Berita Utama
Beranda / Berita Utama / Ahli: AS Kebiasaan Menggunakan Formasi Militer Ketika Cara Diplomasi Selesai Tak Nyaman

Ahli: AS Kebiasaan Menggunakan Formasi Militer Ketika Cara Diplomasi Selesai Tak Nyaman

Seperti janji kami tadi pemirsa di Breaking News TV One, kita akan membahas bersama dengan Wibawanto Nugroho Widodo, pakar geopolitik dan juga keamanan nasional. Selamat pagi Mas Wibawanto. Selamat pagi, Mbak. Oke. Eh, kita tahu ada 14 poin proposal damai dari Iran. Apakah proposal damai ini realistis atau memang didesain untuk ditolak oleh Amerika Serikat? Ya. Jadi kita lihat ee gambaran besarnya nih. Jadi proposal 4 poin Iran ini sebenarnya bukan sekedar tawaran damai ya, melainkan ini manuver strategic post

bergening dari Iran ya, untuk memberikan eh tekanan untuk apa ya eh mengajak eh Washington ya eh untuk bernegosiasi ulang gitu dengan yang namanya reciprocal deescalation ya, yaitu penurunan tensi secara bertahap dan timbal balik. Artinya Iran mundur satu langkah, Washington turun satu langkah, mundur satu langkah. Iran mundur satu langkah, Washington mundur satu langkah. Kira-kira begitu ya namanya resiprokal. Nah, jadi Iran pada dasarnya meminta pengurangan tekanan ekonomi dan militer terlebih dahulu. Itu poinnya sebelum isu

nuklir dibahas lebih jauh. Jadi, ada pemisahan. Oh, ya. Nah, namun posisi Washington sesuai dengan National Strategy atau strategi keamanan nasional Amerika tahun 2025 yang diterbitkan oleh Presiden Trump dan implementasinya yang dikenal dengan National Security Presidential Memo kedua justru menuntut pembatasan nuklir misil balistik dan jaringan proksi Iran sebagai syarat awal sebelum ada konsesi strategis. Di sini letak deadlock utamanya, Mbak. Oke, ya. Jadi bagi White House gedung putih, proposal ini berpotensi dibaca sebagai

taktik untuk membeli waktu buying time aja bukan langkah yang substansif. Walaupun bagi Iran ini adalah cara untuk gaing trust, mendapatkan kepercayaan dari kepercayaan yang sudah tidak ada defisit selama 47 tahun terakhir. Nah, meski demikian Amerika juga tidak perang berkepanjangan karena fokus strategis ee Amerika ini sebenarnya tidak boleh bergeser dari Tiongkok, Indo Pasifik ya dan karena Washington kemungkinan mencari jalan keluar [berdehem] ya. tetapi hanya jika hasilnya dapat diklaim sebagai strategic. Nah, makanya

dibutuhkan dengan apa yang dikenal dengan offrame eh offrame diplomasi. Jadi, diplomasi yang mencari wayout sambil menjaga muka masing-masing pihak gitu, baik Iran dan Amerika. Itu sebenarnya itu ya. Jadi ee bukan kompromi, tapi Presiden Trump itu tidak mau kompromi. Itu poinnya sekarang. Nah, karena memang sudah 40 tahun konflik sudah melewati berbagai macam cara baik contentment, cara multilateralis, cara engagement sampai offensif realis dan sekarang cara realis sesuai dengan strategi nasional yang e dikenal dengan

Pembunuhan Warga Negara Asing Polisi Tangkap Eksekutor Pembunuhan di Bekasi

namanya compellence de eh atau compellence arsitektur ada dokumennya. Jadi memaksa sifatnya sekarang tidak ada negosiasi lagi. Nah, perdebatan internal di Amerika tuh sekarang juga ada gitu ya. Nah, jadi contohnya ya eh Laksamana William M yang menangkap Osama Bin itu mengatakan bahwa keterlibatan militer itu hanya bisa efektif jika ada jalan keluar diplomasinya. Nah, sementara dari Valinasa profesor ahli Iran di Washington mengatakan bahwa yang paling mungkin itu adalah negotiated containment. Jadi, perilaku strategis

Iran itu dikendalikan, dibatasi gitu. Nah, dengan negosiasi karena Iran itu kemungkinan besar tidak akan mau menyerah 100%. Nah, sementara Farid Zakaria menjelaskan bahwa Amerika itu terbiasa menggunakan kekuatan militer ee jika cara-cara diplomasi tertentu sudah tidak nyaman gitu. Nah, jadi di sini menekankan perlunya offrame diplomasi. bagaimana mencari cara keluar dari mulut ini sambil saling menjaga muka satu sama lain. Jadi kalau secara probabilitas saya bisa katakan 10% ini diterima, 35% diminta oleh White House untuk di tulis

ulang nih proposalnya 55% ditolak itu aja. Nah, kalau sampai ada penolakan dan tidak ada kesepakatan lagi, nah ini yang panas adalah hormus. Dan kalau hormus panas lagi ini yang kena implikasinya adalah sistem ekonomi global karena ee jalur energi dan supply chain terganggu. Itu dari Oke, Bwibawanto ee Amerika Serikat ini bendola karena dikatakan belum cukup. Artinya ini bukan soal substansi melainkan kepada gengsi begitu. Ee bukan. Jadi gini Mbak. Harus kita lihat gini ya. Jadi isu ini Presiden

Trump sudah bilang tadi sudah 47 tahun ya. Seluruh presiden Amerika menolak Iran itu mempunyai nuklir. H ya caranya yang berbeda. Jadi cara kontainment ya sudah dilakukan dari tahun 0 sampai tahun ‘9 sampai tahun 90. Cara-cara yang eh liberalis, cara-cara yang offensif realis ya dilakukan oleh Bill Clinton, George Bruce Junior sampai dengan Obama dan eh eh Biden itu juga e belum membuahkan hasil. sampai akhirnya Trump menggunakan cara yang ekstrem atau yang dikenal dengan forsif diplomacy. Jadi offensif realis yang digabung

dengan cara berdiplomasi dengan menggunakan kekuatan militer untuk menekan Iran secara maksimal. Bukan hanya isu nuklir saja tapi satu paket yaitu nuklir proxi dan juga eh misil semua dilucutin. Baru setelah itu Washington mau bernegosiasi. Sementara Iran mengatakan jangan langsung begitu. Kita bicara dulu mengenai ee apa namanya? Peringanan sanksi ekonomi dan militer dulu kepada kami baru setelah itu kami bicara nuklir gitu. Nah, bagi Amerika ini dianggap sebagai hanya buying time karena sudah

Barcelona Edan! Lihat Ini Sekaligus Kalian Akan Tau Kalau Barca Diam-diam Menguasai Eropa

tidak ada kepercayaan. Sementara bagi Iran yang juga sudah tidak percaya mengatakan inilah cara untuk mendapatkan ee kembali rasa saling percaya. Nah, makanya pendekatan White House ini adalah pendekatan kulminasi dari semua spektrum ee dari cara realis liberalis dan cara realis yang keras yang dilakukan oleh presiden Amerika selama 47 tahun terakhir tadi disampaikan oleh Presiden Trump ya namanya eh offensif realis dengan menggunakan porsif diplomasi. Jadi namanya adalah porsif realis. Nah di dalam strategik keamanan

nasional Amerika tahun 2025 dikenal dengan istilah compellence arsitektur. Jadi, Trump ini gayanya adalah arsitek mewujudkan arsitek apa menggunakan arsitektur memaksa gitu loh untuk mengubah banyak hal sampai beliau [berdehem] eh selesai masa jabatannya ditargetkan 2028. Nah, jadi walaupun perang high intensity conflict ini e terhenti karena kongres belum memberikan persetujuan, saya sudah berkali-kali memprediksi mengatakan ini akan berubah menjadi special operation and conflict dan itu pernah dilakukan oleh presiden

Amerika sebelumnya baik Ronald Reagan, baik Clinton dan juga baik Obama pada saat mereka tidak dapat otoritasi otorisasi perang dari kongres dengan war resolution over power resolution mereka tetap lanjut dengan operation and conflict. ini yang diancam oleh Trump gitu. Sementara ada pendekatan lain di Washington yang mengatakan, “Coba kita bicara dulu ee dengan ee cara yang lebih fleksibel yaitu dikenal dengan negotiate containment palinazam itu yang bilang.” Jadi perilaku strategis Iran itu dibatasi ya.

Bukan kita kompromi, bukan kita mau langsung terima semuanya, tetapi kita ikuti dulu beberapa hal yang mereka mau. Nah, sementara itu juga Admiral eh Micraven yang menangkap sama Bilada mengatakan ini wayout yang baik buat militer karena militer itu sebagai instrument of national power hanya efektif jika ada jalan keluar diplomasi. Nah, selanjutnya eh Faris juga menegaskan lagi gitu bahwa kita harus mencari offrame diplomacy. Artinya jalan keluar yang menjaga muka masing-masing. Jadi Amerika tidak kelihatan kalah,

Irland juga tidak kelihatan kalah gitu. Tetapi cara ini belum ketemu oleh White House. White House masih dengan cara yang hardliners, tegas, tidak mau buang waktu lagi dan satu [tertawa] paket yang mau diluti. Itu Mbak perbedaan sangat fundamental, Pak. Oke, Mas Wibawanto. Tapi sebenarnya siapa yang mengendalikan arah konflik saat ini kemudian apakah menuju ke diplomasi atau malah konflik militer yang eskalasi kembali lebih meluas kembali? Tapi nanti ya dijawab karena kita harus juj terlebih dahulu. Say jeda

Parah Nih Jauh-jauh ke Budapest Malah Jadi Aib Inggris Duh Bos! Arsenal Jadi Badut Eropa

kami kembali pemirsa.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *