Olahraga
Beranda / Olahraga / Pasti Sulit TERTANDINGI?! Mulainya XI Prancis di Piala Internasional 2026

Pasti Sulit TERTANDINGI?! Mulainya XI Prancis di Piala Internasional 2026

Enggak kebayang deh pusingnya jadi di deong di Piala Dunia 2026 nanti. Habisnya skuad Prancis dari belakang sampai depan isinya ngeri-ngeri semua, cuy. Ada bek tengah terbaik dunia. Kemudian salah satu penyerang tertajam Eropa hingga pemenang Balondor kumpul jadi satu di sini. Kualitas mereka dipastikan merata dan rasanya sayang jika tidak dimainkan dari menit pertama. Jadi jangan heran jika Leblue dijagokan sebagai salah satu calon kuah juara tahun ini ya. Tapi yang namanya sepak bola harus ada 11 pemain yang dimainkan

di atas lapangan. So, kali ini mimin akan coba menyusun perkiraan line up terbaik Prancis di Piala Dunia nanti. Pemain-pemain ini dinilai dapat memberikan hadiah perpisahan yang manis untuk Dejong. Siapa saja mereka? Sebagai Piala Dunia terakhirnya membesut Prancis, Did Dejong diprediksi masih tak akan lepas dari formasi andalan 433 yang terkadang bertransformasi jadi 4231. Dari posisi penjaga gawang sudah pasti dibooking atas nama Mike Mino. Sebagai suksesor Yugo Loris, Minyo akan diturunkan sebagai inisiator serangan

balik cepat dari belakang. Karena 433 Ala Deong mengandalkan kecepatan penyerang sayap. Penjaga gawang AC Milan itu bertugas melepaskan umpan lambung langsung. Kiriman bolanya langsung mengarah ke koridor sayap demi memicu situasi serangan balik. Itu baru tugasnya sebagai pembantu build up. Bagaimana dengan tugas Vital Minho lainnya? Meskipun Prancis sering menerapkan blok pertahanan menengah ke bawah, ada momen backk tengah mereka harus naik menekan lawan. Di sinilah Minyo berperan sebagai swiper yang

menyapu ruang kosong di belakang garis pertahanan. Ia berani keluar dari kotak penalti untuk menghalau umpan terobosan sebelum penyerang lawan mengejarnya. Ketika lawan berhasil membongkar blok pertahanan dan memaksa Prancis bertahan total, Minyo adalah tembok yang tangguh. Statistik penyelamatannya bersama Milan cukup bagus, yakni 75% yang berarti ia kerap menggagalkan peluang emas lewat refleks kilatnya. Tak lupa Minyu juga spesialis penggagal penalti yang memberi rasa aman. Sejak lama Didi Deong memposisikan

fullback dalam formasi 433 sebagai back sayap asimetris. Artinya fungsi dan gaya bermain keduanya di sisi kanan dan kiri bertolak belakang demi menjaga keseimbangan tim. Deong sengaja menciptakan dimensi di mana satu fullback bertugas defensif dan satunya lagi bergerak offensif. Kali ini Theo Hernandez adalah moto serangan Prancis dari sektor bek kiri. Karena posisi aslinya yang terbiasa offensif, Deong memberi bek alhilal itu keleluasaan merangs ke depan. Teo bergerak naik guna melakukan operan kombinasi dengan

Gabungan Seperti Ini Bisa Juara? Mulainya XI Timnas Belanda di Piala Internasional 2026

penyerang tengah. Saudara Lucas Hernandez itu memaksa bek kanan lawan terdistraksi sehingga penyerang tengah mendapat ruang tembak. Saat penyerang sayap kiri menusuk kotak 12 pas, Xbek AC Milan itu mengambil alih ruang tepi lapangan untuk membagi umpan silang datar atau umpan lambung. Berbeda dengan Teo, Julus Conde berperan sebagai penyeimbang di sisi kanan pertahanan. Ketika Teo naik menyerang, Konde enggak FOMO ikutan maju. Bek kesayangan Hansif Flick di Barcelona itu akan menahan posisinya di belakang dan bergeser agak

ke dalam bersama dua bek tengah. Tugas utamanya adalah bertahan secara murni. Konde dibebani tanggung jawab mematikan winger lawan lewat duel satu lawan satu atau intersepnya yang solid. Bergeser ke bek tengah, Prancis bersyukur dianugerahi dua bek tengah papan atas Eropa, William Saliba dan Dayot Upao. Keduanya merupakan tembok pertahanan berlapis yang memadukan agresivitas dan ketenangan tingkat tinggi. Upa Mekano ditaruh sebagai bek tengah sebelah kiri yang lebih proaktif dan agresif. Saat Teo Hernandez naik, Upa melebar menutup

koridor yang ditinggalkan. Pemain 27 tahun itu bertugas memotong serangan balik lawan sejak dini sebelum mencapai sepertiga lapangan. Di balik arahan Desong, Upamekano juga berperan jadi balling defender. Ia turun tangan membantu build up dengan mengirim umpan vertikal demi memecah blok pertahanan musuh. Lain halnya dengan Saliba sebagai bek tengah kanan yang lebih berfungsi sebagai jangkar pengaman terakhir. Di sisi kanan bek terbaik Arsenal itu akan tektokan dengan Jules Conde saat Prancis menyerang sehingga bertransisi menjadi

tiga bek sejajar. Saliba adalah poros tengah diapit Konde di kanan dan Upa Mekano di kiri. Gaya main Saliba jauh lebih sabar dan taktis. Jika Upa Mekano gagal memotong bola atau melakukan blunder, ia gercep menggunakan kecepatan, pembacaan posisi, dan keunggulan duel badan untuk recovery. Saliba jarang melakukan tackel sembrono dan lebih fokus mengisolasi pergerakan lawan. Beralih ke posisi pivot, duet Aurelian Choam dan Adrian Rabio akan bertindak sebagai power pivot. Cho memegang peran sebagai gelandang

bertahan murni yang cenderung statis dan berada tepat di depan bek tengah. Pemain yang pernah bersih tegang dengan Federico Valverde itu akan memutus jalur operan lawan memenangi duel bola atas dan melakukan tackel kunci sebelum lawan mengeksploitasi ruang antara lini tengah dan belakang. Ketika Prancis memegang bola, Jual Mini bertindak sebagai metronom yang menjemput bola dari kiper atau bek tengah. Punya akurasi umpan 91,5%. Coini diwajibkan mengalirkan bola dengan mantap ke sisi sayap atau memberi umpan

Selesai Buat Eropa Viral!! Sayangnya 7 Klub Ini Malah Bubar di Final UCL

lambung yang memicu serangan balik. Sementara itu, Rabio diplot sebagai hybrid box to box dengan radius pergerakan jauh lebih luas dibanding Choameni. Mantan pemain PSG itu bertindak sebagai gelandang penyeimbang tapi juga dinamis. Seperti yang tadi dibahas, Theo Hernandez seringkiali maju sangat tinggi. Untuk itu, Rabio akan memblokade ruang kiri serapat mungkin dengan kemampuan body charge-nya. Ketika bertransisi positif, Rabio diberi mandat untuk bergerak dan penetrasi ke sepertiga akhir. Ia bertugas menjadi

opsi operan di kotak penalti atau melakukan tusukan dari lini kedua. Tepat di tengah Rabio dan Choam ini ada Michael Olise yang mengampu posisi gelandang serang. Di skema Lad Shong, Mr. Noncalan mewarisi posisi Antoan Griezmann. Sebagai gelandang serang, Olise tidak membatu di tengah, melainkan cerdik bergerak di ruang hal space sebelah kanan. Atribut kontrol bola dan visi bermainnya membuat Olise mampu menerima bola membelakangi gawang lawan. Kemudian ia berputar dengan satset lalu menginisiasi serangan berbahaya. Olise

di Prancis juga diamanahi sebagai pelayan bagi area final third. Desong percaya penuh padanya untuk memanjakan para penyerang sayap berkecepatan tinggi. Karena berkaki kidal, Olise bisa melepas umpan terobosan vertikal atau umpan silang melengkung ke tiang jauh. Sistem pragmatis Deso ngajap kali kewalahan membongkar tim dengan pertahanan blok rendah. Di situasi itulah Olise hadir membawa dimensi baru lewat tembakan jarak jauh akurat dan tajam. Di Bayern ia sering melepas tembakan usai melakukan cut inside. Nah,

di Piala Dunia nanti Olise mungkin akan melakukan hal yang sama. Lanjut di sektor sayap akan tersedia Desi Redowe di kiri dan Osmani Dembélé di seberangnya. Did Deong sangat menyukai kombinasi penyerang sayap yang cepat dan dribelnya paten kali. Spek itu dibutuhkan guna menghukum lawan dalam skema counter cepat. Maka Dembele dipasang di kanan sebagai pengacu struktur pertahanan. De Shong sengaja meminta tim untuk mengalirkan bola cepat di sisi kanan agar pemenang Balonor itu berada dalam situasi satu lawan satu.

Kebolehan kedua kakinya membuat Dembele bisa mengelabui lawan untuk lepaskan umpan silang. Gerakan eksplosif Dembele otomatis menarik perhatian dua sampai pemain lawan yang berpotensi membuka ruang luas di area tengah atau tiang jauh. Lain cerita dengan Dembele yang menyisir tepi lapangan, Doe lebih sering bergerak ke dalam koridor tengah. Ketika Wonder Kid PSG itu menusuk ke arah dalam, gerakannya memancing bekap lawan bergeser ke tengah. Celah kosong di tepi kiri yang dimanfaatkan Theo Hernandez

Pasti Diolok Bukan Orang Punya Dan bangkrut Kenyataan Banyak Uang! Barcelona Marah borong Pemain Top

untuk overlap. Tak lupa Doe diminta jadi pemain pertama yang melakukan counter press sesaat setelah Prancis kehilangan bola di sepertiga akhir. Langkah ini dilakukan guna mencegah lawan secepatnya membangun balasan. Terakhir, tak ada yang bisa menampik bahwa Prancis harus memasang Kilian Mbappe sebagai striker. Peran L diktator bukan sebagai targetman tradisional, melainkan penyerang tengah yang cair. De Shong tak pernah meminta Mbappe sebagai striker pemantul seperti Oliver Jirut yang menahan bola demi

menunggu rekannya naik. Alih-alih mendekam di antara dua bek lawan, Babe bebas bergerak. utamanya melebar ke sayap kiri yang jadi area favoritnya untuk menciptakan keunggulan pemain. Saat pertahanan blok menengah, Mbappe sengaja berdiri lebih tinggi. Begitu bola direbut oleh Lini tengah atau dimainkan oleh Mike Mino, bola akan langsung dilepaskan secara vertikal ke ruang kosong di lini belakang lawan. Bola itu kemudian dikejar Mbappe memanfaatkan kecepatannya. De Song sengaja mendesain sistem itu

menyesuaikan karakteristik murni Mbappe agar daya ledak serangannya tetap maksimal. Gimana? Kelihatan mewah dan ngeri kan? Coba deh kalian kasih rating 1 sampai 10. Seberapa besar skuad Prancis ini jadi tim terbaik dunia tahun ini?

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *