Indonesia
Beranda / Indonesia / Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate Resmi Ditutup Permanen, Ini Rekayasa Lalu Lintas Terbarunya

Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate Resmi Ditutup Permanen, Ini Rekayasa Lalu Lintas Terbarunya

Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat
Foto Dibuat Oleh Ai Google Plus Akun Dari : Fajar Hidayat

Bandung, Indonesia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup permanen Jalan Diponegoro yang berada di depan Gedung Sate sebagai bagian dari proyek penataan dan integrasi kawasan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak 10 Juli 2026 disertai rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di pusat Kota Bandung.

Penutupan Jalan Dukung Penataan Kawasan Gedung Sate

Penutupan Jalan Diponegoro dilakukan untuk mendukung pembangunan kawasan terpadu yang akan menghubungkan halaman depan Gedung Sate dengan Lapangan Gasibu. Setelah proyek selesai, ruas jalan tersebut tidak lagi difungsikan sebagai jalur kendaraan dan akan menjadi bagian dari ruang publik yang terintegrasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan perubahan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan pusat pemerintahan sekaligus menghadirkan ruang yang lebih nyaman bagi masyarakat.

Proyek Ditargetkan Rampung pada September 2026

Berdasarkan informasi yang dipasang di lokasi proyek, pekerjaan penataan kawasan dijadwalkan berlangsung hingga 7 September 2026. Selama masa pembangunan, akses kendaraan di sekitar lokasi diatur melalui skema rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan Jawa Barat.

Petugas juga ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk membantu pengguna jalan dan mengurangi potensi kepadatan lalu lintas selama masa penyesuaian.

Ahli Waris PPPK di Kepri Terima Santunan Rp832,8 Juta, TASPEN Tegaskan Komitmen Perlindungan ASN

Rekayasa Lalu Lintas Berlaku di Sejumlah Ruas Jalan

Sebagai pengganti akses melalui Jalan Diponegoro, kendaraan kini diarahkan melewati beberapa jalur alternatif, yaitu Jalan Sentot Alibasyah, Jalan Surapati, dan Jalan Majapahit. Rekayasa ini diterapkan untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama proyek berlangsung.

Selain itu, dilakukan penyesuaian arus kendaraan di beberapa persimpangan sekitar Gedung Sate agar distribusi lalu lintas tetap berjalan lancar dan mengurangi risiko kemacetan.

Pengendara Diimbau Mematuhi Rambu Lalu Lintas

Dinas Perhubungan mengimbau masyarakat untuk memperhatikan rambu-rambu sementara, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan. Pengendara juga diminta membatasi kecepatan kendaraan hingga maksimal 30 kilometer per jam saat melintasi area rekayasa lalu lintas demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan pekerja proyek.

Penataan Kawasan Diharapkan Tingkatkan Kenyamanan Publik

Integrasi kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu diharapkan menghadirkan ruang publik yang lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Selain mempercantik wajah pusat pemerintahan Jawa Barat, proyek ini juga ditargetkan meningkatkan kualitas kawasan sebagai destinasi wisata, kegiatan masyarakat, dan ruang terbuka hijau di Kota Bandung.

Wapres Gibran Tinjau Progres Tol Probolinggo–Banyuwangi, Pemerintah Percepat Penyelesaian Proyek

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *