Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Amerika Kini Hilangnya Wajah! Tertinggal Nato dan Uni Eropa

Amerika Kini Hilangnya Wajah! Tertinggal Nato dan Uni Eropa

Saling serang di Selat Horbus antara Iran dan Amerika Serikat serta usulan draf Amerika Serikat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Untuk membasnya sudah bergabung bersama kami Dr. Wahid Ritwan, pengajar sekaligus pengamat hubungan internasional dari Universitas Paramadin. Selamat pagi, Pak Wahid. Oke, selamat pagi, Mbak Laura. Baik, Pak. Ini saling serang di selatan semuanya ini, Mbak I. Ya, Pak Wahid. Ini saling serang di selorum bus antara Iran dan Amerika Serikat masih terjadi. Yang bersamaan juga

gencatan senjata diklaim masih berlaku. Pandangan Anda terkait hal ini? Ya, ini sebenarnya sesuatu yang menyedihkan ya, Mbak Laura dalam konteks ee genjata-senjata yang mestinya dalam sebuah istilah itu ada di dalam ee negosiasi dan resolusi konflik itu istilahnya no war, no peace, ya. Jadi, tidak ada perang, tidak ada damai. Tapi dalam konteks itu artinya memang betul-betul tidak ada perang dalam artian ee permainan senjatanya ya, perlawanannya baik ee yang terjadi di salah satu pihak maupun kedua-duanya.

Tetapi dalam konteks nopis-nya itu artinya masih tetap ada negosiasi, masih ada ee diplomasi, masih ada ee talk gitu ya. Jadi em situasi itu tidak terjadi dari sejak hari Kamis dan Jumat kemarin. Jadi terutama memang di Selat Hormus itu menyedihkan sekali. Kemudian ada eskalasi. Ini saya kemudian sebut sudah masuk pada eskalasi. Kalau kemarin-kemarin saya masih menyebutnya sebagai sebuah tensi ya antara dua belah pihak ee di dalam perang ini. Termasuk antara yang Israel dengan Lebanon juga itu tensi peperangan memang luar biasa.

Tetapi untuk minggu yang terakhir ini ya, terutama pada situasi hari Kamis dan Jumat kemarin itu, itu sudah eskalasi ya, karena ee Amerika sudah mulai menyerang menyerang ini apa target sipil. Kemudian ee Iran memberikan balasan dengan menyerang Uni Emirat. Jadi eskalasi ini memang dalam tanda kutip cukup membahayakan untuk sebuah peran terbuka. Tetapi ada bagusnya ee cuman ini istilah kalau saya itu ee resolusi yang akan dikeluarkan PBB juga berkenaan dengan ee perang ini itu kan didukung oleh Amerika ya. saya yakin itu

bukan usulan Amerika, tetapi dia mengendorse ee dalam konteks bahwa PBB menginisiasi bagaimana perang itu berhenti. Nah, itu juga yang selalu dikatakan oleh ee Trump bahwa perang akan berhenti, perang akan berhenti itu sejak 2 3 minggu yang lalu. Tetapi ya sayangnya seperti itu ya. Jadi sementara dia berharap pada sesuatu ee gerakan yang yang bisa itu ya atau suatu langkah yang bisa menghentikan perang. Sementara Iran yang kemarin-kemarin itu tidak pernah ya memberikan ancaman-ancaman itu, dia sudah mulai

Nih Wagub Rano Karno Melihat Kebakaran Habiskan Ratusan Rumah-Rumah di Kemayoran

memberikan ancaman juga gitu. Jadi tetapi ancaman itu sangat terukur dengan memberikan tanggapan dari apa yang disampaikan oleh Amerika. Jadi ini saya kira warga dunia ya dunia apa negara-negara ini maksud saya ini harus semua terutama anggota dewan keamanan itu harus betul-betul alert ya betul-betul ee pikir serius untuk menghentikan perang karena efek dari kalau peran terbuka itu terjadi ini skalasi ini sudah mulai ya ee itu akan sangat berbahaya untuk resesi dunia dan saya kira resesi akan sangat buruk gitu.

Nah, ada langkah yang baik sebenarnya yang yang Iran itu lakukan melalui menteri menteri luar negerinya itu, Mbak Laura. Jadi, sejak 2 minggu yang lalu saya kira ee Abbas Araksi itu di Kuopan dulu kemudian lanjut ke Islam Abad, kemudian lanjut ke Moskow, kemudian ke Jepang, ke Cina. itu sebuah langkah yang luar biasa ya, bagaimana ee negara ini Iran ini ingin betul-betul sebuah konflik ini berakhir dengan settlemen yang yang apik gitu ya. Settlemen yang betul-betul berwibawa gitu. Emm, baru tadi malam saya juga

membaca berita yang dirilis oleh Aljazirah korban itu sudah termasuk banyak termasuk yang dari Iran itu di atas 20.000 itu ee ee dari serangan Amerika ini ya dimulai dari tanggal 28 Februari yang lalu itu. Jadi em ini akan betul-betul menjadi titik awal ya sebuah eskalasi perang yang akan cukup berat kalau betul-betul tidak ada sebuah solusi solusi perdamaian. Memang kita berharap ya, saya seri berharap semoga resolusi PBB itu nanti betul-betul adil gitu ya. Jadi em resolusi itu berpangkal pada hal-hal

yang memang dari awal menjadi permintaan ya dan kemudian juga hal-hal yang telah disepakati itu Mbak Laura di dalam ee genjatan-jenjat yang pertama itu. Jadi ee kalau kita mulai dari permintaan Amerika ya, misalkan teluk apa namanya ini hormus ya, Selat Hormus ini dibuka kemudian tidak mengembangkan uranium kemudian yang dari pihak ee Iran meminta di cairkan ya ee aset yang dibekukan itu ya. Jadi saya kira itu kembali kepada 14 poin ya yang sekarang kalau tidak salah menjadi 15 poin. Karena bagi Iran nuklir

sudah di-take down bagi dia ya. Jadi dia ada hak untuk mengembangkan nuklir. Kemudian Amerika hanya membatasi tidak boleh mencapai dari 20%. Nah itulah yang kemudian kalau dari awal pun itu disepakati itu saya kira skalasi ini tidak akan terjadi gitu Mbak Laura. Baik. Kemudian, bagaimana dengan usulan draf Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB? Apakah sudah ada analisa dari Anda, Pak Wahid? Ya, ee kita masih belum tahu persisnya ya ee penjadwalan dari sidang umum itu ke keamanan ya, Dewan Keamanan. Em,

Guru SMPN 111 Jakarta Senang dikunjungi Presiden Prabowo: “Anjay Mantap bangga!”

tetapi memang sudah ada resolusi ee yang pertama ya kalau enggak salah bulan Maret itu ee untuk sebuah langkah yang sama bagaimana untuk menghentikan perang itu. Nah, yang sekarang mungkin sudah akan mulai pada titik-titik yang lebih pasti ya. Karena saya kira langkah-langkah yang dilakukan oleh Abbas Araksi ini banyak menghasilkan sesuatu yang lebih positif ya dibanding yang sebaliknya ya maksud sebaliknya itu yang Amerika itu. Jadi Amerika itu pertama di dalam negerinya pun itu sudah luar biasa mendapatkan

tekanan ya. Pemerintahan Trump ini ee ada upaya pemakzulan yang ketiga sebenarnya ee yang pertama, kedua tentu tidak ada urusannya dengan perang ini karena itu sudah beberapa tahun yang lalu ya 2019 sama 2020 itu mainly tentang internal eh political riot ya di Amerika. ee pasca dia kalah pemilu itu, Trump kalah pemilu. Nah, ada upaya sebenarnya ee kongres untuk melakukan impeachment juga ya dalam konteks ini pada waktu itu tidak menghentikan perang, hanya membatasi gitu ya. Tapi kan kalah ya maksudnya suara suara yang

ingin membatasi kekuasaan ee presiden Amerika dalam konteks ini untuk melakukan perang itu dibatasi. Ee tetapi itu kan gagal. dan kemudian tidak pernah ada lagi upaya-upaya ee legislatif ya di dalam kongres yang yang berupaya untuk ke sana lagi meskipun wacana itu tetap ada. Nah, saya kira itu kemudian mengapa perlu apa namanya istilahnya PBB ini membuat resolusi baru. Karena dalam analisis saya itu kalau misalkan ya diumpamakan itu anak kecil yang bertengkar gitu ya, dua anak kecil itu. Kemudian yang anak kecil

kalah ini bilang ke bapaknya gitu, “Oh, Bapak coba saya bantu.” Itu karena saya dimusihi oleh ya lawannya itu. Maksud saya Amerika itu sudah kehilangan apa ya boleh dikatakan kehilangan muka juga ya. ketika dia memblokade selat hormus pun akhirnya enggak efektif meskipun dia mengatkan sangat efektif e bisa mempengaruhi apa namanya ekonomi menjadi bagus dan segalanya tapi nyatanya kan enggak ya ee USS kapal Indo Abraham Lincoln Coling itu malah sudah ee sudah hengkang dia dari situ dari

Oman ee sekarang ada di Selatia sudah kembali ke Amerika em dia meminta negara negara-negara NATO untuk membantu ya membuka status pun tak berhasil. Em dia meminta dukungan politik kepada Uni Eropa untuk lagi-lagi menekan Iran membuka stratumus pun tak berhasil. Jadi dalam segala cara yang Amerika yang Trump ini ya inginkan untuk membuka satu rumus ya bahkan dengan alasan yang yang dia buat ini untuk kepentingan dunia ya sebenarnya dunia kan kapal-kapal yang lain dulu sebelum perang pun boleh berjalan ya

Iran Kasih Persiapan Petaka, 5 “Kehancuran Semua” Hantui Amerik Serikat Jika Perang Ronde Kedua Nih Bos

boleh menikmati itu. Tapi setelah perang kan kemudian ditutup ya, ditutup pun masih terbatas beberapa yang ee menjadi apa all-nya Iran tetap masih bisa jalan. Sementara memang yang Israel sama Amerika ya kapal dua negara ini plus all-nya baru yang dilarang. Jadi dalam konteks yang semacam itu sebenarnya mereka sendiri yang membuat ya Barat Amerika itu sendiri yang membuat ee keburukan itu. Nah, sekarang dia baru bilang ke PBB ya coba PBB karena itu nanti akan menyebabkan resesi dunia gitu, akan membuat keterpurukan ekonomi

internasional, global dan segalanya. Seperti itu, Mbak. Jadi konteks mereka atau Amerika ini mengapa ee mendukung ya termasuk alis-nya ke ke resolusi baru ya undang apa UN ini. Nah, ya semoga berhasil ya ee dan tapi poinnya berhasil juga dalam menghentikan peran tidak hanya untuk kepentingan Amerika. Begitu Mbak Luis. Baik Pak Wahid. Tadi Anda sempat menyebut bahwa ini sudah di tahap eskalasi ya pada hari Kamis dan Jumat kemarin. Apakah ke depannya ada kemungkinan perang terbuka terjadi? Tapi jangan dijawab dulu, Pak Wahid karena

nanti kita akan membahasnya usai jedah. dan pemirsa tetaplah bersama kami di Breaking News TV One.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *