Sains
Home / Sains / SpaceX CRS-35 Berhasil Merapat ke ISS, Bawa 2.860 Kilogram Pasokan dan Peralatan Sains

SpaceX CRS-35 Berhasil Merapat ke ISS, Bawa 2.860 Kilogram Pasokan dan Peralatan Sains

SpaceX CRS-35 Cargo Dragon's view as it approached the ISS on Oct. 15. (Image credit: NASA)
SpaceX CRS-35 Cargo Dragon's view as it approached the ISS on Oct. 15. (Image credit: NASA)

JAKARTA, INDONESIA — Kapsul kargo Dragon milik SpaceX berhasil merapat ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pesawat antariksa tersebut membawa lebih dari 6.300 pon atau sekitar 2.860 kilogram pasokan, perangkat penelitian, dan peralatan pendukung bagi para astronaut yang bekerja di laboratorium orbital tersebut.

Misi bernama Commercial Resupply Services-35 (CRS-35) ini merupakan penerbangan pengiriman kargo komersial ke-35 SpaceX untuk NASA. Kapsul Dragon diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari Cape Canaveral Space Force Station, Florida, Amerika Serikat, pada 13 Oktober 2026.

Menurut laporan Space.com, proses docking berlangsung pada pukul 10.27 waktu setempat atau 14.27 UTC. Dragon merapat secara otomatis ke port yang menghadap ruang angkasa pada modul Harmony, ketika ISS melintas sekitar 400 kilometer di atas Afrika Selatan.

Pengiriman ini mencakup makanan, perlengkapan untuk kru, perangkat penelitian ilmiah, serta komponen pemeliharaan stasiun. Dragon juga membawa sepasang panel surya terakhir dari rangkaian panel Roll-Out Solar Arrays yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan pembangkit listrik ISS.

SpaceX CRS-35 Membawa Ribuan Kilogram Kargo ke ISS

Misi CRS-35 dirancang untuk menjaga ketersediaan persediaan dan peralatan bagi astronaut sekaligus mendukung berbagai eksperimen ilmiah di orbit. Pengiriman berkala seperti ini menjadi bagian penting dari operasional ISS, yang berfungsi sebagai laboratorium penelitian internasional di luar atmosfer Bumi.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Kargo Dragon membawa lebih dari 2,8 ton material, termasuk kebutuhan sehari-hari, perangkat pemeliharaan, dan perlengkapan eksperimen. Pasokan tersebut membantu kru menjalankan kegiatan ilmiah serta memastikan sistem stasiun tetap beroperasi.

Panel Surya Terakhir untuk Meningkatkan Daya ISS

Salah satu muatan penting dalam misi CRS-35 adalah sepasang panel surya Roll-Out Solar Arrays (iROSA) terakhir dari delapan panel yang direncanakan untuk meningkatkan kemampuan pembangkit listrik stasiun.

Panel surya tambahan tersebut dirancang untuk memperkuat pasokan energi listrik ISS. Energi ini diperlukan untuk mendukung sistem stasiun, peralatan penelitian, komunikasi, dan kebutuhan kru selama berada di orbit.

Pemasangan dan integrasi panel memerlukan pekerjaan teknis yang direncanakan oleh tim di Bumi bersama para astronaut. Kehadiran perangkat tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kemampuan operasional laboratorium orbital selama misi berlangsung.

Peralatan Pemeliharaan dan Kebutuhan Astronaut

Selain perangkat penelitian, Dragon membawa sejumlah komponen untuk pemeliharaan stasiun. Di antaranya adalah peralatan pendukung penerbangan untuk mengganti komponen pada lengan robotik Canadarm2, pompa sistem toilet, sensor kualitas cairan praperlakuan toilet, serta alat robotik berbentuk kerucut kecil untuk pekerjaan perawatan.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Meskipun tidak selalu menjadi sorotan utama, peralatan pemeliharaan seperti ini penting untuk menjaga fasilitas yang digunakan astronaut dalam jangka panjang. Kerusakan pada komponen pendukung dapat mengganggu kegiatan harian maupun jadwal eksperimen.

Dragon juga mengangkut makanan dan persediaan jangka panjang bagi para penghuni ISS. Pengiriman rutin membantu memastikan kru memiliki perlengkapan yang cukup untuk menjalankan tugas penelitian dan pemeliharaan.

Roket Falcon 9 Meluncurkan Dragon pada 13 Oktober 2026

Sebelum tiba di ISS, kapsul Dragon diluncurkan menggunakan roket Falcon 9 dari Space Launch Complex 40 di Cape Canaveral Space Force Station.

Peluncuran berlangsung pada 13 Oktober 2026 sekitar pukul 06.33 EDT. Setelah mencapai orbit rendah Bumi, Dragon terpisah dari roket dan memulai rangkaian manuver untuk mengejar stasiun luar angkasa yang terus bergerak mengelilingi Bumi.

Perjalanan Sekitar 51 Jam Menuju Stasiun Luar Angkasa

Dragon memerlukan waktu lebih dari dua hari untuk mencapai ISS. Selama perjalanan, pesawat melakukan sejumlah pembakaran mesin atau manuver orbit guna menyesuaikan lintasan dan mendekati ketinggian serta posisi stasiun.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Setelah memasuki tahap pertemuan orbit atau rendezvous, Dragon menggunakan sistem navigasi relatif untuk mendekati ISS secara bertahap. Prosedur tersebut memungkinkan pesawat mengukur posisi dan pergerakannya terhadap stasiun sebelum menjalankan pendekatan terakhir.

Docking otomatis kemudian dilakukan di port modul Harmony yang menghadap ruang angkasa. Sistem ini memungkinkan kapsul merapat tanpa harus ditangkap secara manual oleh lengan robotik stasiun.

Astronaut Memantau Proses Docking

Meskipun proses pendekatan dan docking dilakukan secara otomatis, kru ISS tetap memantau operasi tersebut. Astronaut Anil Menon bertugas sebagai anggota kru utama yang mengawasi pendekatan Dragon dan prosedur otomatisnya pada hari kedatangan.

Pemantauan manusia tetap diperlukan untuk memastikan operasi berjalan sesuai rencana serta membantu tim merespons apabila muncul kondisi yang tidak terduga.

Setelah docking selesai, kru dan tim pengendali menjalankan prosedur pemeriksaan serta persiapan sebelum kapsul dapat dibuka dan muatannya dipindahkan ke dalam stasiun.

Eksperimen Ilmiah Menjadi Bagian Penting Misi CRS-35

Selain memasok kebutuhan operasional, misi CRS-35 mendukung penelitian yang memanfaatkan kondisi mikrogravitasi. Lingkungan tersebut memungkinkan para ilmuwan mempelajari proses fisika, biologi, dan material dalam kondisi yang berbeda dari laboratorium di permukaan Bumi.

Sejumlah eksperimen membutuhkan peralatan khusus dan bahan penelitian yang harus dikirim ke orbit. Setelah eksperimen selesai, sebagian sampel atau perangkat dapat dikembalikan ke Bumi untuk dianalisis lebih lanjut.

Penelitian Jaringan Jantung dan Teknologi Retina

Laporan mengenai muatan CRS-35 menyebutkan adanya perangkat dan material penelitian untuk pembuatan retina buatan dalam kondisi mikrogravitasi, serta jaringan jantung tiga dimensi yang digunakan dalam penelitian pengujian obat.

Lingkungan mikrogravitasi dapat membantu peneliti mempelajari perilaku sel dan pembentukan jaringan dengan cara yang sulit direplikasi sepenuhnya di laboratorium biasa. Hasil penelitian semacam ini dapat memberikan informasi untuk pengembangan metode penelitian biomedis di Bumi.

Namun, eksperimen di ISS tidak serta-merta menghasilkan pengobatan baru. Temuan tetap harus melalui pengujian, validasi, dan tahapan penelitian lanjutan sebelum dapat diterapkan secara klinis.

Material, Organoid Otak, dan Penelitian Penyakit

Muatan penelitian juga mencakup material untuk studi pembentukan kaca serta organoid otak, yaitu struktur jaringan mini yang digunakan untuk mempelajari aspek tertentu dari fungsi dan perkembangan jaringan saraf.

Organoid dapat membantu peneliti menyelidiki mekanisme biologis dan respons jaringan terhadap kondisi tertentu. Penelitian yang berkaitan dengan penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer, Parkinson, dan sklerosis multipel, berpotensi memberikan wawasan baru tentang proses biologis yang mendasarinya.

Meski demikian, organoid bukan otak manusia utuh dan tidak merepresentasikan seluruh kompleksitas sistem saraf. Hasil eksperimen harus dipahami sesuai tujuan dan keterbatasan model penelitian yang digunakan.

Berapa Lama Dragon Akan Berada di ISS?

Setelah merapat, Dragon direncanakan tetap terhubung dengan ISS selama sekitar satu bulan. Dalam periode tersebut, kru akan memindahkan pasokan dan menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan muatan yang dibawa.

Kapsul kargo Dragon juga dirancang untuk kembali ke Bumi. Kemampuan ini menjadi salah satu keunggulan penting dalam misi logistik ISS karena memungkinkan sejumlah hasil penelitian, sampel, dan peralatan dikembalikan untuk dianalisis atau diperiksa di laboratorium darat.

Dragon Membawa Kembali Sampel dan Peralatan ke Bumi

Berbeda dengan wahana kargo yang tidak dirancang untuk kembali, Dragon dapat melakukan perjalanan pulang dan melakukan pendaratan di laut setelah menyelesaikan tugasnya di orbit.

Sebelum kapsul berangkat, kru akan memuat material yang perlu dikembalikan, termasuk hasil eksperimen, perlengkapan yang sudah tidak dibutuhkan, dan barang lain sesuai rencana misi.

Setelah meninggalkan ISS, Dragon akan menjalankan prosedur deorbit dan kembali memasuki atmosfer Bumi. Kapsul kemudian menggunakan parasut untuk memperlambat laju sebelum mendarat di laut, sehingga dapat dipulihkan oleh tim yang bertugas.

Kemampuan mengangkut kargo ke orbit sekaligus membawa muatan kembali ke Bumi membuat Dragon berperan penting dalam mendukung penelitian jangka panjang di stasiun.

Misi CRS-35 Mendukung Operasional Laboratorium Orbital

Stasiun Luar Angkasa Internasional merupakan hasil kerja sama berbagai negara dan lembaga antariksa. Pengoperasiannya memerlukan pasokan berkala, perawatan teknis, serta pengiriman peralatan dan eksperimen baru.

Melalui program Commercial Resupply Services, NASA bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mengirimkan kargo ke ISS. Pendekatan ini membantu menyediakan layanan logistik bagi laboratorium orbital sekaligus mendukung perkembangan industri penerbangan antariksa komersial.

Mengapa Pengiriman Kargo ke ISS Sangat Penting?

Astronaut di ISS tidak dapat mengandalkan pasokan langsung dari Bumi seperti penghuni stasiun penelitian di darat. Makanan, pakaian, suku cadang, peralatan keselamatan, dan bahan eksperimen harus direncanakan serta dikirim menggunakan kendaraan antariksa.

Pengiriman yang teratur membantu menjaga keberlangsungan penelitian dan mengurangi risiko kekurangan persediaan. Selain itu, perangkat baru memungkinkan ilmuwan menjalankan eksperimen yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan fasilitas yang tersedia.

Misi seperti CRS-35 juga menunjukkan bahwa penerbangan antariksa modern tidak hanya berfokus pada peluncuran astronaut, tetapi juga pada rantai pasokan yang menopang penelitian ilmiah selama berbulan-bulan.

Kesimpulan: Dragon CRS-35 Berhasil Mengirim Pasokan dan Peralatan Penelitian

Kapsul kargo SpaceX Dragon dalam misi CRS-35 berhasil merapat ke ISS pada 15 Oktober 2026, membawa lebih dari 2.860 kilogram pasokan, peralatan pemeliharaan, dan material penelitian. Misi ini merupakan bagian dari kerja sama NASA dan SpaceX untuk menjaga kelangsungan operasional stasiun luar angkasa.

Muatan yang dibawa mencakup sepasang panel surya terakhir dari rangkaian iROSA, komponen pemeliharaan stasiun, serta berbagai perlengkapan penelitian biomedis dan material. Dragon direncanakan bertahan di ISS selama sekitar satu bulan sebelum kembali ke Bumi membawa hasil eksperimen dan material lainnya.

Keberhasilan CRS-35 menegaskan pentingnya sistem logistik yang andal untuk mendukung penelitian di orbit. Pasokan dan peralatan yang dikirim bukan hanya menunjang kehidupan astronaut, tetapi juga membantu para ilmuwan menjalankan eksperimen yang berpotensi memperluas pemahaman manusia tentang kesehatan, material, dan kehidupan di lingkungan mikrogravitasi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *