Komedian sekaligus seniman Betawi senior, Haji Bolot, dilaporkan berangsur membaik setelah menjalani perawatan intensif di ICU rumah sakit akibat serangan jantung. Meski kondisinya mulai stabil, pemilik nama asli Muhammad Sulaeman Harsono ini dikabarkan sudah tidak betah dan terus meminta izin untuk segera pulang ke rumah.
Kabar mengenai kondisi kesehatan komedian berusia 84 tahun tersebut memicu perhatian luas dari kalangan rekan sesama artis dan para penggemar industri hiburan tanah air. Alih-alih mengeluhkan rasa sakit di dada akibat jantungnya, ia justru mengeluh badannya terasa pegal-pegal karena terlalu lama berbaring di kasur perawatan.
Asisten Haji Bolot, Wahyu Ramadan, mengatakan pria yang akrab disapa Baba ini hanya ingin beristirahat di rumah. Ia menceritakan bahwa di usianya yang sudah senja, Haji Bolot dikenal sebagai sosok yang aktif dan tidak bisa diam, sehingga berdiam diri di kamar rumah sakit membuatnya merasa tidak nyaman. Wahyu sempat menanyakan alasannya, dan Haji Bolot menjawab bahwa ia merasa sangat pegal dan ingin segera pulang.
Wahyu membujuk Haji Bolot agar bersabar menuntaskan perawatan sampai benar-benar sehat. Ia mengungkapkan bahwa selama hidupnya, komedian legendaris tersebut hampir tidak pernah memiliki riwayat penyakit berat. Kalaupun badannya terasa kurang fit, Haji Bolot punya kebiasaan unik yaitu hanya mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas di warung terdekat.
Lebih lanjut, Wahyu membeberkan dugaan kuat mengenai pemicu serangan jantung yang menyerang sang pelawak senior. Faktor utamanya diduga kuat berasal dari gaya hidup Haji Bolot yang merupakan seorang perokok aktif sejak usia muda. Pihak keluarga dan asisten menyadari bahwa meminta sang komedian untuk berhenti merokok bukanlah perkara mudah, namun mereka berkomitmen untuk terus mengingatkannya demi kesehatan.
Hingga saat ini, tim medis masih melakukan observasi berkala terhadap grafik perkembangan jantung serta stabilitas fisik Haji Bolot sebelum memberikan rekomendasi rawat jalan. Diketahui sang komedian telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, selama kurang lebih dua minggu setelah mengalami serangan jantung.

Komentar