Beranda / Berita Utama / Sekarang Memahami Kan? Alarm Kasus Genjot Seksual di Kampus

Sekarang Memahami Kan? Alarm Kasus Genjot Seksual di Kampus

Rama dan juga pemirsa ini e menjadi hal yang sangat miris dan juga ironis serta intinya adalah mengkhawatirkan ya ketika kasus pelacahan seksual separa ini kemudian dinormalisasi dan dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya sadar hukum di lembaga yang berpendidikan. Betul. Dan juga yang mengkhawatirkan lagi nih Nisrina adalah ketika kita sadar kalau sebenarnya mahasiswa-mahasiswa ee hukum ini harusnya di masa depan bisa jadi ujung tombak dunia hukum Indonesia. Tapi justru sekarang malah jadi pelaku

kekerasan seksual. Banget ya. Iya. Dan kalau kita tarik mundur sedikit ya, kabarnya percakapan pelan ini sudah dimulai sejak tahun 2025 yang mana awalnya grup chat ini adalah grup chat kos-kosan. Nah, tapi ini justru pembahasannya malah ke mana-mana. Nah, dan dari tahun 2025 ini sudah ada sebanyak 27 orang korban yang kemudian melapor dan ini terdiri dari 20 mahasiswa dan 7uh dosen. Ini yang baru ketahuan ya dari percakapan di grup chat-nya. Dan tentu ini parah banget karena bahkan dosen pun juga tak

luput menjadi objek pelecehan mereka. Apalagi angkanya ini 27 orang mungkin baru angka yang melapor aja tapi bisa jadi sebenarnya lebih banyak lagi. Yes, bisa jadi ini sebenarnya adalah tip of the iceb gitu ya. bisa jadi bertambah nih angka korbannya kalau memang kasusnya lebih dalam ditelusuri. Nah, tapi yang mirisnya lagi adalah sejak kasus pelecehan di FAU ini viral nih Nisrina ee kasus-kasus pelecehan serupa di berbagai instansi pendidikan lainnya seperti di ITB, IPB, lalu juga ada di UNISA ini juga akhirnya ikut viral.

Nah, ini benar-benar albiris ya. lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat belajar tetapi malah menjadi tempat kekerasan seksual ini tumbuh subur. Dan hal ini juga yang dikecam oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau PPPA Arifa Fauzi dalam konferensi persnya kemarin dan kita dengarkan bersama ya apa kemudian ee yang disampaikan oleh Bu Arifa berikut ini. Kami mengecam keras segala bentuk pelecehan terhadap perempuan termasuk yang terjadi di ruang digital. Tindakan tersebut tidak hanya ee

merendahkan martabat perempuan, tapi ee juga mencederai ee rasa aman di lingkungan akademik. Kami mengapresiasi langkah awal yang telah dilakukan pihak kampus dan mendorong penanganan kasus ini secara menyeluruh, transparan, dan berperspektif korban. karena ee setiap pelaku harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tanpa pandang bulu. Kami ee menegaskan bahwa kekerasan seksual ee dalam bentuk apapun termasuk percakapan tertutup tidak dapat ditoleransi. korban harus mendapatkan perlindungan,

Iran Gangguan? Begini Nego Jalur Sentosa Ketika AS Blokade Selat Hormuz

pendampingan psikologis, dan juga pendampingan secara hukum serta dijamin kerahasiaannya dari stigma dan intimidasi. Kami ee juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menormalisasi candaan yang melecehkan. Ya, setuju banget ya sama Ibu Menteri bahwa tindak tegas atas kasus pelecehan di instansi pendidikan ini memang harus ditegakkan dan jangan pandang mulu mau dia anaknya siapa, anaknya pejabat ini, anaknya bos itu, pokoknya harus ditangani sesuai hukum yang berlaku. Ya, sepakat dan tentunya setuju banget ya

dengan ee Bu Menteri PPPA ini bahwa kekerasan seksual dalam bentuk apapun termasuk juga e kekerasan atau pelecehan seksual dalam bentuk verbal atau percakapan tertutup ini tidak bisa ditoleransi dan dinormalisasi hanya karena korban tidak tahu kalau dia lagi dilecehkan. Nah, ini bukan berarti pelecehan itu tidak terjadi. Betul banget. Dan juga kita harapkan kasus ini jadi alarm ee untuk seluruh pihak ya, baik itu pemerintah, kampus, orang tua, dan juga masyarakat seperti kita bahwa kasus kekerasan seksual atau

pelecehan dalam bentuk apapun ini harus diberantas, enggak boleh dinormalisasi dan yang terpenting kasus ini harus dikawal sampai tuntas. Karena dalam kasus kekerasan seksual seperti ini yang melibatkan mahasiswa, keadilan untuk korban harus lebih besar daripada rasa malu institusi atau keluarga pelaku. Jadi jangan sampai kasus ini redup tiba-tiba karena ada intervensi internal. Betul. Dan kita kawal terus kasus ini endingnya seperti apa. Semoga pihak terkait ini bisa mengusut tunta seluruh kasus kekerasan seksual di lingkungan

kampus ini dan tentunya bisa memberikan efek jeraha ya. Jangan sampai hal-hal seperti ini berkembang dan tumbuh subur di dunia pendidikan. Nah, gimana pemirsa? Jadi paham kan?

 

Pelaku Terekam CCTV, Memang Pelaku Copet Begal Motor di Area Gunung Sahari Diringkus Polres Jakpus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *