Kabel induk USS George HW Boss berlayar mengelilingi benua Afrika menuju laut Arab. Kabal induk milik Amerika Serikat ini menghindari melewati Selat Merah dan Selat Bab Almandep. Informasi itu disampaikan dua pejabat Amerika Serikat yang enggan disebutkan namanya. Ia mengatakan kapal induk Amerika Serikat memilih rute yang lebih panjang mengelilingi Afrika. Ruta ini dipilih dibanding harus transit biasa melalui Mediterane dan terusan Suest. Dengan rute ini, pejabat Amerika Serikat menyebut kapal induk USS George
menghindari jalur perairan yang dikuasai hati. Armada laut Amerika Serikat takut jika dihujani serangan pesawat tak berawak dan rudal Hauti Yaman. Ketakutan itu bergaca saat kapal-kapal Amerika Serikat dihujani serangan Hauti sejak tahun 2024 hingga 2025. Sementara Haoti yang merupakan sekutu Iran bakal membombardir kapal-kapal Amerika Serikat yang melewati Laut Merah. Perlu diketahui gugus tempur kapal induk ini telah beroperasi di lepas pantai Namibia. Kapal induk ini menuju Timur Tengah untuk bergabung dengan angkatan
laut Amerika Serikat yang bertugas memblokir Selat Hormos. Di satu sisi, Selat Hormos kembali memanasai kesepakatan genjatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran gagal. Amerika Serikat menuduh memberikan bantuan terbaru ke Iran dengan memasok sistem pertahanan udara. Intelijen Barat menuduh Cina mengirim bantuan senjata ke Iran melalui negara ketiga sebagai perantara. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan dan mengancam Cina. Tram menyebut Cina akan menghadapi masalah besar jika memasuk
sistem pertahanan udara ke Iran. Bahkan Trump mengancam akan memberikan sanksi tarif impor 50%. Peringatan Trump juga disampaikan menjelang pertemuan penting dengan Presiden Tiongkok, Si Jinping. Rancangannya Trump dan si Jing Ping akan mengadakan pertemuan puncak di Beijing. Sementara Cina memberikan respons atas tuduhan dan ancaman Trump. Respon tegas disampaikan pemerintah Cina pada Senin, 13 April. Tiongkok membantah berencana memasuk dan mengirim senjata apapun ke Iran. Cina menyebut laporan intelijen
Amerika Serikat merupakan fitnah yang tidak berdasar. Jur bicara Kementerian Luar Negeri, Guoji Jiakon menegaskan Cina selalu berhati-hati dan bertanggung jawab mengekspor barang-barang militer. Di satu sisi, Cina memperingatkan Amerika Serikat soal blokade yang disebutnya sebagai pelanggaran internasional. Negara-negara Eropa mengutuk ancaman Amerika Serikat soal membloka sulat Hormos. Bahkan negara-negara Eropa menyebut Iran berhak membalas jika Amerika Serikat melakukan tindakan tersebut. Mereka yang tadinya
sekutu Amerika Serikat pun enggan terseret lebih jauh dalam perangnya dengan Iran. Perada Menteri Inggris, Ken Starmer menegaskan negaranya tidak mendukung Amerika Serikat memblokade Slat Hormos. Ia menyebut Inggris tidak akan membiarkan diri terserat dalam perang antara Amerika Serikat dan Iran. Mantan duta besar Inggris untuk Iran, Richard Delton mengatakan bahwa blokade yang diperlakukan Trump akan jadi tindakan perang. Bahkan Richard menyebut Iran berhak membalas tindakan Amerika Serikat. Tak hanya itu, ia juga menyebut
Trump tak bejus karena perang tersebut membuat kesengsaraan global. Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles juga mengutuk blokade Angkatan Laut Amerika Serikat di Selat Hormus. Ia menyebut tindakan yang dilakukan Trump sangatlah tidak berarti. Sikap senada disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pihaknya menegaskan bahwa tidak akan membantu Amerika Serikat memblokade Hormos. Namun, Perancis dan Inggris akan meluncurkan misi untuk memulihkan lalu lintas di jalur perairan vital tersebut.
Kedua negara akan melakukan konferensi dengan negara-negara yang bersedia terlibat dalam misi tersebut. Pihaknya menegaskan misi itu tidak memihak Amerika Serikat maupun Iran. Korea Utara melakukan peluncuran uji coba rudal jelajah strategis dan rudal anti kapal terbaru. Uji coba ini dilakukan di tengah genjatan senjata Amerika Serikat dan Iran gagal hingga Timur Tengah kembali memanas. Peluncuran rudal ini dinilai sebagai kertakan terhadap Amerika Serikat. Presiden Korea Utara Kim Jangun menyaksikan langsung uji coba
rudal pembawaan nuklir pada Minggu 12 April. Dilaporkan Korea Utara menembakkan dua rudal jelajah strategis masing-masing terbang selama lebih dari 2 jam. Sementara itu, rudal anti kapal yang diuji coba terbang selama 33 menit. Uji coba ini dilakukan dari Cuyon yang merupakan salah satu dari dua kapal pulsa kelas 5.000 ton milik Korea Utara. Kabal tersebut baru saja diluncurkan tahun lalu. Seiring ambisi Kim Chong Un kemampuan angkatan laut, media pemerintah Korea Utara merilis foto yang memperlihatkan momen saat Rudal melesat
dari kapal perang. Kemang dilaporkan puas atas pencapaian angkatan perangnya yang semakin kuat. Ia juga kembali menegaskan bahwa memperkuat pertahanan nuklir adalah fokus utama negaranya saat ini. Para analis menilai bahwa uji coba rudal dari kapal perang ini sengaja dirancang untuk mengirimkan sinyal kepada Amerika Serikat. Yong yang ingin menunjukkan bahwa potensi konflik di Semenanjung Korea akan sangat berbeda dengan konflik yang dihadapi Washington terhadap Iran di Timur Tengah. Kapal tanker Tiongkok berhasil melewati Selat
Hormos dengan selamat. Padahal kapal tersebut dikenai sanksi oleh Amerika Serikat lantaran berurusan dengan Iran. Namun kapal tersebut berhasil melewati meski ada blokada dari Amerika Serikat. Kapal Rich Terry menjadi kapal tanker pertama yang melintasi selat dan keluar dari teluk. Hal itu berdasarkan data pelajakan dari Marine Traffic pada Selasa, 14 April. Adapun kapal ini berhasil melewati Selat Hormo sejak Amerika Serikat memberlakukan blokade. Perlu diketahui kapal tanker dan pemiliknya Shanghai Wantrun Shipping
dikenai sanksi oleh Amerika Serikat. Sanksi itu dijatuhkan karena kapal tanker tersebut dituduh berurusan dengan Iran. Meski perusahaan kapal tersebut perlu memberikan keterangan terkait tuduhan Amerika Serikat, Rtery merupakan kapal tanker jarak menengah yang membawa sekira 250.000 barel metanol. Kapal tersebut memuat kargo di pelabuhan terakhirnya Hamria Uni Emirat Arab. Data menunjukkan bahwa kapal tanker milik Cina tersebut memiliki awak kapal berkebangsaan Cina. Yeah.
Komentar