Menteri Keamanan Nasional Israel menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis global sumut flotila dalam kondisi ditahan dan dipermalukan. Aksi ini terjadi setelah pasukan Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan yang berupaya menuju Gaza. Video yang diunggah pada Rabu, 20 Mei ini memperlihatkan puluhan aktivis berlutut dengan tangan terikat dan dahi menyentuh dek kapal. Dalam rekaman singkat ini terdengar pula lagu kebangsaan Israel. Sementara Menteri
Keamanan Nasional Israel, Idmar Ben Giivier tampak mencemooh para tahanan sambil mengibarkan bendera Israel. Insiden ini terjadi setelah pasukan Israel mencegat lebih dari 50 kapal global sumut flotila yang berlayar dari Turki menuju Gaza. Ratusan aktivis asing termasuk jurnalis kemudian ditahan dan dibawa ke pelabuhan Ashdod di wilayah Israel Selatan. Seorang juru bicara flotila menyebut tindakan Band Givier sebagai bentuk perlakuan tanpa akuntabilitas karena merilis video yang mempermalukan para
aktivis ditahan. verbally assaulting and abusing, physically assaulting and abusing um members of of of other nations. So if they’re you know if they’re doing that to Europeans and Americans and and people from South Africa and all over the world imagine what they’re doing to the Palestinian people. Kecaman juga datang dari Perdana Menteri Italia, Georgia Miloni yang menyebut tindakan tersebut tidak dapat diterima dan menuntut pembebasan segera warga negaranya yang ditahan serta permintaan
maaf resmi dari Israel. Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu turut mengkritik tindakan Bengivier yang dinilai tidak mencerminkan nilai dan norma negara. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sar menyatakan aksi tersebut sebagai pertunjukan memalukan yang merugikan negara dan bukan kali pertama terjadi. Pihak berwenang Israel menyebut sebanyak 430 aktivis dan jurnalis kini berada dalam penahanan termasuk warga negara Indonesia.

Komentar