Terungkap modus kiai AKF dalam melancarkan aksi pelecehannya kepada para santriwati di sebuah pedepokan Desa Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Pekalongan, Jawa Tengah. Kasus ini tengah jadi sorotan publik karena lagi-lagi pelakunya pimpinan pondok pesantren. Pelaku diduga memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan padepokan untuk mendekati para santriwati dengan berbagai alasan. Korban disebut kerap diminta membantu aktivitas di lingkungan padepokan, termasuk memijat pelaku dengan dali, membantu pengobatan dan
menjaga kondisi tubuh. Dalam situasi tertutup dan sepi, pelaku melancarkan aksinya tersebut. Kasus ini diduga telah berlangsung cukup lama tanpa diketahui masyarakat sekitar. Warga pun mengaku terkejut setelah sejumlah pengakuan korban mulai bermunculan. AKF kini telah diamankan polisi setelah dilaporkan sejumlah korban. Perwakilan Yakusa Manekes Eko Ebes menyebut para korban awalnya diminta melakukan aktivitas sehari-hari sebelum dugaan pelecehan terjadi. Kasus tersebut mencuat setelah sejumlah korban
mulai berani menyampaikan pengakuan melalui media sosial dan pesan singkat. Yakusa Maneges mengaku menerima banyak laporan dari korban. Salah satu bahkan mengaku dilecehkan pada tahun 2008 ketika umurnya masih 14 tahun. Hingga kini sedikitnya enam korban telah melapor ke polisi. Para korban berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah seperti Pekalongan, Pemalang, Batang, hingga Semarang. Itulah tadi berita Hot News kita pada hari ini. Saksikan berita Hot News lainnya hanya di kanal YouTube dan Facebook Tribun Timur.
Download Tribun X sekarang. Menghadirkan lokal menjadi Indonesia. Yeah.

Komentar