Olahraga
Beranda / Olahraga / Tempat Taman Bermain Adek Yamal! Grup H Piala Internasional 2026 Pasti Mudah Dilibas Spanyol

Tempat Taman Bermain Adek Yamal! Grup H Piala Internasional 2026 Pasti Mudah Dilibas Spanyol

Siapa yang dari kemarin minta dibahas grupnya Spanyol? Oke, jadi gini. Spanyol mendapat undian tergabung di grup H bersama Uruguay, Arab Saudi, dan KPVD. Datang sebagai negara terkuat Eropa, Lafuria Roha seperti mendapat karpet merah dari FIFA untuk melenggang menjadi juara dunia. Dengan skuad terbaik di Benua Biru, Grup H berpotensi akan mudah dilibas oleh juara dunia 2010 itu. Sekalipun di dalamnya ada juara dunia dua kali, grup ini akan jadi taman bermain bagi Dek Yamal. Lantas bagaimana peta persaingan selengkapnya di grup H

nanti? Benarkah [musik] Spanyol setangguh itu dibanding para rival? Sejarah mencatat ada andil pemain Real Madrid saat Spanyol pertama kali juara dunia pada 2010. Terdapat penggawa kunci yang berjasa seperti Iker Casias, Sergio Ramos hingga Sabi Alonso yang rela perutnya dikungfu Nigel Deong di final. Namun 16 tahun berselang, Luis de la Fuente dengan berani membentuk sejarah baru yang memantik perdebatan panas. Untuk Piala Dunia 2026, ia tidak memanggil sama sekali pemain dari Real Madrid. Ini untuk pertama kalinya tidak

ada pemain Los Blancos yang dipanggil ke dalam skuad matador. Sekalipun melanggar tradisi dari para pendahulunya, Dela Fuente cuek bebek dan menegaskan kalau inilah skuad terbaik yang dipunyai Spanyol saat ini. Berbekal mayoritas pemain dari Barcelona, bagaimana kekuatan yang diramu Dela Fuente? Menghadapi Piala Dunia pertamanya, pelatih 64 tahun tersebut masih akan setia dengan formasi 4231 yang terbukti ampuh saat juara Euro 2024. Spanyol tetap mampu bermain penguasaan bola, tapi tidak lagi bermain

umpan-umpan pendek dari bawah, melainkan umpan-umpan direct dan cepat. Di era de lauente, gelandang memainkan peranan penting karena terus bergerak menciptakan jalur umpan. Pendekatan ini bukan hanya memastikan Spanyol tetap kuasai bola, tapi juga mengontrol tempo laga. Di edisi 2026, Dela Fuente punya Rodri dan Pedri untuk mengisi posisi gelandang. Rodri bertindak sebagai otak permainan dari lini belakang. Ia mendikte ritme permainan terutama dalam transisi. Sedangkan Pedri berlakon sebagai gelandang serang di belakang

penyerang. Sebagai penghubung antar lini, [musik] Pedri Piawai mengirimkan umpan-umpan kunci serta membuat ruang bagi pergerakan penyerang sayap. Satu area yang tak boleh dilewatkan dari Spanyol era de Fuente adalah sisi sayap. Adanya Laminia Maldi kanan dan Nico Williams di kiri membuat lini sayap Spanyol andalkan sistem penetrasi cepat. Yamal dan Nico tak kena lelah lari ke belakang garis pertahanan lawan ketika bek atau gelandang Spanyol kuasai bola. Konsep tersebut menghasilkan banyak peluang ceta gol, memanfaatkan umpan

Gabungan Seperti Ini Bisa Juara? Mulainya XI Timnas Belanda di Piala Internasional 2026

terobosan maupun diagonal. Dengan kekuatan begini, pantang bagi Dela Fuente menjadi [musik] pesakitan layaknya Luis Enrique di edisi 2022. Berikutnya ada Uruguay yang akan bertarung di bawah bimbingan guru besar pelatih-pelatih hebat dunia, Marcelo Bilsa. Puluhan tahun Malang melintang di dunia manajerial. Sayangnya Bilsa akan pergi setelah perhelatan Piala Dunia 2026. Ya, maklumlah beliau ini sudah memasuki 70 tahun dan beberapa kali alami masalah kesehatan. Sudah waktunya main sama cucu dan memandikan perkutut

di teras rumah. Jadi sebagai Piala Dunia pertama dan terakhirnya bersama Les Celeste, [musik] Bilsa sebisa mungkin memberikan yang terbaik. Sebagai pelatih GACK, dia diminta perbaiki prestasi [musik] Uruguay yang gagal lolos fase grup edisi 2022. Namun karena satu grup sama Spanyol, Bilsa lebih realistis mengincar spot runner up. Apalagi dalam rekor pertemuan Uruguay enggak pernah menang selama berjumpa Spanyol. Lalu apa yang bisa dilakukan Bsa di grup H? Pelatih berjuluk Eloko itu kemudian akan lanjut

menerapkan formasi andalan 4411 bernafaskan filosofi menyerang dengan intensitas [musik] tinggi. Sama seperti di tim-tim sebelumnya, Bilsa menerapkan apa yang disebut Bilsa Ball di Uruguay. Tim ini mengerahkan seluruh energi yang dipunya untuk bermain dengan intensitas [musik] tinggi, penguasaan bola cepat, dan menekan terus-menerus. Bilsa mengubah identitas Uruguay dari tim dengan permainan keras dan pragmatis menjadi lebih agresif dan berani menekan lawan. Sejak 2023, taktik ikonik Bilsa itu sejauh ini menghasilkan 16 kemenangan

dan tujuh kali kalah. Sepanjang kualifikasi zona Konibol, Pakem Bilsa ini diakui sangat menyulitkan oleh mega bintang sekelas Lionel Messi. Lapulga mengakui kegigihan Uruguay era Bilsa. mengingat para pemain Uruguay akan terus melakukan penjagaan ketat dan menghukum lawan dengan counter [musik] attack. Di Piala Dunia 2026 nanti, Bils akan mengandalkan kekuatan generasi baru Uruguay. Dua pemain yang mimin notis adalah Maximiliano Arauho dan Federico Valverde. Sebagai sayap kiri, Maxi diandalkan untuk membongkar pertahanan

lawan menggunakan kecepatan dan kemampuan dribbling saat menusuk kotak penalti. Sementara Valverde adalah penggerak lini tengah dengan etos kerja tinggi dan stamina anti loyo. Kemampuan bertahan, kreativitas, dan tembakan keras gelandang Real Madrid ini juga memberinya kemampuan untuk bermain di hampir semua posisi. Ceritanya sih Arab Saudi ingin mengulang The Jafu di Piala Dunia 1994 silam. Waktu itu Amerika jadi tuan rumah dan The Green Falcon sebagai debutan lolos ke Bapak Gugur. Berhubung tahun

Pasti Sulit TERTANDINGI?! Mulainya XI Prancis di Piala Internasional 2026

ini Amerika lagi jadi host, Saudi memasang target serupa. Namun upaya itu bisa terganggu karena tindakan yang mereka lakukan. April kemarin, Saudi malah mendepak Hernard, pelatih yang membawa mereka ke Piala Dunia 2026. Bukan ya menggantinya dengan pelatih yang lebih oke, Saudi malah menunjuk sosok medioker. Dialah Giorgios Donis, pelatih asal Yunani yang sebelumnya menangani tim lokal Alhaj. Alasannya karena Donis sudah cukup mengenal sepak bola Saudi. Ia tercatat pernah membesut Alhilal dari 2015 sampai 2016 dan

merengkuh tiga piala domestik. Melatih perdana di Piala Dunia ini menjadi tantangan luar biasa besar bagi Donis. Kira-kira bagaimana permainan yang akan diperagakan [musik] Saudi nanti? Meski menyukai formasi 4231, pelatih kelahiran Jerman itu tampaknya menerapkan skema 433 peninggalan Renart. Donis tidak akan menanggalkan identitas high press dan counter attack cepat yang sudah mendarah daging di skuad Saudi. [musik] Main satu grup dengan Spanyol, Uruguay, dan KPRD, Saudi akan lebih sering bertahan. Donis akan menginstruksikan

bertahan rapat sebelum melakukan serangan balik sambil melakukan pressing tinggi untuk merebut bola. Saat berhasil mendapat bola, akan terjadi penumpukan di sisi sayap. [musik] dengan back sayap melakukan overlap memanfaatkan ruang di belakang pertahanan lawan. Dua pemain kunci yang tak mungkin terlewat dari perhatian Donis adalah Firas Alburaikan dan Salem Aldosari. Viras adalah striker produktif kecepatan lari yang tinggi sehingga mampu melakukan akselerasi cepat untuk mengejar bola terobosan atau

lolos dari jebakan offside. Finishingnya juga oke dan penempatan posisinya cerdik di kotak penalti sehingga seringki tidak terdeteksi bek lawan. [musik] Sementara Salem adalah figur berpengalaman di barisan depan Saudi. Pernah bobol gawang Argentina. Pemain Alhilal itu unggul dalam kontrol bola dan operan akurat yang membantu penyerang lain. Terakhir ada KPVD, salah satu dari empat debutan di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan bekas jajahan Portugal ini mengguncang dunia setelah lolos sebagai pemuncak klasemen grup D

kualifikasi zona Afrika. Bahkan mereka sanggup mengungguli tim langganan Piala Dunia Kaliber Cameron. Negara dengan penduduk hanya 530.000 orang itu terbang ke Amerika di bawah asuhan Pedro Letao Brito atau akrab disapa Bubista. [musik] Sebagai anak kemarin sore, KPVD langsung satu grup dengan dua juara dunia, Spanyol [musik] dan Uruguay. Jadi, tidak ada target yang muluk-muluk murni untuk memanen pengalaman melawan tim terbaik dunia. Bicara soal kekuatan KPVRD, Bubista kemungkinan akan mengandalkan

Selesai Buat Eropa Viral!! Sayangnya 7 Klub Ini Malah Bubar di Final UCL

formasi 4231, pragmatis tapi humanis [musik] dengan pertahanan low block. Sebagai mantan bek tengah, Bubista membangun tim dengan struktur pertahanan yang kokoh sehingga menjadikannya sulit ditembus. KPVD akan berupaya membentuk blok rendah yang kompak saat tidak menguasai bola, menjebak pemain lawan di area tengah, dan menargetkan sektor sayap saat transisi serangan balik. Pendekatan ini terbukti berhasil mengantarkan KPVD ke perempat final Piala Afrika 2023 dan tentu saja lolos ke Piala Dunia tahun

ini. Kali ini Bubista tidak membawa Yuran Fernandez yang bermain di PSM Makassar. Terus siapa pemain kunci KPRD di grup H? Keduanya datang dari lini belakang yakni Logan Costa dan Sydney Lopez Cabral mengenakan seragam Via Real Costa tipical ball playing defender yang memungkinkannya terlibat dalam serangan. Ia sering melepaskan long pass yang akurat guna membantu tim mengubah pertahanan menjadi serangan balik cepat. [musik] Sementara saat bertahan dengan anugerah fisik yang kuat, Kosta mudah memenangkan duel satu lawan satu dan

mempertahankan bola di pertahanan. Jika Costa bek tengah, kabral merupakan bek yang sangat fleksibel. Mampu beroperasi sebagai beg kanan, back kiri, maupun sayap. Bermain di Benfica. Pemuda 24 tahun itu memiliki keunggulan fisik khas Afrika dan kecepatan yang baik. Hal ini membuatnya efektif dalam duel satu lawan satu dan menutup ruang lawan. Memiliki tendangan bebas yang kuat dan seringki sukses mengeksekusi penalti. [musik] Itulah tadi preview grup H Piala Dunia 2026. Menurut kalian, tim mana yang

sanggup memberi perlawanan ketat pada Spanyol? Yeah.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *