Dunia
Home / Dunia / Jaksa UEA Sebut Kopilot Flydubai Rencanakan Serangan ke Bandara Tel Aviv

Jaksa UEA Sebut Kopilot Flydubai Rencanakan Serangan ke Bandara Tel Aviv

Copyright (AP Photo/Ohad Zwigenberg)
Copyright (AP Photo/Ohad Zwigenberg)

JAKARTA, INDONESIA — Jaksa penuntut umum Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa kopilot maskapai Flydubai berkewarganegaraan Oman diduga merencanakan serangan bunuh diri dengan menabrakkan pesawat ke terminal Bandara Ben Gurion, dekat Tel Aviv, Israel. Menurut hasil penyelidikan yang diumumkan pada Jumat, 9 Oktober 2026, rencana tersebut terinspirasi oleh serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Insiden itu terjadi pada 30 September 2026 dalam penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv. Kopilot tersebut diduga menyerang kapten pesawat ketika pesawat berada di wilayah udara Arab Saudi. Serangan itu memicu penurunan ketinggian secara drastis sebelum awak dan penumpang berhasil mengendalikan situasi.

Pesawat akhirnya melakukan pendaratan darurat di Arab Saudi. Para penumpang dan awak lainnya berhasil selamat setelah kapten, pilot cadangan, awak kabin, dan sejumlah penumpang membantu menghentikan pelaku.

Kronologi Insiden Flydubai dalam Penerbangan Menuju Israel

Menurut keterangan jaksa agung UEA, penyelidikan menemukan dugaan bahwa kopilot tersebut berusaha mengambil alih kendali pesawat untuk menjalankan rencana serangan terhadap terminal penumpang Bandara Ben Gurion.

Kapten pesawat diserang saat penerbangan berlangsung

Kopilot diduga menyerang kapten menggunakan kapak darurat di area kokpit. Insiden tersebut menyebabkan pesawat kehilangan ketinggian dengan cepat dan menimbulkan situasi darurat di dalam penerbangan.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Kapten yang terluka disebut berhasil membuka akses kokpit sehingga awak lain dan beberapa penumpang dapat membantu mengatasi serangan. Pilot cadangan yang berada di pesawat kemudian ikut membantu mengendalikan keadaan.

Pesawat akhirnya dialihkan untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Tabuk, Arab Saudi. Penerbangan tersebut membawa penumpang yang sebagian besar merupakan warga Israel.

Dugaan rencana serangan di Bandara Ben Gurion

Jaksa UEA menyatakan bahwa penyelidikan menemukan dugaan kopilot tersebut ingin menabrakkan pesawat ke terminal Bandara Ben Gurion dengan tujuan menimbulkan korban sebanyak mungkin.

Penyidik juga menyebut dua penerbangan sebelumnya menuju Tel Aviv diduga dimanfaatkan untuk mempelajari rute dan lingkungan bandara. Informasi tersebut merupakan bagian dari temuan yang disampaikan pihak penuntut UEA.

Penyelidikan UEA Mengaitkan Rencana dengan Serangan 11 September

Dalam keterangan resminya, jaksa UEA menyebut pelaku diduga terinspirasi oleh serangan 11 September 2001 yang dilakukan Al-Qaeda di Amerika Serikat.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Dugaan radikalisasi dan persiapan serangan

Menurut hasil penyelidikan yang dipublikasikan melalui media pemerintah UEA, tersangka diduga mulai menunjukkan ketertarikan pada materi ekstremis sejak beberapa tahun sebelumnya. Penyidik menyatakan bahwa ia mengakses materi yang memuliakan organisasi teroris dan serangan bunuh diri.

Jaksa juga menyebut tersangka mengaku telah melakukan persiapan mental dan fisik. Namun, informasi tersebut berasal dari keterangan penyidik dan perlu dibedakan dari temuan pengadilan yang telah diputus secara final.

Pemeriksaan keamanan sebelumnya tidak menemukan indikasi rencana serangan

Pihak berwenang UEA menyatakan bahwa tersangka memenuhi persyaratan profesional dan pemeriksaan keamanan saat proses perekrutan, termasuk memiliki lisensi pilot dan dokumen pendukung yang diperlukan.

Menurut jaksa, prosedur pemeriksaan tersebut tidak mengungkap indikasi rencana serangan atau pandangan ekstremis yang dituduhkan kepadanya. Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas proses pemeriksaan awak penerbangan lintas negara.

Keamanan Penerbangan Internasional Menjadi Sorotan

Insiden tersebut kembali menyoroti pentingnya pengawasan terhadap awak pesawat, koordinasi keamanan antarnegara, dan prosedur penanganan ancaman di dalam penerbangan komersial.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Israel meminta peninjauan keamanan penerbangan asing

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya memuji keberanian kapten dan penumpang yang membantu menghentikan serangan. Ia juga memerintahkan peninjauan menyeluruh terhadap aspek keamanan penerbangan sipil asing yang menuju Israel.

Langkah tersebut dimaksudkan untuk meninjau bagaimana seorang awak pesawat yang diduga memiliki niat melakukan serangan dapat bertugas dalam penerbangan menuju Israel tanpa terdeteksi oleh pemeriksaan sebelumnya.

Maskapai tidak dinyatakan terlibat dalam rencana tersebut

Dalam keterangan jaksa yang diberitakan Reuters, tidak terdapat tuduhan bahwa Flydubai terlibat dalam perencanaan serangan tersebut. Penyelidikan berfokus pada tindakan tersangka dan bagaimana rencana yang diduga disiapkan itu dapat berlangsung.

Karena proses penyelidikan masih menjadi dasar informasi yang tersedia, kesimpulan mengenai kemungkinan kelalaian atau tanggung jawab pihak lain perlu menunggu hasil pemeriksaan resmi lebih lanjut.

Apa Dampaknya bagi Keamanan Penerbangan Global?

Kasus ini dapat mendorong otoritas penerbangan dan keamanan bandara untuk mengevaluasi prosedur pemeriksaan awak, pertukaran informasi antarlembaga, serta mekanisme pelaporan apabila terdapat tanda risiko keamanan.

Pemeriksaan latar belakang dan lisensi profesional tetap menjadi unsur penting, tetapi kasus ini menunjukkan bahwa prosedur tersebut perlu berjalan seiring dengan evaluasi keamanan yang berkelanjutan dan koordinasi lintas negara.

Penyelidikan oleh otoritas UEA dan Arab Saudi menjadi bagian penting untuk menjelaskan seluruh rangkaian kejadian. Perkembangan berikutnya juga akan menentukan apakah terdapat temuan tambahan mengenai proses perekrutan, pengawasan awak, dan pencegahan ancaman terhadap penerbangan komersial.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *