Olahraga
Beranda / Olahraga / Kacau Bos Q MBAPPE! Takdir Vinicius Junior dan Ousmane Dembele Bolak Balik!

Kacau Bos Q MBAPPE! Takdir Vinicius Junior dan Ousmane Dembele Bolak Balik!

Sepak bola kadang terasa seperti panggung sulap. Satu pemain datang sebagai matahari, tapi anehnya justru membuat bintang lain kehilangan cahaya. Lebih aneh lagi, di tempat berbeda kepergiannya malah melahirkan monster baru. Ada yang tadinya dielu-elukan sebagai pewaris takhta dunia lalu perlahan seperti tenggelam di kapal yang sama. Sementara di sisi lain ada yang sebelumnya cuma figuran, pelayan pesta, pengantar bola bagi sang raja tiba-tiba berubah jadi pemeran utama. Ironisnya, benang merah dua nasib [musik] yang

jungkir balik ini orang yang sama. Dialah Kilian Mbappe. Sedangkan pemain yang bertukar nasib itu adalah Vinicius Junior dan Osmane [musik] Dembélé. Bagaimana keberadaan Mbappe berpengaruh pada nasib Venicius [musik] dan Dembél? Mungkinkah Mbappe memang seorang bintang yang sinarnya akan membunuh cahaya dari bintang lainnya? [musik] Cepat, lincah, akrobatik, lapangan tak ubahnya panggung bagi Vinicius untuk menari mempertontonkan Jogo Bonito. Orang-orang di atas teribun dipaksa melek. Tak boleh ketinggalan sedetik pun

tarian Vini. Begitu indah, begitu menakjubkan. Namun seperti puisi yang ditulis penyair berdarah dingin, pergerakannya yang indah mendatangkan bahaya. Musim 2023-2024 bisa dibilang salah satu musim terbaik pemuda yang kini berusia 25 tahun itu. Carlo Ancelotti, pelatih yang menukangi Real Madrid saat itu membangun tim ini dengan Vini sebagai pusat permainannya. Posisi sayap kiri paten untuknya. Vini menjelma penyerang sayap kiri yang absolut. Tak ada waktu untuk memperdebatkan kualitasnya. 24 gol dan 11 asis di

seluruh kompetisi ia lukis [musik] musim itu. Iya, Vini memang sehebat itu. Kehebatannya tak dimakannya sendiri. Ia bersama Real Madrid, tim yang memberinya penghidupan meraihla Desimo Quinta. Golnya turut jadi penentu kemenangan Real Madrid atas Borussia Dortmund. Tak berhenti sampai di sana, panel teknis Liga Champions menobatkannya sebagai UCL player of the season. 6 gol dan 5 as yang diciptakan sepanjang kompetisi ditambah satu gol penentu di final adalah bukti sahih kenapa Vini layak memperoleh status itu. Apakah prestasi

Vini hanya sampai di sana? Tarian sambahnya baktena yang mengukir prestasi setelah gelar Liga Champions menjadi player of the season di Liga Champions, Vini lalu masuk sebagai kandidat kuat untuk meraih supremasi tertinggi bagi pesepak bola Eropa. I Balondor. Tapi semesta masih belum memihak Vini. Balondor 2024 justru menjadi rezekinya Rodri. Real Madrid pun tersinggung egonya kena. Mengetahui bocoran Balondor lebih dulu, Los Blancos melancarkan boikot karena bukan Vini pemenangnya. Real Madrid merasa tidak dihormati oleh

Real Madrid Anjay Pernah Bangkrut! Rahasianya Bikin Klub Lain Membuatnya Sangat Iri

UEFA dan penyelenggara Balondor yang tiada lain France Football. Padahal menurut mereka Viniciuslah yang layak, bukan Rodri. Balondor 2024 yang diraih Rodri adalah perampokan. Kita tahu setelah itu V lebih sering tantrum seperti balita tak dibelikan es krim. Tapi Vini tetap berusaha siapa tahu Tuhan memberinya keberuntungan di musim berikutnya. Namun Tuhan sepertinya lagi-lagi tidak memihak Vini. Pada awal musim 2024-2025, Real Madrid mendatangkan Kilian Mbappe dari PSG. Gratis tapi tidak benar-benar

gratis. Kontrak Mbappe memang habis. Madrid tidak perlu membayar biaya transfer ke PSG. Tapi Madrid tetap membayar bonus penandatanganan kekilian Mbappe, agen dan pengacaranya. Sky Sports melaporkan Real Madrid mesti mengeluarkan setidaknya 125 jutao untuk bonus penandatanganan tersebut. Ini menjadikan BPPE pemain gratis termahal. Gimana tuh, Min? Pemain gratis kok termahal? Ya gitu deh. Semacam sudah tapi belum kali. Sudah tapi belum. Tidak hanya mengeluarkan duit untuk biaya penandatangan. Real Madrid juga

membayar gaji Mbappe sebesar 15 sampai 20 jutao per tahun. Nah, ketika Mbappe datang terjadilah benturan taktik. Iya. Dan Vinicius tipe penyerang yang sama-sama nyaman bermain di sisi kiri. Tapi ini kan mau main bola bukan turun dari angkot. Mau enggak mau harus ada yang mengalah. Akhirnya kedua pemain sering bertukar peran dan posisi. Mbappe awal-awal kesulitan tapi lambat laun membuktikan bahwa dirinya adalah mesin gol. Sementara Fini kehilangan kreativitas. Penampilannya cenderung melorot. Lihat saja musim lalu jumlah

golnya menyusut jadi 21 gol di seluruh kompetisi. Fini lebih sering menjadi pelayan buat Mbappe dibuktikan dengan jumlah asis yang meningkat jadi 15 asis musim itu. Sayangnya torehan ini malah tak cukup membuat nama Vini diperhitungkan jika pada musim sebelumnya Vini jadi runner up Balondor musim ini turun ke peringkat 16. Sedihnya jika musim sebelumnya meraih Liga Champions, musim itu tak satu pun trofi mayor didapatkan. Real Madrid dikalahkan Barcelona di perebutan gelar kompetisi domestik di La Liga, Kopa Del

Re, bahkan Piala Super Spanyol. Sedangkan di Liga Champions, Los Blancos diusir oleh tim medioker Arsenal di babak perempat final. Apa yang dialami Vini sama seperti yang pernah dialami oleh Osmane Dembélé. Waktu Mbappe masih di PSG, Dembele juga para pemain lain hanya jadi pelayan. Golnya pun seret, hanya enam gol sepanjang musim 2023-2024. Selain karena Dembél sedang beradaptasi setelah lama absen bermain saat di Barcelona, PSG sebagai tim memang dibangun untuk melayani Mbappe. Starting Leven Story sudah sering bilang bahwa

Tanpa Pep Guardiola! Liga Inggris Suasana Depan Pasti Dijamin Lebih Sangat Seru?

strategi ini menjadi salah satu alasan kenapa PSG kesulitan menjuarai Liga Champions. Arahnya ke tebak dan kolektivitas mati. Mbappe malas bertahan. Tak cuma Mbappe, dulu ketika masih ada Neymar dan Messi, kedua pemain itu juga malas bertahan. Padahal sepak bola sekarang para penyerang tidak hanya dituntut bisa nyetak gol, tapi juga rajin turun ke belakang. Di ruang ganti ego, pemain bintang termasuk MPP masih sering jadi persoalan. PSG lebih sering disibukkan oleh drama internal ketika Mbappe masih

berada di tim ini ketimbang prestasi di kancah Eropa. Balik lagi ke Dembele karena cuma jadi pelayan. Sorotan tidak mengarah padanya. Setiap kali menyebut PSG, Mbappah yang ada di ingatan banyak orang. Hal inilah yang bikin Dembele tak dipertimbangkan sebagai kandidat balondor. Lagimana golnya saja cuma enam. Jangankan kandidat kuat, masuk nominasi saja, tidak Mbappe yang masuk nominasi Balondor saat itu. Barulah ketika Mbappe merapat ke Bernabeu pada awal musim 2024-2025, Dembele lepas dari bayang-bayangnya.

Luis Enrique juga makin ngosak ngase untuk menyulap tim ini. Usai tanpa Mbappe, pelatih jenius itu menjadikan Osmani Dembé sebagai penyerang. Namun, pemain yang menikah di Maroko ini tidak mengambil peran sebagai penyerang murni tapi false n Enrique ingin selain fokus menyerang dan mencetak gol, Dembele juga turun ke belakang. Entah untuk membuka ruang maupun menciptakan link up play bersama pemain lain. Hasilnya pun sungguh tok chair. Dembele yang semula cuma nyetak 6 gol pada musim 2024-2025 meningkat jadi 33 gol di semua

kompetisi. Berbeda dengan Mbappe yang tak berpengaruh besar untuk PSG, ledakan Dembele ini justru mengantarkan tim ini ke titel yang selama ini diimpikan. I Liga Champions Eropa. Malahan bukan cuma itu, Dembele dan PSG melengkapi trofi dengan menjuarai League, Cop the France, dan Tropy Des Champions. Inilah untuk pertama kalinya Paris Saint-Germain meraih quadrupel. Pencapaian ini dan pengaruhnya yang besar membuat Dembél yang semula bahkan tak masuk dalam 29 nominasi merebut penghargaan Balondor

pada tahun 2025. Pada akhirnya kisah Dembele dan Vinicius ini ibarat dua cermin yang saling berlawanan. Keduanya dipertemukan oleh nama yang sama Kilian Mbappe. Satu meredup ketika harus berbagi langit dengan bintang yang lebih besar. Satu lagi justru bersinar saat bayangan raksasa itu pergi. Jika kamu pelatih Real Madrid, siapa yang akan kamu korbankan untuk menyelamatkan tim musim depan? Venicius Junior atau Kilian Mppe.

Nama Doang Gede, Hasilnya Kosong! Bintang Ini Gatot Loloskan Negaranya ke Piala Internasional 2026

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *