Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Begini Kata PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergantian di Pulau Jawa Nih

Begini Kata PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergantian di Pulau Jawa Nih

PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di Pulau Jawa terkait terjadinya pemadaman listrik bergilir. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa gangguan ini dipicu oleh kendala pasokan batu bara kalori menengah (medium rank coal) yang dibutuhkan oleh sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Selain masalah pasokan, terdapat kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar milik mitra produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP) yang terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Pulau Jawa. Saat ini, PLN sedang berupaya maksimal dengan mengerahkan tim untuk mempercepat perbaikan agar penyaluran listrik kembali normal.

Dalam upaya mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mempertimbangkan revisi harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO). Wacana ini muncul karena biaya operasional penambangan yang meningkat sekitar 8 hingga 12%, sehingga pemerintah berusaha menjaga keseimbangan agar pelaku usaha tambang tidak mengalami kerugian, namun PLN juga tetap terlindungi. Kementerian ESDM pun telah membentuk tim khusus yang melibatkan PLN, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Direktorat Jenderal Minerba, serta BPKP untuk mengawal distribusi pasokan batu bara agar berjalan lancar, transparan, dan tepat sasaran.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi global turut menjadi perhatian. Pemerintah Indonesia menanggapi positif kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang diharapkan dapat menstabilkan harga minyak dunia di bawah 80 dolar AS, yang pada gilirannya memberikan sentimen positif bagi iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Meski demikian, Bank Indonesia menyatakan tetap waspada terhadap dinamika global yang masih tidak menentu dan berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026.

Terakhir, kebijakan moneter yang ketat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tidak menghambat pertumbuhan kredit perbankan. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,51% secara tahunan per Mei 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi. Pemerintah juga terus mendorong peran Bank Himbara dalam penerapan sistem ekspor satu pintu untuk komoditas Sumber Daya Alam (SDA) guna memperkuat dukungan terhadap ekonomi nasional.

Ratusan Masyarakat Lampung Menolak Safari Politik Jokowi, Menyorot Kasus Ijazah Palsu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *