Sebuah gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,7 telah mengguncang wilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu di Sulawesi Tengah. Guncangan kuat akibat gempa ini menyebabkan plafon di auditorium Universitas Tadulako (Untad) roboh. Saat kejadian berlangsung, sedang ada acara di auditorium tersebut, sehingga para mahasiswa segera berlarian untuk menyelamatkan diri. Selain kerusakan di area kampus, dilaporkan pula adanya kerusakan pada sejumlah bangunan pemerintah dan fasilitas umum lainnya di sekitar lokasi.
Gempa ini memicu kepanikan warga di Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu. Warga yang merasakan getaran selama sekitar 10 detik memilih untuk berkumpul di pinggir jalan dan belum berani kembali masuk ke dalam rumah karena khawatir akan adanya gempa susulan. Dampak lain yang ditimbulkan adalah pemindahan sejumlah pasien di RSUD Anutapura Palu ke halaman rumah sakit untuk mengantisipasi risiko gempa susulan, sehingga pemeriksaan dan penanganan medis terpaksa dilakukan di luar gedung.
Selain itu, jembatan tiga Palu dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan pada bagian ujung, sehingga petugas memasang pembatas dan menutup akses jalan untuk sementara guna memastikan kelayakan struktur bangunan sebelum kembali dibuka untuk umum. Pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kejadian likuifaksi seperti yang terjadi pada tahun 2018 silam. Kerusakan yang dilaporkan sejauh ini masih dalam skala ringan dan tidak merusak struktur utama bangunan. BMKG berharap frekuensi dan kekuatan gempa susulan akan terus menurun ke depannya.

Komentar