Baru 3 minggu di sananya udah perilakunya udah banyak berubah banget. Yang sebelumnya dia ceria, dia ini sempat dia ngalami trauma. Ada kemungkinan ada kemungkinan setiap anak itu cuma dua tiga kali suap sudah selesai terus makanan dibuang begitu saja. Ada kemungkinan seperti itu karena bukti di lapangan ketika penggerebekan itu ada dua ember makanan sisa. Kita akan melihat lebih dekat dari TKP ini. Kita bisa melihat seperti apa kondisinya. Di depan sini sudah tertera banner besar ya. Ini eh daycare Little
Aresha yang menjadi tempat di mana perlakuan keji dari perawat tersebut dilakukan kepada anak-anak tersebut. Dan seperti inilah kita bisa melihat banyak sekali vandalisme yang dilakukan oleh ee masyarakat terkait dengan kemarahan. Karena memang ee ini adalah aksi yang sangat tidak berperi kemanusiaan ya. Apalagi anak-anak kecil belum tahu apa-apa. Mereka diperlakukan sebegitu jahatnya. Iya. Kita kiranya kan mungkin ee apa mereka ee nangis karena e apa namanya untuk berpisah dengan orang tuanya mungkin ya kan. Namanya anak usia
seperti itu mungkin wajarlah ya kalau mereka memang sangat ee apa namanya? Rewel. Heeh. Tapi sebentar kalau selang kemudian kita kira juga oh jamjam siang gitu jam . jam . Oh kita kira tidur nih. Enggak nyangka kalau ternyata ya seperti itu. Kita anggap di jam-jam wajar mereka pas diantar aja kita kira terus udah reda udah reda jam ya setengah jam lah. Terus kalau di istilahnya apa bahasa [musik] Jawa itu di Dede itu apa ya? Di jemur ya anak bayi gitu. Itu durasinya cuman berapa detik? [tertawa] Cepat,
cepat banget kok dijemur. Kan memang harusnya kan ya paling enggak 10 menit biasanya kan gitu. Ini cuman sebentar. Kalau di jemur juga posisinya di sana. Melihat videonya langsung syak lah. Syok lah. Mau minta video enggak boleh keluar. Aku enggak. Iya. Kok videonya sekarang malah tersebar di mana-mana terus pas wajahnya anak saya yang tertampa jelas. [tertawa] Baru 3 minggu di sana udah perilakunya udah banyak berubah banget. Yang sebelumnya dia ceria, dia ini sempat dia ngalami trauma berat. Tidur itu enggak
mau. Enggak mau diajak di kasur, maunya cuma di lantai. Terus susu tuh biasanya mau sampai 210, 250 cuma maunya 60, 90. itu sering muntah mau makan nasi biasanya mau itu sudah enggak mau dibuang semua makanan ada jurnal dan itu ada ee fungsi motoriknya gimana dikasih makan berapa, kemudian boboknya berapa menit itu sangat detail sekali Mbak dikirimnya 4 hari cuti [berdehem] semua dan tidak dipersoalkan ya oleh anak saya boboknya masih keganggu sih tiap jam psikolognya gangguan makan juga kita sudah ada
pendampingan gizi sama ahli gizi pribadi saya ke rumah sakit RSUP gitu dikasih heptasan berat badannya karena mediannya hampir ke bawah ya jadi kita seoptimal mungkin sebagai orang tua mengobati semua itu. Jadi kami fokus ke pengobatan. Jujur saya mengutuk mengutuk benar-benar apa yang dilakukan oleh mereka dan ee bukan cuman diikat doang, tapi mereka dibiarin cuman pakai celana doang. Betul. Dan itu di disatuin sama lantai gitu yang di mana udah pasti mau dingin. Udah gitu traumanya kita enggak ada yang tahu
akan hilang sampai kapan. Terus ee cuman kan kalau deeker tuh kan beda ya sama panti asuhan ya. Kalau panti sound kan memang orang dan anak-anaknya yang memang tinggal di sana. Kalau diir kan berarti kan menitipan kan. Betul. Jadi kita orang tua kerja anak kita bayar mereka untuk menitip anak kita. Nah, ketika orang tua udah bayar kenapa digituin? Maksud gua buset lu tuh ee dibayar gitu. Orang yang menitipkan anaknya ke sana itu bukan cuman asal nitipin aja loh. Lu juga punya tanggung jawab. Jadi harusnya
kalau emang lu enggak mau dan enggak suka melakukan pekerjaan itu, lu jangan ambil pekerjaan itu dong. Itu kan juga manusia gitu. Masa aduh itu mah udah menurut aku yang melakukan hal itu sih udah enggak tahu deh. Udah kayaknya iblis pun juga enggak mau disamain sama mereka gitu. Kecewa banget, Mbak. Karena ee memang untuk penampilan pemilik ownernya itu Budiah itu tuh memang terkesannya seperti agamis, lembut. Jadi kami itu percaya banget karena memang kita pikir Budia itu [musik] setiap harinya ada di
situ, Mbak. Jadi setiap hari di situ kita pikir ya namanya dayare dipantau langsung oleh ownernya. Harapan kami tidak ada tindak kekerasan di situ. Ternyata malah justru si owner itulah yang diduga sebagai [musik] otak dari semua ini. Yang TK tadi ibunya bilang enggak ada apa namanya kayaknya enggak ada penyiksaan. Tapi saya berkoordinasi dengan yang wali murid lain, tapi menyaksikan anak saya itu diikat juga di TK, diikat sambil duduk. Anak saya itu diikat sambil duduk cuman enggak cerita sampai sekarang. Terus
saya tanya, “Oh, iya toh, Bu.” “Iya, temannya anak saya namanya Brilian.” Terus Brilian itu diikat sambil duduk. Temannya yang cerita malahan ke saya diikat sama duduk. Tapi anak saya itu sampai sekarang enggak enggak cerita. Kebetulan ee anak adik saya itu yang saya [musik] sebut sebagai anak ketiga saya itu ada di dalam video penggerebekan itu. Ee anak saya itu [musik] ada di situ. Jadi kelihatan anak saya itu diikat. Anak saya cuma cuman bisa lihat kanan kiri, lihat kayak
pasrah. Ya, kami tuh enggak tahu ternyata selama setiap harinya itu disiksa seperti itu ya. Bagi saya itu penyiksaan ya. Karena hak anak itu kan bermain belajar dengan keadaan ceria seperti itu. Ternyata di dalam situ mereka diikat. Mereka tidak diberikan hak untuk bermain. Infonya yang beredar. Mereka hanya dilepas ketika mau makan dan mau mandi. Karena ketika makan kita itu kan difoto, Mbak. Mereka memberikan repot harian. Jadi kita enggak ada menaruh ceria [musik] karena itu, karena setiap hari ada repot harian.
Pemirsa, ee ini adalah reaksi orang tua korban ketika datang langsung lagi ke tempat ini. Terakhir datang kapan, Mbak? Jumat. Pas digerebeknya itu digerebek itu waktu itu anak waktu dijemput tuh kondisinya gimana? Nangis atau mungkin enggak nangis sih, tapi lebih ke kayak linglung sih, Mbak. Dalam keadaan enggak pakai baju juga ya? Ee pas di ke saya udah udah lengkap. Oh, berarti memang sudah diberesin dulu di apa dalam terus akhirnya sama orang tua udah. Iya. Ibu berarti kalau misalkan boleh dijelasin enggak setiap hari rutinitas
ibu mengantar anak ke sini tuh gimana? E pagi aku antarin nih sekolah ke sini, aku titipin ke sini pagi terus suaranya aku jemput itu aja terus berulang. Berarti ini ee memang gerbang utamanya menuju ke ngant cuma bolehnya sampai sini aja kalau enggak batasnya sampai sini. Oh, gitu. Jadi ini aja batasnya. Tapi kalau mau masuk sana sudah enggak boleh. Oh, gitu. Makanya kita sempat lihat ada bacaan ini. Iya. Terus di sini tuh ada tulisannya juga kemarin batas untuk orang tua mengantar atau menjemput. Ee ibu jalan
dari situ bawa anak. Aku gendong anakku. Tasku tak bawain ke situ ya, Mbak. Tapi pipin di motor aku bawa bat bawa tasku terus gendong anakku terus sampai sini udah ada orang kita ada dua orang ya kepala yasan sama pengasuh dan sebagainya sama security lah ya. Terus langsung diambil anakku langsung udah ya, Mam, Mas pulang aja gitu, berangkat aja kerja digituin. Eh, ini kan berarti setiap hari disambut hangat oleh perawat-perawatnya. Enggak cuma perawat-perawatnya, tapi ada juga ownernya langsung alias kepala
yayasannya langsung. Ada. Malah minggu-minggu pertama itu anakku yang bawa masuk adalah kepala yayasan. Jadi, aku pikir, “Oh, kepala yayasannya aja welcome nih yang sama anakku.” Tapi enggak pernah kepikiran sampai segitu. Dibilang tempat Little Aresia ini memang harganya cukup pricey. [musik] Kita satu anak itu sekitar ada yang R,3 juta, ada yang 1,250 gitu ya. Untuk itu per anak. Harapan kami memang [musik] seperti yang dijanjikan oleh Budia, Budia itu menjanjikan dua pengasuh tiga anak. Ya,
harapan kami tentunya berarti anak-anak kami [musik] terjaga dengan sangat baik. Seperti itu tuh janji pertamanya. Memang kita dijanjikan ee ruangan tuh berac, ventilasi cukup, terus makan [musik] itu memang sesuai 4 sehat lima sempurna. Ternyata ee juga ada ketika penggerebekan baru tahu ada 2 ember atau 3 ember ee bekas makanan. Itu berarti kan ee anak-anak itu tidak diberikan makanan sesuai porsi mereka sampai habis. Ada kemungkinan ada kemungkinan setiap anak itu cuma dua tiga kali suap sudah selesai terus makanan dibuang
begitu saja. Ada kemungkinan seperti itu? Karena bukti di lapangan ketika penggerebekan itu ada dua ember makanan sisa anak-anak. Berarti kan setiap anak tidak habis. Logikanya kan seperti itu. [musik] If this thing happen to your kids, eh aku cuma mau bilang bahwa empati manusia tuh harus selalu dibangun kalau kita enggak punya capability untuk mengurus anak. [musik] Karena kids comes with responsibility. Jangan buka bisnis yang berhubungan dengan anak-anak. Karena being parents, eh [musik] become
eh apa namanya? a teacher for the kids itu enggak main-main loh. Dan itu bukan cuma sekedar tugas menurut aku. Itu [musik] tanggung jawab kita kepada Tuhan. Karena anak-anak ini ada yang namanya inner child trauma. Kita enggak tahu secara fisik mungkin anak-anak ini [musik] eh they will be ok. Tapi kita enggak pernah tahu luka batin yang mereka terima. Mereka bisa menjadi orang-orang yang very mean menjahat apa e kepada orang lain lagi. Tapi aku berdoa mudah-mudahan tidak ya. [musik] Iya pakai masker ya.
Jadi kalau full-nya video tuh enggak ada, Mbak enggak dikasih cuma penggalan-penggalan aja terus diedit kan kita mintanya tuh minta yang full ya, tapi mau enggak dikasih gitu pakai masker kan Mbak. Iya. Cuma boleh dilihatin tuh pakai masker perawat-perawatnya dilihatin ke kamera tuh pakai masker kamera digini boleh dikedepanin apa kan kelihatan kayak habis nangis kan Mbak iya kalau orang tuh enggak kayak gini loh Mbak iya bengkak soalnya matanya ya ini Ibu ini yang kena Ya Allah berarti kemarin tuh separah ini sampai
ke leher tangannya eh dia tuh enggak pernah Pernah rewel, Mbak. Selama itu enggak pernah rewel, enggak pernah ini anteng, enaknya nurut, terus baik lagi dia welcome sama teman, sama orang lain. Ya, habis dari itulah dia berubah drastis. Mengatasi trauma pada anak. Salah satunya adalah anak harus diberikan rasa aman. Rasa aman artinya didekat dengan orang yang dia ee apa? Percaya seperti orang tua atau anggota keluarga lainnya. di mana ketika anak diberikan ee rasa aman ya, didampingi dengan orang yang
dia percaya, maka akan ee secara psikologis akan ee apa ada recovery secara mental begitu. Karena dia merasa ada ruang aman, ada rasa aman yang dimunculkan setelah terjadi kekerasan. Iya, ya. Ini tasnya yang biasanya aku bawain ya. Tapi karena anduknya itu udah enggak ada anduknya itu soalnya dari sekolah dari DKR kayaknya mungkin ditaruh di sana deh, Mbak. He biasanya dapat anduk. Dapat anduk basip sabun kayak alat mandi gitu sebenarnya cuman enggak tahu ya dimandiin bener atau enggak. Soalnya aku
dapat tadi dapat kabar juga dari wali murid lain itu katanya dikasihnya dimandiinnya dimandiin bebek jadi ngasal gitu dimandiinnya. Itu kan tadi bawain baju nih, Mbak. Bisa dilihatin ee kamera ini. Berarti beberapa baju yang biasanya sering dibawa. Ee waktu itu sempat disuruh juga berarti sama dayernya untuk bawa baju ganti nih, Bu. Iya, emang wajib. Terus ada terus ada juga disuruh bawa plastik sendiri buat ee media untuk buang. Jadi mereka itu enggak mau yang bekas anak kita itu mereka yang buang, kita yang suruh buang sendiri.
Terus baju kotor entah itu baju kotor itu basah atau gimana, kadang-kadang ditali doang kayak dikasih plastik gitu, Mbak. Oh, jadi ini nih misalnya baju terus dimasukin ke dalam plastik gitu. Iyaalah. Pokoknya intinya tuh biar ee kelihatan kalau misalkan sudah dipakai bajunya. Heeh. Dan itu rapi banget. Jadi setiap pulang sekolah itu tuh kayak gini, Mbak. Bentuknya selalu bersih kayak gini. Ada bekas makanan enggak ada. Harusnya kan palingnya sisa atau gimana? Karena aku bawain tuh ini tuh ada dua kalau enggak tiga. Jadi
sarapan terus ada snacknya jajanan pasar atau apa atau puding atau apa aku bawain to selalu sih kayak gini selalu bersih.

Komentar