Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Amerika Serikat “Dicekek” Gabungan China-Rusia-Iran: Tidak Mempunyai Tameng Rudal Hipersonik, Amunisi di Utama Sekarat

Amerika Serikat “Dicekek” Gabungan China-Rusia-Iran: Tidak Mempunyai Tameng Rudal Hipersonik, Amunisi di Utama Sekarat

Set sudah dimulai. Perhatian, hitungan. Ini. Ada. Ini. Perintah sudah diterapkan. Kerusakan pangkalan dan aset militer Amerika Serikat akibat serangan Iran membuka tabir kerentanan yang jauh lebih mengerikan. Anologinya begini. Kalau menghadapi rudal balistik Iran saja sudah kewalahan, bagaimana kalau harus menghadapi rudal personil kelas atas dari Cina dan Rusia? Soino mengungkapkan Pentagon secara terbuka mengakui mereka tidak punya senjata yang mampu menangkal teknologi itu. Fakta lainnya, Moskwa dan Beijing terus…

mengembangkan rudal antar benua tanpa henti guna meruntuhkan supremasi Barat. Terbaru, [musik] Presiden Rusia Vladimir Putin baru saja meluncurkan ujicoba rudal Satan 2 yang diklaim punya jangkauan hingga 35.000 [musik] km. Lantas apa yang akan dilakukan Amerika Serikat untuk menutup lubang pertahanan mereka? Simak selengkapnya dalam [musik] video berikut. Selama ini kita mengenal Amerika Serikat sebagai negara dengan militer terkuat di dunia. Namun AS ternyata secara terbuka mengakui kalau [musik] mereka tidak

punya sistem pertahanan udara untuk mencegah roda-roda Lipersonik milik Rusia dan Cina. Pengakuan jujur ini disampaikan langsung oleh AS sekretaris pertahanan untuk kebijakan pertahanan Rudal Mark Berkov di hadapan Kongres pada Senin [musik] 28 April 2026 lalu. Berkovic menyampaikan keterbatasan pertahanan udara ASI itu untuk mendorong kongres menyetujui rencana pemerintahan Trump untuk menciptakan sistem pertahanan canggih Golden Dom. Rencana pembangunan Golden Dom diperkirakan memakan [musik] biaya

hingga 185 miliar US dar atau setara dengan Rp3.212 triliun. Angka yang sangat fantastis bahkan untuk sekelas pertahanan Amerika Serikat. Trump berambisi agar Golden Dome dapat beroperasi pada akhir tahun 2029 guna mematahkan agresi musuh. Rencana itu awal diperkirakan menelan biaya sebesar 175 miliar dolar atau sekitar Rp3.06 triliun. Namun angkatan luar angkasa AS meningkatkan perkiraan itu sebesar 10 miliar dolar lagi bulan April lalu. Pun Cina merespon [musik] keras rencana tersebut menyebut Washington terobsesi

pada keamanan absolut. Beijing memperingatkan ambisi Trump hanya akan meningkatkan resiko perlombaan senjata dan mengubah ruang angkasa menjadi medan tempur baru. Saat AS masih belum menemukan solusi untuk menangkis rudal ipersonik rival-rivalnya, Rusia justru semakin memperkuatnya. Pada Selasa, 12 Mei 2026, Rusia melakukan uji tembak rudal balistik antar benua baru sebagai bagian dari upaya modernisasi kekuatan nuklir negara itu. Rudal ini diberi nama Sarmat atau lebih dikenal sebagai Satpan 2.

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

Rudal itu diklaim menjadi yang terbesar dan terkuat di planet bumi. Lalu, seberapa mengerikan kemampuan rudal ini? Rudal ballistik atau ICPM Sarmat merupakan perkembangan dari rudal Satan 1. Sarmat punya bobot 220 ton, en kali lebih [musik] berat dari ICPM terkuat yang dimiliki Amerika saat ini, yakni Mined Man 3. Presiden Vladimir Putin mengklaim rudal Satan 2 punya jangkauan hingga lebih dari 35.000 km dan mampu menembus sistem pertahanan rudal manapun. Во-вторых, и это главное, ракета может двигаться не только по баллистической,

но и по сурбитальной траектории, что втретьих позволяет обеспечить дальность применения свыше 35 000 км с одновременно улучшенными в два раза характеристиками поточности. И, наконец, с возможностью преодоления всех существующих и перспективных систем противоракетной обороны. В конце текущего года сарма действительно будет поставлен на боевое дежурство. Sarmat untuk dipasangi ludak nuklir hingga 10 ton dengan perkiraan kekuatan mencapai 500 kali [musik] bom atom Hiroshima. Sekali serang, Sarma dapat meratakan

area seluas dua kali negara Jerman atau menghancurkan seluas negara bagian Texas di Amerika [musik] Serikat atau sedikit di bawah luas pulau Kalimantan. Sarma declim mampu melaju dengan kecepatan hipersonik [musik] yakni 15 mars atau 18.200 km/h sehingga sangat sulit untuk dihentikan. Pudal ini dapat melingi bumi terlebih dahulu sebelum kembali masuki atmosfer untuk menyerang sasaran. Di tengah ancaman rudal sarmat Rusia, Amerika Serikat malah dihantam krisis [musik] amunisi imbas perang di Iran.

Mengutip Times, pendipisan stok senjata ini terjadi karena produksi industri militer Washington dinilai sudah usang dan masih menggunakan model era perang dunia kedua. Markion, penasihat senior dari Center for Strategic International [musik] Studies atau CSCS menyebut masalah utama Washington bukanlah uang, tapi waktu produksi yang terlalu lama. Sebagai contoh, dibutuhkan waktu 47 bulan untuk membangun dan mengirimkan rudal Tomahah dan 48 bulan untuk join air to survey stand of missile atau GSM.

Masalah pasukan ini sudah ada sejak tahun 2022 ketika perang Ukraina memberikan tekanan serupa pada persediaan selama pemerintahan Joe Biden. Pentagun khawatir jika konflik dengan Cina terkait Taiwan pecah sebelum tahun 2027. Dengan persediaan amunisi jarak jauh yang menipis, [musik] pasukan Amerika Serikat akan terpaksa bertempur dalam jarak dekat yang sangat rentan bagi keselamatan personel mereka. Ketergantungan pada teknologi mewah dan mahal terbukti menjadi bumerang saat mereka dihadapkan pada realitas perang

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

atrisi yang menguras gudang senjata secara cepat. Pengakuan Pentagon soal ketidakmampuan mencegah rudalersonic telah meruntuhkan narasi kekuatan absolut dari Amerika Serikat. Di saat Washington terjebak dalam krisis amunisi akibat perang Iran, Rusia dan Cina justru berhasil mencapai lompatan teknologi yang tidak terkejar. Rudal Sharmat Satan 2 dengan jangkauan 35.000 km adalah pesan jelas bahwa tidak ada lagi titik di bumi yang aman dari jangkauan Moskwa. Dan kini paradoksang adidaya terlihat [musik] nyata di mana Amerika Serikat

punya anggaran triliunan rupiah tapi terbelunggu oleh sistem produksi yang usang dan lambat. Upaya membangun Golden Dom adalah pertaruan terakhir Donald Trump untuk mengembalikan wibawa militernya yang kian tergerus. Saksikan kabar lainnya hanya di kanal YouTube Kompas.com. [lonceng]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *