Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan bahwa pengerahan personel TNI dalam aksi demonstrasi di Jakarta Pusat merupakan permintaan langsung dari pihak kepolisian. Beliau menegaskan bahwa kehadiran anggota TNI bukan untuk menangani massa aksi secara langsung, melainkan sebagai bentuk dukungan personel apabila pihak kepolisian sudah tidak mampu lagi mengendalikan situasi massa.
Pihak TNI memastikan bahwa mereka tidak akan mengambil peran polisi sebagai penegak hukum dalam menindak peserta aksi, karena penanganan demonstrasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab kepolisian. Pernyataan ini disampaikan menanggapi sorotan publik terkait kehadiran pasukan TNI AD dalam unjuk rasa mahasiswa di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, massa aksi yang terdiri dari elemen mahasiswa melakukan long march menuju titik demonstrasi. Kehadiran barisan personel TNI yang menghalangi jalan massa sempat direkam oleh masyarakat dan menjadi viral di media sosial. Aksi tersebut menuai berbagai komentar negatif dari warganet yang menilai pengerahan TNI dalam pengamanan unjuk rasa dianggap berlebihan dan terkesan mengintimidasi massa. Banyak pihak yang mempertanyakan fungsi TNI di lapangan, mengingat tugas utama mereka adalah pertahanan negara.

Komentar