Olahraga
Beranda / Olahraga / Habis Manis Sepah Dibuang! Pelatih Yang Ini Malah Digeplak Sesudah Bawa Timnya ke Piala Dunia 2026

Habis Manis Sepah Dibuang! Pelatih Yang Ini Malah Digeplak Sesudah Bawa Timnya ke Piala Dunia 2026

Habis manis, sepah dibuang. Yes. Itulah peribahasa yang tepat menggambarkan apa yang terjadi pada pelatih-pelatih berikut ini. Mereka telah mengerahkan 100% tenaga dan pikiran demi mengantarkan tim yang dilatih ke Piala Dunia 2026. Bahkan berkat arahan mereka, tim yang dibesut mendapat kesempatan debut di event 4 tahunan. Tapi apa yang terjadi? Mereka justru di Depak hanya beberapa bulan jelang kickof. Alasannya bervariasi, [musik] tapi pada dasarnya negara-negara tersebut tidak tahu diuntung. Bukannya balas budi, federasi

malah mengakhiri kerja sama dengan orang-orang yang berjasa ini. Lantas siapa saja pelatih yang justru dipecat setelah membawa timnya lolos ke Piala Dunia 2026? Benarkah salah satu di antaranya pernah dikalahkan Indonesia di kualifikasi? Arab Saudi ini benar-benar kufur nikmat. Bisa-bisanya mereka enggak bersyukur dengan melepas pelatih yang dua kali beruntun meloloskan mereka ke Piala Dunia. Mungkin setelah ini Herverenar sudah tak mau lagi bersinggungan [musik] dengan sepak bola Saudi. Habisnya

pengorbanan yang telah dia lakukan untuk Green Falcons tidak dihargai. Sempat dipecat setelah terhenti di fase grup Piala Dunia 2022. Reenard dipanggil lagi untuk kualifikasi edisi 2026. Pelatih asal Prancis itu menggantikan Roberto Mancini di pertengahan putaran ketiga zona Asia. Lenard kembali ke pinggir lapangan saat Saudi ditahan Australia 0-0 pada 14 November 2024. Kendati sempat kalah 2-0 dari King Indo di Gelora Bung Karno. Renard antarkan Saudi ke putaran keempat dengan berakhir di posisi ketiga [musik] grup C.

Menariknya Reen kembali bertemu dengan skuad Garuda yang sudah dilatih Patrick di grup B putaran keempat. Tapi kali ini ia berhasil memimpin Ali Albulaihi CS [musik] menyingkirkan Indonesia dan Irak di depan. publik sendiri. Tiket Piala Dunia 2026 pun digenggam dan menjadi keikut sertaan ketujuh bagi Saudi. Namun bukannya mendapat dukungan, Renard malah dikirimi pemberitahuan yang menyakitkan. Federasi Sepak Bola Saudi umumkan kabar pemecatan Reen pada 17 April lalu. Bersumber dari ESPN, eks pelatih Pantai

Gading itu dipecat dengan alasan hasil jelek di dua uji coba Maret. Saudi masing-masing takluk 04 dari Mesir dan 2 dari Serbia. Sebagai gantinya, Saudi menunjuk pelatih Alharij Georgios Doni sebagai suksesor Renart. Apa jadinya timnas Uzbekistan jika tanpa campur tangan timur Kapanze? Tiga periode menjadi pelatih The White Wolfs. Kapanze adalah kunci di balik terciptanya sejarah baru Uzbekistan. [musik] Tergabung di grup A kualifikasi putaran ketiga zona Asia, Uzbek menjadi tim terkuat kedua setelah Iran. Dari 10

Real Madrid Anjay Pernah Bangkrut! Rahasianya Bikin Klub Lain Membuatnya Sangat Iri

laga, Eldor Somurodov CS finish di posisi runner up dengan 21 poin. Dengan begitu, Kapaz menjadi pelatih pertama dalam sejarah Uzbekistan yang membawa negara pecahan Uni Soviet itu ke putaran [musik] final. Atas pencapaian dahsyat ini, semula Kapanze mendapat penghargaan dari presiden berupa mobil listrik [musik] mewah. Sayangnya tak lama setelah itu Kapanze dikhianati oleh Federasi Sepak Bola Uzbekistan. Posisi Kapan Z disingkirkan oleh Fabio Kanavaro yang dipilih sebagai pelatih kepala di Piala Dunia nanti. Mantan

kapten timnas Italia itu dilantik dengan alasan punya pengalaman lebih soal atmosfer Piala Dunia. Sebuah alasan yang sedikit aneh mengingat pengalaman Kanavar Faro didapat waktu menjadi pemain. Sementara saat menjadi pelatih, pemain Parma itu terhitung mediokar. Pasca tergusur dari posisinya sebagai pelatih kepala, federasi sempat menawari Kaz sebagai asisten Kanavaro. Namun Kapaz yang kadung sakit hati menolak tawaran tersebut. Pernah dikaitkan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia karena terlihat salat di [musik] Masjid

Istiqlal. Pria 44 tahun itu memilih meneruskan hidup sebagai pelatih [musik] NAF Bahor di liga lokal. [musik] Di kalangan para pemain Maroko, Walid Regragu adalah sosok yang sangat [musik] berjasa. pertama kali memimpin pada Agustus 2022. Regragui menjelma sebagai pelatih tersukses Maroko. Ia mengukir tinta emas sebagai pelatih pertama dalam sejarah Maroko yang berhasil menembus semifinal Piala Dunia 2022. Tak hanya itu, Regragui juga berjasa di balik munculnya generasi emas terbaru Maroko yang sekarang menjadi tulang punggung

tim. Di bawah rezimnya, Maroko sukses mengunci tiket Piala Dunia 2026 dengan memuncik grup E zona Afrika. Hebatnya, Maroko bahkan menjadi delegasi Afrika pertama yang dipastikan lolos ke benua Amerika. Namun, semua pencapaian manis itu harus berakhir nestapa bagi Regragu hanya karena kalah di final Piala Afrika 2025 atas Senegal. Sebelum akhirnya gelar diberikan ke Maroko karena satu kasus. Soal ini kamu bisa menonton video starting 11 story sebelumnya. Nah, kekalahan atas Senegal tersebut kabarnya

membuat ia dikritik habis-habisan oleh Federasi Sepak Pola Maroko, khususnya datang dari sang presiden sampai akhirnya ia memilih mundur dari jabatannya pada 5 Maret. Ada desas-desus yang bilang bahwa Regragui mundur karena tak kuat mental dengan kritikan tajam itu. Meski begitu, sang pelatih berdalih bahwa keputusan tersebut diambil karena ingin memberi kesempatan bagi pelatih lain untuk memimpin. Setelah kepergiannya, Maroko pun bergerak cepat menggantinya dengan Muhammad Owahbi, sosok yang sebelumnya melatih timnas

Tanpa Pep Guardiola! Liga Inggris Suasana Depan Pasti Dijamin Lebih Sangat Seru?

Maroko U-20 sejak tahun 2022 dan baru menjuarai Piala Dunia U-2025. [musik] Oto ado harus menelan Pil Pahit karena tidak bisa menikmati hasil jer payahnya sendiri dalam membawa Gana ke Piala Dunia 2026. Sebab ia dipecat pada 31 Maret dan langsung digantikan oleh Carlos Queros, sosok pelatih yang jauh berpengalaman di Piala Dunia bersama Portugal dan Iran. Keputusan ini terasa cukup ironis karena ADO sosok yang sukses mengantarkan The Black Stars lolos dari grup I zona Afrika dengan hanya mengalami satu kali kekalahan.

Media asal Ghana Puls menulis bahwa setidaknya ada dua alasan utama di balik pemecatan mendadak sang pelatih. Pertama, ADO dinilai tidak mempunyai karakteristik dan gaya bermain yang jelas untuk tim. Di periode keduanya menjabat gana asuhan AD seringkiali tampak bermain sangat reaktif daripada proaktif. Akibatnya Antoan Semenyo dan kawan-kawan kerap kesulitan dalam mengendalikan permainan, membangun serangan yang terstruktur, atau sekedar mempertahankan organisasi pertahanan mereka dengan solid. Alasan kedua adalah

hasil yang sangat buruk di laga uji coba sepanjang bulan Maret di mana Ghana menelan kekalahan di dua pertandingan. Skuad The Black Stars tercatat kalah tipis 2-1 dari Jerman dan dibantai habis-habisan oleh Austria dengan skor telak 5-1. Kombinasi performa buruk dan taktik yang tidak konsisten inilah yang akhirnya membuat federasi kehilangan kesabaran dan mendepaknya dari kursi ke pelatihan. Tak jauh berbeda dengan nasib Otoado, Sami Trabelsi juga harus didepak dari kursi ke pelatihan Tunisia karena hasil

buruk yang diraih setelah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Rabelsi meninggalkan posisinya setelah Tunisia tersingkir di babak 16 besar Piala Afrika 2025 usai dikalahkan oleh Mali pada 5 Januari lalu. Sebelum kekalahan tersebut, Rabelsi memang sudah sempat dihujat karena performa Tunisia di babak penyisihan grup Piala Afrika tidak terlihat bagus. Selama turnamen tersebut mereka hanya mampu finish di posisi kedua grup C dengan rentetan hasil yang kurang meyakinkan termasuk kekalahan 3-2 dari Nigeria dan hasil imbang 1-1 saat

menghadapi Tanzania. Tak heran jika masyarakat Tunisia sempat terbelah menjadi dua kubu soal keputusan pemecatan Trabelsi yang dinilai terlalu beresiko menjelang gelaran akbar Piala Dunia. Sebab di lain sisi, Trabelsi adalah orang yang sukses mengantarkan Tunisia lolos ke Amerika Serikat dengan predikat sebagai pemuncak grup H kualifikasi zona Afrika. Keberhasilan ini sebenarnya sangat krusial karena berhasil meneruskan catatan impresif The Eagles [musik] of Cartge yang selalu lolos ke putaran final sejak edisi 2018

Nama Doang Gede, Hasilnya Kosong! Bintang Ini Gatot Loloskan Negaranya ke Piala Internasional 2026

yang lalu. Namun performa buruk di level benua akhirnya tetap membuat federasi mengambil tindakan tegas. Itu tadi para pelatih yang dibuang timnya jelang Piala Dunia 2026. Kira-kira akan sesukses apa negara-negara tersebut setelah memecat pelatihnya? Uh.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *