Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Ciye Donald Ketemu Nih Sama Xi Jinping, China Mendukung China atau AS?

Ciye Donald Ketemu Nih Sama Xi Jinping, China Mendukung China atau AS?

Jadi memang langkah RAM untuk menemui Jinping adalah langkah yang satu-satunya alternatif dia punyai saat ini. Oke. Dia tidak mungkin mengharapkan dari siapapun lagi. Baik, Pak Dian. Tadi sempat disebutkan dalam kekalahan diplomatik ataupun dalam kelimpungannya akhirnya Trump ini menemui si Jin Ping. Kita sudah tahu tentunya histori antara Amerika Serikat dan Cina ee dari perang dagang kemudian saling ee balas tarif juga. Tapi menurut Pak Dian, apakah ini akan dipenuhi oleh Cina ketika akhirnya Amerika Serikat

meminta bantuan Cina untuk menghentikan perang? Tolong diingat, Trump adalah orang yang transaksional. Segala hal dihitung dengan untung rugi. El dapat apa? Gua dapat apa sekarang dalam posisi seperti saat ini, Tran tidak sepenuhnya bisa menerapkan itu karena dia harus mau menerima atau paling tidak membuka diri bahwa dia bukan satu-satunya orang yang menentukan. Sekarang ada tokoh lain yang harus dihormati dan harus didengar yaitu Jinping. Sementara ini kita mungkin bisa kesampingkan Putin karena dia masih

sibuk dengan ee apa namanya? sis fire-nya dengan Ukraina dan dia masih banyak menghadapi masalah di Ukraina. Tapi jin ping ini saat ini satu-satunya yang bisa diandalkan untuk bisa memaksa Trump mau mendengar kata-kata dunia khususnya kata-kata Jenpik selama ini tidak ada. Karena mungkin orang seperti Trump itu Tuhan juga dia enggak punya kali ya, enggak ditakuti. Tapi ternyata sama jin ping dia takut. Oke. Eh, kita kan juga lihat ya ee Pak Dian bahwa pertemuan antara eh Iran dan juga Cina ini juga sudah dilangsungkan

oleh Menlu Iran Arakci yang juga menemui otoritas Cina sendiri. Apa yang membuat Iran ini cukup percaya diri bahwa Cina ini akan berpihak kepada Iran sekalipun kita tahu bahwa memang ee Cina bisa disebutkan sebagai sahabat Iran karena Cina juga membutuhkan Iran sendiri. Tolong diingat yang bisa menyelesaikan masalah-masalah dunia termasuk masal termasuk upaya menyelesaikan masalah Palestina misalnya adalah Jinping. Dia berhasil mengundang semua vaksin yang bertentangan ke Cina dalam masalah Palestina. Dalam masalah

Arab Saudi dan Iran, Jinping lah yang bisa mendamaikan Arab Saudi dan Iran. Artinya jin Ping memiliki ee apa namanya? Tr kartu kunci untuk bisa membuat siapapun pihak yang berperang di yang berkonflik di Timur Tengah mendengar. Dalam kaitan ini saya cuma mau mengingatkan begini. Ketika ee Arab Saudi dan Iran berdamai, apa yang didapat oleh Jinping? Investasi yang luar biasa di Saudi dan Arab Saudi dan Iran. Sementara dari Arab Saudi Iran mendapatkan minyak yang luar biasa dengan harga yang murah. Berarti apa?

Pembunuhan Warga Negara Asing Polisi Tangkap Eksekutor Pembunuhan di Bekasi

Hubungan jinping dengan Iran ini sudah sangat erat. bahkan secara militer atau politik itu juga sudah bisa dilihat kok posisi Jinping selama ini. Hanya memang Jinping menunggu waktu apakah perlu ee mewujudkan ee bantuan ke Iran secara nyata dalam bentuk ee pengiriman pengiriman senjata dan tenaganya sudah dimulai tapi pengiriman langsung kapal-kapal perang atau kapal pesawat-pesawat tempurnya belum kelihatan. Nah, di sinilah kunci yang dipegang oleh Jinping. Kalau Trump tidak mau mendengar kata-kata yang akan

disampaikan 2 hari lagi ini di Beijing, mungkin Jinping har akan mempertimbangkan kembali dukungan ke Iran lebih nyata. sehingga Amerika atau khususnya Trump akan semakin sadar bahwa dia tidak bisa menentukan orang harus apa, tapi dia harus mulai mendengar sebaiknya lu harus apa. Bukan hanya Trump yang harus dengar J Ping sekarang punya kartunya. Nah, akan menentukan itu apakah Trump masih mengedepankan syarat-syarat kepentingannya dia sendiri atau mau mencari kompromi. Buat saya rasanya pulang dari Jinf dari Beijing

akan ada perkembangan yang akan kondusif buat penyelesaian ee perang Iran-Iran. He perkembangan yang kondusif tadi artinya apakah mungkin ee Pak Dian Cina ini memang menjadi ee mediator ee selain dari Pakistan dan juga kita melihat ada Qatar yang juga ee sejauh ini juga membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat. Apakah lebih efektif memang Cina? Karena kita lihat Cina ini juga tampaknya masih belum mengambil sikap dengan tegas bahwa akan menjadi mediator. Betul. Betul, Mbak. Tapi ada ada ke

ketidakuratan dalam narasi ya. Pakistan itu bukan mediator kalau menurut saya. Dia sekedar fasilitator. Apa yang disampaikan oleh Amerika, oleh Pakistan disampaikan ke Iran. Apa yang disampaikan oleh Iran, P e Pakistan menyampaikan ke bolak-balik seperti itu. Pakistan belum mengajukan usulannya sendiri, gagasannya sendiri karena leverage-nya dia kurang kuat. Tapi kalau Beijing jelas kuat. Nah, kenapa Iran eh ke eh Menu Iran ke Moskow dan ke Beijing dengan mengirimkan eh seorang MLU saja dan diterima oleh

Putin dan oleh Jinping? Buat saya itu indikasi bahwa Iran itu ee teman baiknya dalam kondisi seperti ini hanya mengirimkan menteri pun diterima, tidak harus presidennya. Sementara untuk Amerika kalau yang dikirim si Menteri Kapa luar negerinya Mario Sapa itu belum tentu diterima karena Chin membutuhkan kata tegas dari Trump. Mau menurut saya atau tidak buat saya ini kalau dikatakan Iran dapat apa poinnya satu lupakan ee usulan Trump tentang pengayaan uranium harus program nukleir harus dari sampai nol. uraniumnya harus dikirim

Bersumber Dari Bawah Bak Panggung Bom Sisa Perang Ke 2 Dunia II Meledak di Biak

keluar. Itu harus ditinggalkan oleh Trump. Sementara buat Iran mungkin posisi komprominya dari Beijing nanti sebatas jangan mengharapkan adanya ganti rugi. Sanksi pun tetap bertahap, enggak bisa sekaligus. Rasanya kedua hal itu sudah selesai ketika GCPE. Jadi buat Iran kalau tuntutannya seperti itu Iran pasti bisa diajak dialog. Tapi kalau tuntutannya program nuklir harus nol sama sekali tidak bisa. Dan kalau Trump pulang dari Beijing tidak membawa hasil atau pesan-pesan Iran yang diterima, pesan-pesan Cina yang

diterima, dia akan lebih dalam terjebak dalam kesulitannya. Oke. Kedua negara ini mungkinkah akan melunak, Pak Dian, menurut Anda baik Iran maupun Amerika Serikat ini kalau kalau kalau Iran kan sudah dari dulu sudah jelas menerima GCPOE. GCPOE itu sudah menunjukkan Iran itu bisa diajak kompromi sejauh kepentingan bersama, sejauh kepentingan kawasan. Tapi kan CCPO yang dibuat oleh ee apa rohani, Presiden Rohani dan Obama itu kan Obama kan presiden Amerika ya. Nah, itu kan dibongkar oleh presiden Amerika

sendiri gitu loh. Jadi Iran itu sudah menunjukkan fleksibilitasnya ketika menyepakati GCPOE dengan Amerika. GCPOE yang disepakati dengan Amerika ini dibongkar oleh Trump. Artinya apa? Amerikalah yang ngawur yang mengkhianati GCPOE khususnya Trump ya mengkhianati GPOE sehingga dia mau membawa e perundingan nuklir dari nol tidak akan jalan kalau ambisi e Trump seperti itu. Dia sekarang harus mendengarkan aspirasi bukan hanya Iran, tapi aspirasi negara kawasan dan aspirasi negara sebesar Cina untuk jangan terlalu jauh menuntut

maunya sendiri. Oke. Di luar dari mendengarkan aspirasi Iran menurut saran e Padian ya harus mendengarkan aspirasi dari negara lain. Kita tidak bisa menampik juga bahwa Amerika ini juga mendengarkan aspirasi dari Israel ketika serangan bombardi dari Israel terus berlangsung ee ke Lebanon khususnya Pak Dian, apakah ini juga akan semakin mempengaruhi dan juga semakin memprovokasi menurut Anda? ya. Tapi terbatas karena apa? Praktis Gaza dan Hizbola itu kan juga sudah kehilangan sudah kehilangan power-nya

ya. Dia harus membangun kembali pertahanannya khususnya Hamas. Jadi buat saya dan Israel itu negara yang memang unggul dalam perang darat. Berkali-kali dia diserang negara-negara Arab dalam perang daratnya. tahun 7, tahun ’73, tahun 76 bahkan perang darat dengan Iran dia tidak tidak akan mungkin perang udaranya dengan Iran sama sekali tidak mungkin tanpa bantuan Amerika. Jadi kalau ngomong faktor Israel dalam konteks geopolitik Timur Tengah dia sangat terbatas kemampuannya. Apalagi kemampuan

Maju Kena Mundur Kena Negosiasi, Dalam Bentuk Permainan Amunisi atau Harga Minyak Ya?

militernya ternyata terbatas. Makanya yang maju sekarang benar-benar Trump tidak lagi butuh suaranya Netanyahu. Buat saya inilah kunci dari awal bahwa yang namanya perang Timur Tengah ini perangnya Trump yang mulai dia yang mengakhiri harus dia dan Trump harus mulai mendengar dunia. Baik, dia yang memulai, dia yang harus mengakhiri juga. Tapi terima kasih Pak Dian Wireng Jurit, Duta Besar RI untuk Iran 2012-2016. Kita akan nantikan bagaimana jalannya pertemuan si Jinpiknya juga Trum nanti. Terima kasih,

Pak. Selamat sore.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *