SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Olahraga
Beranda / Olahraga / Tak Mampu Posisi PERINGKAT 1 FIFA DIKUTUK! Penguasa Ranking GAK Pernah Juara Piala Dunia Kenapa Ya?

Tak Mampu Posisi PERINGKAT 1 FIFA DIKUTUK! Penguasa Ranking GAK Pernah Juara Piala Dunia Kenapa Ya?

Logikanya, negara yang berada di peringkat satu adalah negara terkuat di Piala Dunia. Barangkali sebagian dari kita dulu pernah menganggap yang akan juara di Piala Dunia adalah negara peringkat satu FIFA. Namun, seiring waktu kita belajar bahwa sepak bola sering berkhianat pada logika. Alih-alih juara, tak ada satu pun negara yang duduk di nomor satu FIFA sebelum Piala Dunia mengangkat trofi tersebut. Ada yang terluka di fase gugur, ada pula yang jangankan lolos ke babak gugur, menjadi runner up di fase grup pun tak mampu. Sejak kapan fenomena ini dimulai dan kenapa negara-negara yang ada di posisi satu malah lesu?

Perjalanan dimulai dari Piala Dunia 1994, edisi pertama setelah sistem ranking FIFA diterapkan pada 1992. Saat itu Jerman duduk di peringkat satu dan berhasil lolos dari fase grup, namun langkah mereka terhenti di perempat final setelah dikalahkan Bulgaria. Empat tahun kemudian di Piala Dunia 1998, Brasil yang berada di peringkat satu melaju hingga final, tetapi harus mengakui keunggulan Prancis dengan skor 3-0.

Nasib lebih tragis menimpa Prancis di Piala Dunia 2002. Sebagai juara bertahan dan pemuncak ranking FIFA, mereka justru tersingkir memalukan di fase grup sebagai juru kunci. Pada 2006, giliran Brasil yang kembali menempati peringkat satu namun harus pulang di babak perempat final setelah dikalahkan Prancis. Begitu pula pada 2010, Brasil yang menempati posisi puncak kembali terhenti di babak perempat final oleh Belanda.

Memasuki Piala Dunia 2014, Spanyol datang sebagai juara bertahan sekaligus pemilik ranking satu dunia. Namun, mereka justru tampil buruk dan tersingkir di fase grup. Hal serupa dialami Jerman di Piala Dunia 2018; sebagai pemuncak ranking, mereka gagal total dan tidak lolos ke fase gugur. Pada edisi 2022 di Qatar, Brasil kembali menjadi korban kutukan ini setelah disingkirkan Kroasia melalui babak adu penalti di babak perempat final.

Melihat catatan sejarah ini, peringkat satu FIFA tampaknya tidak menjamin kekuatan sebuah tim di turnamen besar. Posisi satu seringkali didapat karena dominasi di laga uji coba atau kualifikasi dengan lawan yang cenderung lebih lemah. Selain itu, terdapat beban psikologis karena tim peringkat satu menjadi target utama bagi negara lain. Piala Dunia adalah turnamen yang sangat kejam, terutama di fase gugur. Banyak negara mencapai puncak performa satu atau dua tahun sebelum turnamen dimulai, namun saat Piala Dunia tiba, performa mereka justru mengalami penurunan. Kini, semua mata tertuju pada edisi 2026 untuk melihat apakah kutukan ini akan terus membayangi timnas Argentina.

Rekor Terbaru Yang Bisa Dipecahkan MUSTAHIL Yang Akan DIPECAHKAN Ketika Piala Dunia 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *