Untuk Anda
Home / Untuk Anda / Vaksin Flu Dosis Tinggi: Siapa yang Membutuhkannya dan Apa Kata Para Ahli?

Vaksin Flu Dosis Tinggi: Siapa yang Membutuhkannya dan Apa Kata Para Ahli?

A medical worker holds a flu shot in Bad Honnef, Germany, in 2022. (Ulrich Baumgarten/Getty Images)
A medical worker holds a flu shot in Bad Honnef, Germany, in 2022. (Ulrich Baumgarten/Getty Images)

JAKARTA, INDONESIA — Vaksin influenza dosis tinggi menjadi perhatian menjelang musim flu 2026–2027, terutama bagi orang lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko lebih besar mengalami komplikasi pernapasan. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa vaksin dengan formulasi yang diperkuat dapat memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok tertentu dibandingkan vaksin flu standar.

Laporan The Washington Post pada 10 Oktober 2026 menyoroti manfaat vaksin flu dosis tinggi, khususnya bagi orang berusia 65 tahun ke atas dan pasien dengan penyakit paru kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Namun, vaksin dosis tinggi tidak otomatis menjadi pilihan terbaik bagi semua orang. Rekomendasi vaksin bergantung pada usia, kondisi kesehatan, ketersediaan produk, serta panduan otoritas kesehatan.

Apa Itu Vaksin Flu Dosis Tinggi?

Vaksin flu dosis tinggi merupakan vaksin influenza yang dirancang untuk menghasilkan respons kekebalan lebih kuat. Salah satu alasannya adalah sistem kekebalan tubuh cenderung melemah seiring bertambahnya usia, sehingga orang lanjut usia dapat memberikan respons yang lebih rendah terhadap vaksin standar.

Vaksin dosis tinggi mengandung jumlah antigen influenza yang lebih besar daripada vaksin standar tertentu. Antigen merupakan bagian dari vaksin yang membantu sistem kekebalan mengenali virus dan membentuk perlindungan.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Selain vaksin dosis tinggi, terdapat pula vaksin influenza dengan adjuvan, yaitu bahan tambahan yang membantu meningkatkan respons kekebalan, serta vaksin rekombinan yang dibuat menggunakan teknologi berbeda dari vaksin influenza konvensional.

Mengapa Orang Berusia 65 Tahun ke Atas Lebih Membutuhkannya?

Orang berusia 65 tahun ke atas memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat influenza, termasuk pneumonia, rawat inap, dan kematian.

Menurut CDC, perubahan fungsi sistem kekebalan akibat penuaan merupakan salah satu faktor yang membuat kelompok ini lebih rentan terhadap penyakit berat.

Karena itu, CDC dan Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP) memprioritaskan tiga pilihan vaksin bagi kelompok usia tersebut:

  • Vaksin influenza inaktif dosis tinggi.
  • Vaksin influenza rekombinan.
  • Vaksin influenza inaktif dengan adjuvan.

Ketiganya menjadi pilihan yang diprioritaskan dibandingkan vaksin inaktif standar tanpa adjuvan untuk orang berusia 65 tahun ke atas. Jika salah satu pilihan tersebut tidak tersedia, CDC menyarankan agar orang dalam kelompok usia ini tetap mendapatkan vaksin flu standar yang sesuai daripada menunda vaksinasi hanya untuk menunggu produk tertentu.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Penelitian Menunjukkan Manfaat Perlindungan Tambahan

Salah satu penelitian yang disorot dalam laporan The Washington Post adalah FLUNITY-HD, yang hasilnya dipresentasikan dalam kongres European Respiratory Society.

Penelitian tersebut melaporkan bahwa vaksin flu dosis tinggi berkaitan dengan penurunan sebesar 8,8% pada rawat inap akibat influenza atau pneumonia dibandingkan vaksin dosis standar.

Hasil tersebut juga menunjukkan manfaat terhadap rawat inap yang berkaitan dengan masalah jantung dan pernapasan pada orang lanjut usia.

Apa Arti Penurunan Risiko Sebesar 8,8%?

Angka 8,8% menunjukkan perbedaan risiko relatif yang dilaporkan dalam penelitian, bukan berarti setiap orang yang menerima vaksin dosis tinggi memiliki kemungkinan 8,8% lebih kecil untuk dirawat di rumah sakit dalam semua keadaan.

Besarnya manfaat yang dialami seseorang dapat dipengaruhi usia, kondisi kesehatan, tingkat paparan virus, dan karakteristik populasi yang diteliti.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Hasil penelitian juga perlu dinilai bersama bukti ilmiah lainnya sebelum digunakan untuk menarik kesimpulan yang berlaku bagi semua kelompok masyarakat.

Meski demikian, temuan tersebut mendukung perhatian terhadap vaksin yang memberikan perlindungan lebih kuat bagi kelompok lanjut usia yang berisiko mengalami komplikasi serius.

Apakah Penderita Asma dan PPOK Perlu Memilih Vaksin Dosis Tinggi?

Influenza dapat memperburuk kondisi pernapasan, terutama pada orang yang memiliki penyakit paru kronis. Infeksi flu berpotensi memicu serangan asma, memperburuk gejala PPOK, dan meningkatkan kemungkinan komplikasi yang membutuhkan perawatan medis.

Karena itu, vaksinasi influenza merupakan salah satu langkah pencegahan penting bagi pasien dengan penyakit paru.

Bagaimana dengan Pasien Berusia di Bawah 65 Tahun?

Bukti yang mendukung penggunaan vaksin flu yang diperkuat pada orang berusia di bawah 65 tahun dengan penyakit kronis masih lebih terbatas dibandingkan bukti untuk kelompok lanjut usia.

Untuk sebagian besar orang berusia 18–64 tahun, CDC tidak memprioritaskan satu jenis vaksin flu dibandingkan vaksin lain yang sesuai dengan usia mereka.

Ada pengecualian tertentu. Misalnya, penerima transplantasi organ padat berusia 18–64 tahun yang menggunakan terapi imunosupresif dapat menerima vaksin dosis tinggi atau vaksin dengan adjuvan sebagai pilihan yang dapat diterima dalam kondisi tertentu.

Penderita asma atau PPOK yang berusia di bawah 65 tahun sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menentukan vaksin yang sesuai. Jangan menganggap vaksin dosis tinggi selalu lebih tepat hanya berdasarkan adanya penyakit kronis.

Kapan Waktu Terbaik Mendapatkan Vaksin Flu?

Waktu vaksinasi penting karena tubuh membutuhkan waktu untuk membentuk perlindungan. CDC menjelaskan bahwa antibodi pelindung biasanya berkembang sekitar dua minggu setelah vaksinasi.

Untuk musim influenza 2026–2027, vaksinasi pada September atau Oktober umumnya menjadi waktu yang dianjurkan di Amerika Serikat. Namun, waktu terbaik dapat berbeda menurut situasi epidemiologi setempat, ketersediaan vaksin, dan rekomendasi tenaga kesehatan.

Apakah Terlambat Jika Musim Flu Sudah Dimulai?

Tidak selalu. Orang yang belum mendapatkan vaksin flu masih dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi selama virus influenza terus beredar dan vaksin yang sesuai masih tersedia.

Vaksin flu tidak menjamin seseorang terhindar sepenuhnya dari infeksi. Namun, vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit berat dan komplikasi.

Orang yang memiliki risiko tinggi sebaiknya tidak menunda konsultasi dengan tenaga kesehatan hanya karena musim flu telah dimulai.

Apakah Vaksin Flu Dosis Tinggi Aman?

Vaksin flu yang telah mendapat izin penggunaan menjalani evaluasi keamanan dan efektivitas sesuai ketentuan regulator. Seperti vaksin lainnya, vaksin flu dapat menimbulkan efek samping.

Efek samping yang umum meliputi nyeri atau kemerahan pada lokasi suntikan, sakit kepala, nyeri otot, dan rasa lelah. Gejala tersebut biasanya bersifat sementara.

Vaksin dosis tinggi juga dapat menyebabkan reaksi lokal atau sistemik yang lebih terasa pada sebagian orang. Pilihan vaksin sebaiknya mempertimbangkan manfaat perlindungan dan kondisi kesehatan individu.

Jika pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap vaksin influenza atau memiliki riwayat medis yang relevan, sampaikan informasi tersebut kepada tenaga kesehatan sebelum vaksinasi.

Bagaimana dengan Vaksin Flu di Indonesia?

Rekomendasi CDC yang dibahas dalam artikel ini berlaku untuk konteks Amerika Serikat. Ketersediaan produk dan panduan vaksinasi di Indonesia dapat berbeda.

Masyarakat Indonesia, khususnya orang lanjut usia dan penderita penyakit kronis, dapat berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan untuk menentukan jenis vaksin influenza yang tersedia dan sesuai dengan kondisinya.

Jangan mengasumsikan bahwa semua vaksin dosis tinggi yang tersedia di Amerika Serikat juga tersedia di Indonesia. Pemilihan produk harus mempertimbangkan izin edar, indikasi usia, ketersediaan, dan panduan kesehatan setempat.

Kesimpulan

Vaksin flu dosis tinggi dan vaksin dengan formulasi yang diperkuat dapat memberikan perlindungan tambahan bagi orang berusia 65 tahun ke atas. Penelitian yang disorot dalam laporan terbaru juga menunjukkan potensi penurunan rawat inap akibat influenza atau pneumonia pada kelompok lanjut usia.

Namun, pilihan tersebut tidak otomatis lebih tepat untuk semua orang. Orang berusia di bawah 65 tahun, termasuk mereka yang memiliki asma atau PPOK, perlu mempertimbangkan rekomendasi vaksin yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan masing-masing.

Langkah yang paling penting adalah mendapatkan vaksin influenza yang sesuai, tidak menunda konsultasi jika termasuk kelompok berisiko tinggi, dan mengikuti panduan tenaga kesehatan serta otoritas kesehatan setempat.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *