Jokowi menurut Anda lagi menguji dalam tanda kutip ya kesaktiannya di politik Indonesia atau bagaimana dengan melakukan langkah mulai bulan Juni besok ini? Persis sedang ingin menguji kesaktian Jok Jokowi, Mas. He. Karena dengan apa yang disebutkan oleh Bung Fredy soal rating yang tinggi di
akhir masa kekuatan politik Jokowi ini akan semakin diuji. Apakah setelah Pak Jokowi itu tidak lagi jadi presiden, setelah tidak lagi menjadi penguasa, setelah tidak punya instrumen apapun yang kemudian melekat kepada Pak Jokowi, orang masih akan tetap suka dengan Pak Jokowi. Apakah orang akan tetap mengikuti ke mana arah dukungan dan pilihan politik Pak Jokowi? Inilah yang kemudian sedang ingin diuji. Meski pada 2024 yang lalu banyak pihak yang mengatakan bahwa Pak Jokowi sebenarnya kalau kita bicara tentang pilek
sebenarnya sudah terkonfirmasi menjadi bagian dari PSI karena ada sejumlah baliho, banner dan atribut-atribut kampanye yang lain yang sudah memasang foto Pak Jokowi bersama dengan Kaisang untuk menjadi bagian dari PSI. Kan di situ muncul tageline-nya PSI partainya Jokowi, Jokowi partainya PSI. Tapi pun kita juga tahu di 2024 dipileknya PSI enggak lolos ke parlemen, tapi bahwa pengaruh Pak Jokowi di Pilpres 2024 yang lalu kita tidak bisa nafikan sebagai bagian penting dari variabel yang kemudian mengantarkan bagaimana Prabowo
dan Gibran memenangkan pertarungan politik itu Pilpres. Tapi kalau bicara tentang Pileh Vas Reno satu hal belum teruji dan belum terbukti dan itu yang sedang ditunggu oleh publik. Apakah Pak Jokowi akan seperti Megawati Suko Putri akan seperti Pak SBY setelah tidak lagi jadi presiden itu tidak terlampau sakti mandraguna atau justru sebaliknya menjadi antitesa berbeda dengan Pak SBY, berbeda dengan Megawati sekalipun tak lagi jadi presiden, tapi Jokowi misalnya mampu membuat partai politik tertentu
yang dekat dengan Pak Jokowi lolos ke parlemen untuk yang pertama kalinya yaitu PSI di 2009. Baik. Baik. Mas Adi tadi mengasih memberikan dua contoh nih, Pak, Bu Mega dan Pak SB, Bang Fredy yang tidak terlampau sakti mandraguna kalau tadi bahasanya Mas Adi ketika sudah tidak lagi menjadi seorang presiden. Nah, ini gimana Bang Fredy menyorotinya? Iya. Eh, kita semua tahu, Mas Hadi juga tahu. Jadi, pasca beliau ee Pak Jokowi pensiun atau presidens-presiden sebelumnya juga kan selalu dikatakan akan menjadi lemdak-lembdak dan itu
tidak terjadi pada Pak Jokowi. Artinya yang saya mau katakan bahwa setiap pemimpin itu berbeda-beda ya. Padahal Pak Joko ini kan tidak punya partai. Ah, sekali lagi yang kelebihan Pak Joko itu adalah kedekatan emosional dengan rakyat. Nah, Pak Jokowi sadar betul rakyat yang mana, Bang Fredy? eh raket yang 90% ketika dia selesai memimpin itu yang masih suka sama dia. Kedekatan emosional itulah yang akan terus dijaga dan ya kalau sekarang turun ya beliau harus naikkan itu. Kami percaya, kami yakin bahwa kedekatan emosional dengan
rakyat itu lebih kuat dari jabatan apapun. H lebih kuat dari jabatan apapun. Jadi oleh karena itulah oke memang tidak bisa Mas Hadi mengatakan harus diuji ya. Kalau bicara partai memang beda dengan Pilpres. He. Karena kalau partai itu apun ceritanya memang peran atau ee calek-calek di situ sangat berpengaruh. Itu yang pertama. Yang kedua ya ketika ee PESI tahun yang ee ee pemilik pilek sebelumnya Pak Jokowi itu masih di PDIP ya. Ya, kalau yang kemarin kan Pak Jokowi sudah terang-terangan ya. Nah, tetapi kami sebagai relawan, kami
sebagai relawan selama ini memang bergeraknya relawan Pilpres. Kok figur Pak Jokowinya? Iya, figur Pak Jokowinya. Dan ee pasca tidak menjadi ee presiden lagi, relawannya itu diarahkan bergerak untuk mendukung Pak Prabowo Subianto. Kan begitu ya. Puji Tuhan. Alhamdulillah ya dengan kekuatan ee Pak Prabowo bergabung dengan Pak Jokowi, beliau berhasil memenangkan ya sekarang menjadi pemimpin terkuat kata Mas Adi tadi sepanjang sejarah kan begitu. Dan ini pun nanti inilah ya kedekatan emosional ini ya. Kalau nanti beliau berhasil dan
kami yakin akan tetap terjaga akan sama nanti seperti di 2024 ya. Beliau tentu kekuatannya ini ya kedekatan dengan rakyat ini, kecintaan rakyat terhadap Pak Jokowi ini, inilah yang akan tanda kutip dipakai Pak Jokowi untuk mendukung siapa yang dianggap beliau mampu untuk ee memimpin bangsa ini ke depan. Jadi memang berbeda, berbeda dan itu sudah dibuktikan Pak Jokowi sekali lagi ya, Pak Jokowi itu ee persentase kemenangannya 100%. H 100% ya. Ini kemenangan di mana nih? setiap beliau bertarung mulai dari Solo,
Gubernur, Presiden 100% dan itu membuktikan bahwa ya selain pribadinya yang disukai oleh rakyat, selama dia memimpin berarti program-programnya juga itu berhasil ya katakanlah di ya juga disukai oleh rakyat program-programnya deliver kan begitu. Nah, kemudian yang tadi ee kesukaan terhadap beliau approval ratingnya pada saat sebelum pensiun dan setelah pensiun itu masih tinggi. Ini berbeda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya karena memang gaya kepemimpinannya berbeda. Kalau Pak Jokowi kan kita sama-sama tahu
memang hobinya blusukan. sampai sekarang di rumahnya selalu terima terima warga dan itu banyak sekali tiap hari kan berbeda. Kita lihat coba pemimpin-pemimpin yang lainnya kan enggak begitu dan ini adalah kelebihan dan hanya dipunyai beliau dan dia harus menjaga ini itulah kenapa dia harus turun kembali menyapa rakyat. Oke, Bang. Eh, ini menarik nih. Tadi kan 2024 Projo diarahkan untuk mendukung Pak Probowo dan berhasil Pak Probowo memenangkan Pilpres begitu ya. Nah, sekarang Projo juga akan siap mengawal ee pergerakan
atau berusukannya Pak Jokowi keliling Indonesia begitu. Nah, ini sebenarnya ini untuk Prabowa atau untuk Jokowi masihan ini loh atau untuk dua-duanya? Kalau sekarang kan jelas arahan Pak Jokowi ee per kemarin 2024 itu mendukung dan memenangkan ee Pak Prabo. Prabowo Gibran sekarang menjaga pemerintahan ini Prabowo Gibran. Nah, bicarakan ee misalnya bicara 2029 kan kita belum tahu apa yang terjadi, tetapi sampai sekarang Pak Jokowi masih ya meminta projo dan relawan-relawannya tentu mengawal pemerintahan Prabowo
Gibran. H. Nah, yang saya sampaikan tadi kenapa Pak tujuannya Pak Jokowi turun belusukan mengelilingi Indonesia itu tadi menjaga kedekatan emosional ini. Karena Pak Jokowi ya itu tadi ya tidak mempunyai partai saat ini PSI katakanlah PSI juga belum besar. Nah, tentu kekuatannya hanya di rakyat ya. Makanya dia harus tetap menjaga kedekatan emosional ini. Karena sekali lagi kami yakin betul bahwa kedekatan emosional dengan rakyat yang terjaga itu melebihi jabatan apapun. Oke. Baik. Saya kembali tanyakan ke Mas
Adi Prayutno. Jadi ee ketika memang Pak Jokowi tadi akan comeback dan keliling dan dan lain sebagainya ya akan turun ke rakyat meningkatkan approval ratingnya yang tadi dari 90-an menjadi 70%. Sekarang pertanyaan saya begini. Ketika Pak Jokowi ini bergerak lagi, menurut Anda, prediksi Anda, siapa sih yang kira-kira akan ee was-was, akan khawatir? Minimal kalau enggak waswas khawatir, minimal terbersit, waduh gitu loh, Mas Adi. Kira-kira siapa ya? [mendengus] Ya, semua orang harus merasa was-was
karena persaingan politik secara terbuka itu biasanya saling mengambil ceruk pemilih satu sama yang lainnya. H begituun sebaliknya kalau Pak Jokowi tidak belusukkan, tidak semakin mengintensifkan bagaimana gerakan politiknya ke bawah, bukan tidak mungkin para pendukung Pak Jokowi ini juga akan pindah ke lain hati, Mas. He. Karena di negara kita ini kan sebenarnya Mas Reno, pemilih kita itu adalah pemilih yang memang sangat senang jika terus-menerus diajak berkomunikasi dan diajak bersilaturahmi dengan cara
berusukan satu sama yang lain. Karenanya karena persaingan kita itu cukup terbuka baik Pilpres ataupun pilek itu adalah soal kuat-kuatan. Siapa yang sering menyapa masyarakat yang sering mengintensifkan kunjungan mereka ke bawah, dialah yang kemudian ada kecenderungan untuk memenangkan pertarungan politik. Makanya model komunikasi bulusukan di negara kita itu adalah satu-satunya instrumen untuk terus memegang teguh pemilih itu untuk tidak pindah ke lain hati. Bagi saya ketika Pak Jokowi turun ya bukan hanya
misalnya menyasar pemilih di partai yang lain, tapi sebaliknya justru kalau PSI misalnya atau Pak Jokowi misalnya agak sedikit kelihatan jarang untuk ber interaksi dengan rakyat bukan tidak mungkin basis-basis yang selama ini terafiliasi dengan Pak Jokowi, terafiliasi dengan PSI akan pindah ke lain hati ikut ke mereka yang jauh lebih kuat intensitasnya berkunjung dengan mereka. Bagi saya ini adalah saling mengambil upaya untuk saling mengambil ceruk pemilih satu sama yang lain. Tapi yang kedua memang selama ini banyak
sekali pihak yang berspekulasi kalau Pak Jokowi belusukan kemudian misalnya melakukan aktivasi jaringan-jaringan politiknya yang dinilai punya irisan kuat dengan Pak Jokowi pemilihnya itu adalah pemilih PDP kan itu tidak bisa dibantah loh. Karena apapun judulnya wajah Pak Jokowi itu sejak lama cukup identik dengan PDIP. PDIP itu sampai sekarang, Mas Adi. Nah, kalau per hari ini sudah terpelakan, yang per hari ini sudah terpisah mana minyak dan mana air itu terbukti 2024 yang lalu, Reno di mana pemilih Pak
Jokowi dalam banyak hal itu hijrah ya dulunya bersama dengan PDIP tapi kemudian menyebar ke partai-partai yang lain. Tapi ingat loh, pemilih yang dulunya bersama PDIP ketika Jokowi dan PDIP pisah itu tidak semuanya ke PSI. He. Hanya sedikit saja yang KPSI tapi menyebar ke partai-partai yang lain. Itu artinya apa? Pengaruh Pak Jokowi ini kalau tidak dikanalisasi untuk kepentingan partai politik tertentu seperti PSI, maka itu agak sedikit berbahaya dan bisa saja upaya politik yang dilakukan oleh Pak Jokowi bisa
mubazir. Betul Pak Jokowi misalnya mengambil segmen pemilih dari partai yang lain, tapi kalau ini tidak diarahkan kepada partai politik tertentu, maka keinginan untuk membesarkan PSI bisa menjadi sesuatu yang sia-sia. Jadi yang ingin saya katakan adalah bahwa pemilih Pak Jokowi beririsan tebal dengan PDIP itu terbukti setelah pecah kongsi di 2024. banyak pemilih-pemilih PDIP yang karena alasan Jokowi itu memang hijrah ke tempat yang lain. Tapi yang kedua bagi saya secara prinsip ya, bahwa kalau kita bicara
tentang ee realitas politik per hari ini justru yang semakin terancam dengan posisi Pak Jokowi apalagi misalnya semakin identik dengan PSI itu justru kawan-kawan Nasdem. Karena yang paling banyak hijrah ada kecenderungan per hari ini adalah politisi Nasdem. Sementara politisi-politisi PDIP, pengurus teras, pengurus kuncinya per hari ini kita tidak pernah menyaksikan adalah orang yang kemudian pindah ke PSI. Bahkan kita tidak melihat loh ada orang yang dulunya PDIP dan kemudian beralih ke PSI. Belum
ada. Yang ada justru adalah kawan-kawan. Kalau saya membaca projo para hari ini, tegak lurusnya soal Jokowi itu hanya Pilpres, Mas Reno. Kalau partai enggak terlampau. Bahkan beberapa waktu yang lalu kalau tidak salah kawan-kawan Projo ini justru menyarankan Pak Jokowi itu bikin partai lain bukan PSI. Itu itu sangat kelihatan sekali itu suasana batinnya Bung Fredy ini. Tidak terlampau inginat juga dengan PSI. Kalau bisa gitu berharap dari lubuk hatinya yang paling dalam. Pak Jokowi bikin partai politik
baru. Entah itu apa partainya bisa partai projo. Sehingga kawan-kawan Projo ini memiliki of belonging. Maka hari ini projo itu hanya tegak lurus kepada Pak Jokowi urusan Pilpres. Tapi kalau untuk urusan partai nanti dulu tay ya kan. Itu yang saya baca dari dulu Mas. Betapa memang Pak profile dari ee kawan-kawan Projo ini ya bagaimana Pak Jokowi menentukan pilihan politiknya di Pil. Kalau pilek saya kira kawan-kawan projo itu punya preferensi politik yang lain. Tapi bagi saya kenapa ini menjadi ramai soal rencana
belusukan Pak Jokowi di di seluruh Indonesia seperti yang disampaikan oleh Bung Fredy Demanik. Satu hal kok ini jelang jelang pemanasan 202 ya publik melihatnya sudah mulai datang di kita pertengahan 2026 bagaimana seluruh kekuatan politik, aktor-aktor penting, partai-partai politik sudah memanaskan mesin politik mereka untuk meman bagaimana di 202 mereka keluar sebagai pemenang. Mas tadi kan di awal Mas eh Adipra bilang bahwa oh ya semuanya yang was-was dan seterusnya lah termasuk Pak Prabowo berarti.
Kan sebenarnya saling was-was satu sama yang lain, Mas. Hm. Di pemilih kita ini kan tidak pernah ada pemilih yang betul-betul konsisten. Hanya berada di satu ceruk pemilih satu sama yang lain. Banyak sekali misalnya ceruk pemilih PSI itu dia akan pindah ke pemilihnya Prabowo dan ke pemilih partai-partai yang lain. Begitupun sebaliknya pemilih-pemilih yang di 2024 memilih Gedinra, memilih PDIP, memilih Partai Demokrat dan seterusnya itu sangat mungkin akan saling pindah satu sama yang lain. Dalam sistem bagaimana
pertarungan politik itu terjadi secara terbuka baik di pilek ataupun pilpres itu semacam kanibalisme dalam politik saling makan satu sama yang lain. Oke. Jadi ini bukan hanya soal Pak Jokowi menjadi ancaman bagi ceruk pemilih partai atau pengikut yang lain, tapi juga sebaliknya bahwa pengikut PSI, pengikutnya Pak Jokowi bukan tidak mungkin kalau memang tidak punya portofolio yang terukur mendekati rakyat justru akan pindah ke figur-figur dan partai yang lainnya. Itu yang saya sebut, Mas. Saling memakan antar pemilih
satu sama yang lain. Oke. Memakan ceruk lain terus ceruk yang di sini kepakan juga sama yang lain. Begitu kan? Setidaknya kurang lebih begitu. Baik. Eh, Bang Fredy, saya ingin kembali tanyakan soal pertemuan yang kemarin awal Mei ya. Ee, Pak, Pak Jokowi dengan Oh, 1 Mei itu. Mm. Ada satu hal yang saya baca di pemberitaan ini. Salah satu yang dibahas membahas keberlanjutan program Pak Jokowi di pemerintahan sekarang dengan Pak Budi begitu ya. Ada apa memang dengan Pak Program Pak Jokowi dulu di pemerintahan sekarang?
Jadi begini, di dalam pertemuan dengan para relawan itu ada momen ee ketua umum kami, ketua umum Projo, Budi Setiadi sekitar 20 sampai 30 menit mereka melakukan pembicara empat mata. Oh, berarti hanya Pak Jokowi dan Pak Budi hanya Pak Jokowi dan Budiari. Oke. Nah, itu apa namanya? Foto video yang tersebar itu ee jujur itu saya yang ambil kan begitu. Hm. Nah, ee mereka yang tahu apa pembicarannya. Cuman karena ketua umum saya, saya tanya apa pembicarannya ya. Beliau menyampaikan ya tentang keberlanjutan
program-program ee Pak Jokowi di pemerintahan beliau dan ee sampai saat ini itu terus tetap terus harus kita kawal dan kita dorong. ee tentunya sebagai sesama insan politik tentu mereka berbicara banyak tentang politik lah. Nah, ee tetapi ee Pak Budi ketua umum kami hanya menyampaikan itu saja ya keberlanjutan ee programnya Pak Jokowi selama ini ee di pemerintahan sekarang itu harus kita tetap kita ee jaga dan kita dorong terus agar pemerintahan ini berhasil ee melakukan itu. dikasih contoh enggak program Pak
Jokowi dulu di pemerintahan sekarang dikasih di di [berdehem] enggak program yang terang-terang kita ee sama-sama tahu kan program Pak Joko itu yang unggulannya kan infrastruktur tentu ini termasuk IKN ya hilirisasi kan begitu ee yang paling utama kan di sini nah itu yang ee Pak Jokowi selalu ee keberlanjutan itu tentu itu kan begitu dan menjaga supaya tetap ada arahan untuk menjaga menjamin bagaimana pemerintahan ini terus Yes. jalan. Heeh. Keberlanjutannya kan di situ. Heeh. Oke. Baik. Terakhir karena durasi
kita sudah tipis nih, saya ingin kembali ke Mas Adi singkat saja. Tadi kan Mas Adi bilang pergerakan Pak Jokowi ini diperkirakan ini akan juga paling tidak setidaknya untuk dua hal. PSI sebagai partai yang karena mengidentikkan dirinya dengan Pak Jokowi dan yang kedua adalah Gibran. Nah, kita tahu ee bahwa pergerakan Pak Jokowi ini kalau untuk ee seorang Gibran Rakabing ini apakah bisa dimaknai ini adalah langkah Pak Jokowi untuk menjaga bergening politik seorang Gibran Rakabumi nanti di Pemilu 2029?
Ya, saya kira bisa dibaca dalam konteks itu. Tapi yang jelas ketika betul kalau Pak Jokowi itu adalah belusukan di bulan depan, Mas Reno, ini kan sebagai upaya supaya bagaimana Pak Jokowi itu terus menjadi spotlight terkait dengan bagaimana kontestasi yang terkait dengan pemilu kita di 202. Karena apapun Pak Jokowi itu adalah salah satu variabel dan bahkan menjadi komoditas politik di negara kita. Per hari ini tentu saja kanan kiri banyak sekali orang partai, dan figur yang sangat identik dengan Pak
Jokowi. Semakin sering Jokowi turun ke bawah maka akan semakin sering bagaimana jejaring-jejaring politiknya yang dulu kala itu menjadi bagian dari Pak Jokowi kemudian bisa diamplifikasi. Tujuannya adalah untuk sama-sama tegak lurus. Kalau Jokowi mendukung PSI, kalau Pak Jokowi terus membersamai Gibran, bukan tidak mungkin. Ini adalah faktor kunci bagaimana PSI dan Giberan bisa terderek secara otomatis terkait dengan popularitas dan elektabilitas mereka di masa-masa yang akan datang. Jadi itu memang teori dasarnya apakah ini akan
terbukti ataupun tidak. Saya tidak ingin mendahului kehendak Tuhan. Maka kita tinggal tunggu di 2029 apakah gaya belusukan Jokowi setelah tak lagi jadi presiden, tidak ada lagi instrumen-instrumen kekuasaan yang melekat itu. Jokowi masih setangguh dahulu kalah. ataukah justru sebaliknya seperti mantan-mantan presiden terdahulu kesaktiannya itu tidak terlampau kuat secara signifikan. Oke, Mas Adi, Bang Fredy terima kasih untuk diskusinya di kesempatan kali ini. Kita nantikan dinamika-dinamika politik ke depan
secara khusus bagaimana menuju ya masih 2026 sih tapi pemanasannya tadi sudah dibilang Mas Adi dan sudah dari sekarang nih untuk Pemilu 2029. Stretching Mas Adi. Stretching. Oh, stretching. Kalau sebelum lari stretching dulu berarti ya. Oke, thank you Bang Freddy, Mas Adung di lain waktu dan saudara itu tadi adalah liputan untuk kasih Fredi. Terima kasih sukses selalu Mas Adi, Bang Fredy dan kita akan akhiri liputan Toks untuk kali ini. Kita jumpa di lain waktu. Saya tunggu opini Anda sebagai masyarakat di kolom komentar. Sampai
jumpa. Salam IC TV. Yeah.

Komentar