Ya, tak seperti di tempat-tempat lain, Idul Adha di Gaza, Palestina tanpa sukacita. Duka terlihat di wajah-wajah warga Gaza yang melaksanakan salat Id di tengah reruntuhan. 3 tahun terakhir, warga Gaza tidak lagi bisa melaksanakan ibadah haji. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Sambil mengumandangkan takbir, ratusan warga Gaza berkumpul melaksanakan salat Idul Adha. Tak seperti umat muslim di belahan lain di dunia, pelaksanaan salat Idul Adha di Gaza, Palestina penuh duka. Salat Id dilaksanakan di berbagai
lokasi. Di antara reruntuhan bangunan diwarnai ketakutan akan serangan Israel. Israel terus menyerang Gaza bahkan di malam takbiran. inamulik pasutri lansia warga Gaza ini mohon ampunan pada Allah akibat [musik] tidak bisa melaksanakan ibadah haji. 3 tahun warga Gaza terpenjara selama pendudukan Israel tidak bisa menunaikan ibadah haji. Sementara kali ini warga Gaza juga kesulitan tidak bisa melaksanakan ibadah kurban, imbas terbatasnya pasokan hewan kurban. Ya, di tengah reruntuhan bangunan dan
bayang-bayang perang, ribuan warga Palestina di jalur Gaza melaksanakan salat Idul Adha. Warga berdoa dengan air mata berlinang mengenang sanak saudara yang gugur akibat perang. Di tengah runtuhan bangunan dan bayang-bayang perang, ribuan warga Palestina di jalur Gaza berkumpul di lapangan Alsara Kota Gaza pada hari Rabu untuk melaksanakan salat Idul Adha. Sejak pagi jemaah berbondong memasuki alun-alun untuk melaksanakan salat dan mendengarkan khotbah meski duka begitu terasa di setiap sudut kota.
Meski pengamanan ketat, warga Gaza tetap datang bersujud bareng sambut hari raya. Warga berdoa dengan mata berlinang, mengenang saudara yang gugur karena perang. Sejak perang, warga nggak mampu beli hewan kurban atau pakaian baru. Tapi menurut warga, walaupun rudal terus jatuh, mereka bakal tetap berdoa dan pasrah sama Tuhan. Warga juga bakal ikutan salat jenazah buat korban tewas dalam serangan sehari sebelumnya. Sebelumnya, di malam Idul Adha, Israel…
membobi kota Gaza bagian barat di tengah kejatan senjata. Serangan tersebut menelewatkan sembilan warga Gaza dan melukai puluhan lainnya. Di tengah gencatan senjata, Israel membombardir kota Gaza bagian barat. Serangan yang dilakukan di malam Idul Adha tersebut menewaskan sembilan warga Gaza. Warga Gaza berlarian dan mencoba menyelamatkan diri setelah sejumlah ledakan menghantam apartemen dan perumahan di Alrimal bagian barat kota Gaza. Serangan ini terjadi saat warga Gaza bersiap merayakan Idul Adha yang jatuh
pada keesokan harinya. Israel beralasan serangan ini menargalkan komandan baru Hamas Muhammad Odeh. Israel juga menyerang rumah hingga toko-toko di kawasan Alimal. Banyak warga yang sedang berbelanja baju baru, makanan, hingga percaban kurban untuk Idul Adha kaget atas serangan ini. Kepanikan massal pun terjadi di Wegaza bagian barat. Serangan ini menghancurkan area komersial pada di kota Alrimal. Berdasarkan data dari Gaza Civil Defense, serangan Israel menewaskan setidaknya sembilan warga. Sementara korban luka mencapai lebih
dari 20 orang. Pasukan Amerika Serikat menyerang kapal Iran dan beberapa lokasi peluncuran rudal di Iran. Pasca serangan Amerika Serikat ke Iran. Sistem pertahanan udara Iran di wilayah Provinsi Kom sedang dalam status siaga tinggi. Pasukan Amerika Serikat menyerang Iran. Kali ini target AS menyerang kapal Iran dan beberapa lokasi peluncuran rudal di Iran. Sejumlah media asing melaporkan pasukan AS menyerang beberapa lokasi di Iran Selatan. Juru bicara militer AS mengklaim serangan ini sebagai pembelaan diri.
Target salah satunya adalah Bandar Abbas. Lokasi kapal-kapal Iran yang mencoba memasang ranjau. Bandar Abas berada di Iran Selatan dekat dengan Selat Hormus. Pasca serangan AS ke Iran, sistem pertahanan udara Iran di wilayah Provinsi Kom sedang dalam status siaga tinggi. Pengerahan sistem pertahanan udara jarak jauh untuk melindungi fasilitas nuklir strategis Fordow di daerah tersebut diaktifkan. Yang meletusnya perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel. Seluruh sekolah di Iran tutup demi keselamatan
anak-anak. Namun pendidikan tetap berlanjut melalui daring atau online. [musik] Pecahnya perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel membuat seluruh sekolahan di Iran tutup demi keselamatan anak-anak. Untuk melanjutkan pendidikan, sejumlah sekolah di Iran melanjutkan belajar mengajar menggunakan daring atau online. Perang Iran, Amerika Serikat, dan Israel hampir mengancam pendidikan anak-anak. Namun, pemerintah Iran terus melakukan terobosan agar proses belajar mengajar terus dilakukan. Sebelumnya Iran dikejutkan dengan
serangan udara Amerika Serikat dan Israel. Pada 28 Februari [musik] lalu, kesekolahan di Kota Mina Iran yang menewaskan 155 siswa dan 26 guru. Namun, Amerika Serikat dengan tegas tidak bertanggung jawab atas serangan tersebut yang menimbulkan kecaman dunia.

Komentar