Bisnis
Beranda / Bisnis / Donald Beberkan Kesepakatan Damai Amerik Serikat-Iran, Harga Emas Dunia Jelas Menguat

Donald Beberkan Kesepakatan Damai Amerik Serikat-Iran, Harga Emas Dunia Jelas Menguat

Harga emas dunia mengalami penguatan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026, setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kerangka kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data dari RTI Bisnis, harga emas spot naik ke level tertinggi sejak 9 Juni 2026, yakni 4.315 per troy ons atau lebih dari Rp76 juta. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus juga menguat sebesar 1,9 persen menjadi 4.318 per troy ons atau hampir Rp77 juta per troy ons.

Di sisi domestik, harga emas batangan di Pegadaian terpantau masih stagnan dibandingkan hari sebelumnya. Harga emas Galeri 24 ukuran 0,5 gram berada di level Rp1.400.000, sedangkan ukuran 1 gram dibanderol Rp2.696.000. Untuk emas UBS, ukuran 0,5 gram dijual seharga Rp1.464.000 dan ukuran 1 gram seharga Rp2.709.000, sementara harga emas Antam 1 gram berada di level Rp2.820.000.

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa konflik di Selat Hormuz menjadi faktor kunci pergerakan harga ini. Penutupan atau blokade Selat Hormuz oleh Iran sebelumnya menyebabkan terhambatnya pasokan minyak dunia, yang memicu kenaikan harga minyak, penguatan dolar, serta inflasi tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dana dari emas ke dolar. Namun, pasca-kesepakatan damai dan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, diprediksi akan terjadi perubahan tren. Masyarakat yang sebelumnya membeli dolar kini diperkirakan akan beralih kembali ke logam mulia karena rupiah yang mulai menguat.

Ibrahim menilai bahwa langkah Trump untuk berdamai didorong oleh pertimbangan geopolitik dan ekonomi domestik Amerika Serikat, termasuk tekanan dari Kongres, demonstrasi publik, serta upaya menjaga indeks kepercayaan menjelang pemilu. Pembukaan Selat Hormuz diharapkan dapat menekan harga minyak mentah dan mengurangi tekanan inflasi, yang pada akhirnya dapat mendorong bank sentral global untuk menurunkan suku bunga. Hal ini, dikombinasikan dengan aksi beli dari bank sentral berbagai negara, termasuk Indonesia dan Tiongkok, diprediksi akan menjadi katalis positif bagi harga emas dunia dan logam mulia ke depannya.

Secara fundamental, penguatan nilai tukar rupiah dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang solid di kuartal pertama sebesar 5,61 persen turut memberikan pengaruh pada pasar domestik. Ibrahim menyimpulkan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi masyarakat untuk kembali melirik logam mulia, baik emas fisik maupun digital, dengan prediksi harga logam mulia yang berpotensi kembali ke level Rp3.200.000-an seiring dengan berlanjutnya dinamika global.

Ucap Bahlil: Pemadaman Listrik Lain Karena Kekurangan Stok Batubara Pln

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *