Geger. Jagat sepak bola terheran-heran mendengar aksi pengamat asal Jerman, Hoakim Clemen yang membeberkan analisisinya yang selalu tepat menebak juara Piala Dunia di edisi [musik] terakhir. Yang menghebohkan di edisi tahun ini ekonomasal Jerman itu menebak Belanda sebagai juara. Hmm, sebuah tebakan yang di luar nalar. Skuad the Orange asuhan Ronald Kumen berangkat ke Piala Dunia 2026 bukan sebagai favorit juara. Menurut Opta saja mereka hanya punya peluang 5,2%. Dari segi amunisi, mereka juga tak
semewa skuad Portugal, Spanyol, apalagi Prancis. [musik] Dari 26 pemain yang dipanggil, Komen juga tidak menyertakan pemain macam Jeremy Frpong, Safi Simon, hingga Matis Delit. Tapi entahlah siapa tahu dengan skuad yang sederhana ini mereka justru bisa membuat kejultan menggunakan pola andalan 42 31 dengan sistem double pivot di bawah misilih Bart Fer Brugan sebagai kiper utama. Kuman selama ini lebih senang menggunakan kiper Brighton itu karena keahliannya yang menonjol dari sisi build up. Menurut catatan Premier
League, kiper 23 tahun ini memiliki akurasi umpan sebesar 76%. Sekitar 35%-nya terdiri dari umpan panjang yang akurat. Catatan di timnas Belanda lebih ngeri lagi. Tingkat keberhasilan umpannya mencapai 89,5%. Tak hanya itu, Kiper The Seagles ini ternyata juga produktif. Siapa yang nyangka coba ia berhasil catatkan asis di Liga Inggris musim lalu. Data-data tersebutlah yang membuat Ken lebih memilih Fir Brugen daripada Robin RS atau Mark Flaken. Sebab keduanya lebih bertipe sebagai kiper short stopper.
Tapi jika aku mendingan inovasi dan perubahan strategi bisa tuh dicoba Rovers atau Fan. Berikutnya di posisi back tengah, salah satu tempat pasti akan jadi milik Virgil Van Dijk. Inilah sosok jenderal pemimpin timnas Belanda di Piala Dunia nanti. Tidak hanya cakap dalam menjaga lini pertahanan, namun mental dan pengalamannya sangat dibutuhkan. Yang jadi pertanyaan adalah siapa pendampingnya? Jika dilihat dari segi keseimbangan, Kumen memungkinkan besar akan memasang Jen Paul Van HKe. [musik] Selain punya chemistry yang kuat dengan
Fir Brugen di Brighton, pemain berambut pirang ini juga bisa jadi pelengkap Van Dijk. [musik] Jika Van Dai Jago dalam segi intersep, Van Haike ini lebih kuat dari segi duel maupun build up. Bersama dengan The Seal musim ini, Baik. 25 tahun ini catatkan 209 kemenangan duel satu lawan satu dan 117 kemenangan duel area. Aka yang bahkan lebih tinggi dari pesaingnya Nathan Ake atau Mickey Vanfan. Lalu dilihat dari segi build up, catatan umpan akurat dan dribble suksesnya musim ini terbukti sangat bisa diandalkan.
Tapi jika komen butuh alternatif, Van atau Nathan Ake bisa jadi pilihan. Dua tipe bek ini menawarkan hal yang berbeda dari Van Hacke, yakni sama-sama berkaki kidal dan juga eksplosif. Namun jika lebih memilih, Comon pasti akan memprioritaskan Van Defen atau Ake menempati pos back kiri. Tidak dipanggilnya Ayan Matson. Bekiri kemungkinan akan jadi milik mereka berdua. Namun yang jadi pilihan utama kemungkinan besar adalah Van Fan. Sudah beberapa kali komen mencoba back tengah Spurs itu di pos ini. Hasilnya cukup
berhasil. Ia terlihat solid saat menjungkalkan Norwegia di laga persahabatan. Dari segi kebugaran Van Defen juga lebih baik. Meski hampir saja terdegradasi dari Liga Inggris. Ia punya menit bermain lebih banyak daripada Ake yang sering dibekap cedera. Secara keunggulan, Van enggak hanya jago sebagai bek tengah, tapi juga sangat gesit dan agresif. Lihatlah cara dia berlari, Bug. Seperti Ususin Bolt, Premier League bahkan sampai mencatat kecepatan larinya memecahkan rekor dengan 37,38 km/h. Gila enggak? Tidak hanya jago lari
doang, secara akurasi umpan ia juga tercatat cukup tinggi. Angkanya menyentuh 90% musim ini. [musik] Secara fleksibilitas posisi, Van Defen juga menawarkan keseimbangan. Jika dalam fase bertahan, ia bisa dipakai kumen untuk membentuk skema tiga bek bersama Van Heek dan Van Dijk. Bergeser ke posb kanan, Kumen sepertinya akan lebih memilih back interdenzel Dumfrez. Tidak dipanggilnya back kanan seperti Jeremy Frpong maupun Gertruida. Kuman kini hanya punya dua pilihan antara Dumfri atau Jurean Timber. Namun jika melihat
dari segi kebugaran Dumfre sedikit lebih baik daripada Timber yang baru saja sembuh dari cedera. Di samping baru saja bersinar bersama Christian Kifu di Inter Dumfri juga punya beberapa keunggulan. Dengan kecepatan serta fisiknya yang mumpuni, ia bisa dijadikan sebagai sumber serangan dari sisi kanan. Kemampuan crossing serta penetrasinya sangat mendukung. Mantan pemain PSV ini juga sering jadi dewa penyelamat tim saat deadlock. Lihatlah aksi Dumfreze membuat gol saat menahan imbang Polandia di fase kualifikasi atau juga ketika
menyelamatkan Belanda dari kekalahan atas Hungaria di UEFA Nation League. Menuju ke sektor lini tengah, kebiasaan Kumen adalah menempatkan double pivot sebagai jangkar utama tim ini. Di pos ini, ia akan menaruh Ryan Gravenberg dan Frankie Deong. Gravenberg lebih difungsikan sebagai gelandang bertahan. Ia akan lebih banyak menghancurkan serangan lawan. Baik itu dengan keunggulan tackel atau intersepnya yang menonjol di Liga Inggris musim ini. Sebagai partnernya, Frankie Deong akan menjadi penyeimbang. Deyong akan fokus
bekerja menjaga kedalaman. Pemain Barcelona ini akan jadi jembatan penghubung antara lini belakang dan depan. Sirkulasi bola dan tempo permainan akan dikontrol penuh olehnya. Huscord mencatat baik di klub maupun timnas akurasi umpannya selalu melebihi 90%. Namun jika keduanya under perform atau cedera, Kumen masih punya banyak alternatif pelapis. Ada dua mantan Atalanta Martin Derun dan Tun Kopmaners. Ada juga saudara Yurian Timber Quentin Timber. Lalu di posisi gelandang serang tidak hadirnya Safi Simon Koman
kemungkinan akan menempatkan T Jenny Renders di pos ini. Meski nalurinya sebagai central midfielder, Eldinda punya kemampuan penetrasi yang terbukti bisa diandalkan. Itulah yang membuat dirinya produktif selama ini di timnas. Kalian harus lihat betapa jagonya pemain Manchester City itu saat jadi penentu kemenangan hadapi Norwegia. Sebagai pelapis, Kumen masih punya Gustil. Pemain PSV ini diharapkan bisa jadi alternatif pemecah kebuntuan. Catatan 14, golnya musim ini bukan kaleng-kaleng. Secara gaya main, ia juga
menawarkan hal yang berbeda dari Tijani. Kaki kirinya kuat untuk bisa ciptakan gol atau asis. Bergeser ke sayap kanan, Kumen kemungkinan besar akan menempatkan Dony Mal di pos ini. Siapa yang enggak takjub dengan performa pemain AS Roma tersebut? Meski baru gabung paruh musim, catatan 14 golnya bahkan melebihi Marcus Turam hingga Rasmus Hoilun. Meski ditempatkan di sisi saya, pemain ini seringkiali menusuk ke area kotak penalti. Di bawah arahan Jian Piero Gasper ini, Malen justru sering menjadi striker tunggal.
Nah, jika Malon nantinya lebih aktif ditugaskan mengobrak-abrik di area dalam kotak penalti, maka sisi kelebaran sayap kanan kemungkinan akan diisi oleh [musik] Dumfis yang akan rajin overlap. Inilah fleksibilitas posisi yang tidak akan mudah ditebak lawan di Piala Dunia nanti. Namun jika Komen tidak menghendaki skema fleksibilitas tersebut, ia bisa menaruh pemain pelapis seperti Noa Leng atau Justin Cluverd ini. Mereka berdua punya keunggulan dari segi agresivitas [musik] dan kecepatan. Lalu bagaimana di pos sayap kiri? Kalian
masih percaya pada pemain kesayangan Arnes Lot Korigapo? Iya, kemungkinan pemain Liverpool itu akan diplot kumen di posisi tersebut. Meski penampilannya kerap dikritik, Gakpo tergolong pemain yang sering dipercaya kumen di beberapa laga kualifikasi. Gakpo enggak cuma punya kecepatan dan jago dribble dari sisi flank, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk lebih sering menusuk area kotak penalti lawan. Selain itu, Gakpo bisa jadi tandem yang serasi bagi Malen sebagai striker. Jika hadapi lawan yang dominan, skema duo striker cepat
tersebut layak dicoba untuk skema serangan balik. Namun jika Komen tetap fokus pada kelebaran sisi sayap, opsi alternatif seperti Cryenio Summerfield bisa dicoba. Meski degradasi bersama West Ham, sayap gesit 24 tahun ini bisa jadi pembeda di saat-saat sulit. [musik] penetrasi serta kecepatannya terbukti kerap menyulitkan musuh. Tanya saja Chelsea atau Spurs yang sudah jadi korbannya. Berikutnya di posisi striker, Komen sepertinya akan berjudi sebab dirinya tidak punya striker nomor 9 yang benar-benar jago. Kalau dilihat dari
kebiasaan komen, Mempis Pie harusnya jadi pilihan utama. Kalian pasti bingung kenapa pemain Uzur sepertinya masih saja jadi andalan. Mau gimana lagi, Wong dia adalah top skor sepanjang masa Belanda dengan 55 gol. Pengalaman dan mentalnya sudah enggak usah diragukan lagi. Namun jika kebugaran depai diragukan akibat cedera yang dideritanya bersama Corinthians, kemungkinan Komen akan memakai striker Sanderland Brian Broby. Ujung tombak 24 tahun ini tipenya adalah fisikal. Ia adalah tipe pemain nomor 9
kekar yang mengandalkan duel serta determinasi. Di klub sekelas underline saja ia sudah mampu ciptakan tujuh gol dan meloloskan ke ajang Europa League. Jika kuman butuh striker tambahan di fase-fase genting, tenang, ia masih punya vot vagors lebih membagongkan lagi kan. Kenapa sih mantan pemain MU ini masih saja dipanggil? Usianya juga sudah aki-aki. Tapi dari segi keunggulan, striker Ajax berpostur 1,97 m ini bisa tuh dimanfaatkan sebagai striker tambahan untuk memecah kebuntuan, baik itu lewat duel, pantulan, bola maut,
atau sundulannya. Well, meski secara skuad terbilang sederhana, tapi secara kapasitas mereka ternyata punya keunggulan masing-masing yang sangat cocok dengan skema kom. Bagi kalian football lovers, masih yakin enggak nih dengan kekuatan Timnas pusat?

Komentar