aktivis global sumut asal Indonesia mengungkapkan penyiksaan keji yang dilakukan oleh Zionis Israel. Berikut wawancara tim Metro TV bersama salah seorang relawan global Sumut Flotila Bambang Noroyono yang baru tiba di tanah airama dengan salah satu relawan kemanusiaan yang mengikuti misi global Sumut Flotila yang juga merupakan jurnalis dari Republika dengan Mas Bambang Noro. Selamat sore, Mas. Sore. Selamat datang kembali ke Indonesia. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Iya. Jadi, Ak saya juga bersama dengan
Bambang Noroyono beberapa waktu yang lalu mengikuti misi global Sumut Flotila. Tapi memang eh Mas Bambang Noroyono bersama delan relawan lainnya yang berlayar hingga akhirnya diculik oleh tentara zon Israel. Oke, Mas Bambang. Setelah kepulangan ke Indonesia kita ee tanpa mengurangi rasa hormat dan juga ingin membuka trauma kepada Mas Bambang bisa diceritakan kembali kepada pemirsa Metro TV bagaimana perjalanan hingga akhirnya bisa diintersep kemudian diculik oleh tentara zon Israel dan apa saja perlakuan yang Mas Bambang terima
kalau perjalanan dari Intersep sampai saat sampai dipulangkan itu prosesnya sangat panjang ya karena itu intersep saja itu hari Senin. Hari Senin ee dan baru dibebaskan itu hari Kamis selama Senin, Selasa, Rabu selama 3 hari kita berada di kapal penjara. kapal penjara yang itu memang syarat dengan ada penyiksaan, ada penembakan, tidak dikasih makan, tidak dikasih minum, dikasih dikasih roti itu terbatas dan itu dikasih mineral air minuman yang dilemparkan dengan kasar. Kemudian juga ada beberapa ee yang ini
belum belum pasti angkanya berapa, tapi dikabarkan ada BAP tentang kekerasan dan plean seksual yang sampai hari ini kita terima sekitar 40-an kasus, baik laki-laki maupun perempuan. Ee kalau penyiksaan yang Mas Bambang alami sendiri seperti apa? Kalau itu beragam ya, karena ini kan kalau yang 3 hari pertama setelah intersep itu, itu ada dua kapal penjara yang itu mungkin berbeda-beda perlakuannya. Kalau di kapal saya mungkin itu relatif lebih lebih tetap ada penyiksaan tapi masih relatif sedang lah gitu. Cuman hanya di di
ditendang, dipiting, dikunci bagian tangan belakangnya ditarik, diangkat gitu. Jadi, tangan kita diangkat ke atas gitu, diseret dan lain sebagainya. Tidur kita di atas, di atas di kita tidur di dalam peti kemas yang peti kemasnya itu kalau malam itu pasti disiram air laut, ada embun netes dan itu di di laut di laut lepas ya. Itu sangat dingin sekali tanpa pakai tanpa pakaian tambahan. Hanya pakaian satu helai, hanya celana satu helai. ee itu 3 hari kita ngalamin itu. 3 hari 2 malam setelah intersep
hari Senin. Kemudian kita dibawa ke dibawa ke imigrasi, kepolisian imigrasi itu juga perlakuannya sama. Kita mengalami kepala diinjak, tangan dikunci di belakang, kita diangkat dari belakang. Ee kalau kita kalau kita terlihat melihat ke samping itu pasti kepala kita diinjak di di tanah gitu, itu proses imigrasinya. Kemudian sampai kita di penjara kat Zot di Negev gitu, itu juga perlakuannya sama dengan kondisi di Borgol ee sangat ketat. Masih ada bekas lukanya juga diantai e kaki dirantai kemudian
ditelanjangi. Jangan lupa itu ada tiga kali penelanjangan. Eh, mungkin itu. Terima kasih e Mas Bambang untuk waktunya dan selamat pulang kembali ke Indonesia dengan selamat. Jelajahi cara baru mendapatkan informasi. Download Metro TV Extend sekarang.

Komentar