yang masih terus dikeluhkan oleh masyarakat adalah kenaikan harga kebutuhan pokok yang semakin memberatkan. Harga beras dan minyak goreng terus naik. Tidak hanya pembeli, pedagang pun resah lantaran stok barang melambat. Pasar juga sepi pembeli. [musik] Dari pemantauan lapangan pada Kamis 14 Mei 2026, harga-harga kebutuhan penting di dapur seperti beras dan minyak goreng memang mengalami kenaikan. Daripata di Pasar Tebet, Jakarta Selatan misalnya. Harga beras sejumlah varian mulai naik. Varian beras Pandan Wangi Super kini
dijual Rp23.000 perlit. Dari harga sebelumnya dijual antara 19 hingga Rp20.000 per liter. Harga sekarungnya dengan berat 20 kg dijual Rp450.000 [musik] dari harga sebelumnya Rp420.000. Varian lain seperti beras Ramos Karawang dijual Rp14.000 per liter. Dari sebelumnya dihargai Rp12.000 per liternya. Sementara untuk harga minyak goreng naik di kisaran 10% dari harga sebelumnya. Seperti kemasan Rit dijual Rp25.000 dari harga sebelumnya Rp22.000. Untuk kemasan 2 lit dijual di angka Rp47.000 naik dari harga sebelumnya Rp38
hingga Rp42.000. Untuk kemasan lebih kecil dengan berat Rp900 ml dijual di harga Rp23.000 [musik] naik Rp3.000 dari harga sebelumnya di angka Rp20.000-an. Pembeli menilai kenaikan itu memberatkan mereka. [musik] Ee kita sih sebagai rakyat ya agak berat juga soalnya kan kalau beras itu kan bahan pokok ya. Terus minyak juga kan kebanyakan raketnya memang banyak butuh minyak ya. Kalau yang mana enggak ke bawah kan mereka berpikir beberapa kali untuk membeli gitu kan karena kebutuhan bukan cuman di minyak gitu ya. Kebutuhan tuh
macam-macam gitu minyak, telur, telur juga naik semuanya naik gitu. Pedagang pun ikut resah. Kekhawatiran terbesar perputaran stok dagangan melambat karena sepi pembeli. Ya mau gimana ya? Banyak orang yang akhirnya misalnya mau beli yang 2 liter akhirnya enggak jadi yang 10 liter. Nyarinya yang paling rendah saja terendah. Itu aja sih. Banyak yang ngu juga. Aduh minyak mahal minyak mahal. Tapi gimana kan masak harus berjalan kan. Kementerian Perdagangan menjelaskan kenaikan harga beras dipicu naiknya
harga gabah di tingkat hulu yang kini mencapai Rp7.600 hingga Rp8.000 R000 per kilo. Selain itu, kenaikan biaya plastik kemasan dan ongkos transportasi ikut mendorong naiknya harga beras di pasaran. Sementara alasan naiknya harga minyak goreng yang sempat menembus angka Rp19.000 [musik] per literama, yakni loncakan harga crude palm oil atau CPO global serta tingginya biaya distribusi. Tidhari, Andika Marianto, [musik] Jakarta. K

Komentar