SARDINIA — Pengujian pendaratan (drop test) prototipe wahana antariksa yang dapat digunakan kembali (reusable) milik Badan Antariksa Eropa (European Space Agency / ESA), Space Rider, berakhir kegagalan. Model penguji berukuran penuh (full-scale) tersebut jatuh dan hancur di area pangkalan militer Pulau Sardinia, Italia, setelah sistem parasut utama (parafoil) gagal mengembang secara sempurna.
Laporan yang dirilis mengonfirmasi bahwa meskipun parasut pengereman awal (drogue chute) sempat bekerja normal, malafungsi pada parasut pengereman utama menyebabkan wahana meluncur dalam kecepatan tinggi dan menghantam daratan dengan keras.
Spesifikasi Model Penguji dan Penyelidikan Investigasi Independen
1. Karakteristik Model Uji Coba Space Rider
Meski unit yang jatuh tersebut tidak dirancang untuk penerbangan ke luar angkasa sungguhan, model penguji ini dibuat dengan tingkat presisi tinggi:
-
Dimensi & Bobot Identik: Memiliki ukuran, distribusi bobot, dan karakteristik aerodinamika penerbangan yang sama persis dengan modul balik aslinya.
-
Navigasi Otonom: Dilengkapi dengan perangkat sistem navigasi pintar serta pemandu otonom untuk mengontrol pendaratan.
2. Pembentukan Tim Investigasi Independen oleh ESA
Pasca-insiden tersebut, pihak ESA segera menerjunkan tim teknis untuk mengevakuasi seluruh puing dan komponen wahana dari lokasi kejadian. ESA juga resmi membentuk tim investigasi independen untuk mencari penyebab pasti kegagalan mekanisme parasut sekaligus menentukan protokol pengujian berikutnya.
Rekam Jejak Pengujian dan Target Misi Orbit Akhir Dekade
Pengujian sistem penurunan dan pendaratan untuk program Space Rider sebenarnya telah berjalan secara bertahap sejak tahun 2025:
-
Uji Ketahanan Panas Ekstrem: Selain uji jatuh di atmosfer, ESA telah berhasil menguji keandalan pelindung panas (heat shield) wahana ini di fasilitas plasma wind tunnel hingga menahan suhu ekstrem mendekati 1.600 derajat Celsius.
-
Target Peluncuran Perdana: Terlepas dari insiden di Sardinia, ESA menegaskan komitmennya untuk menjaga jadwal pengembangan agar tidak mengalami penundaan besar. Lembaga antariksa Eropa tersebut tetap membidik target peluncuran misi orbit perdana Space Rider sebelum akhir dekade ini.
“Penyelidikan mendalam atas insiden pengujian darat menjadi evaluasi krusial bagi ESA guna memastikan keamanan sistem pemandu otonom dan pendaratan sebelum wahana diluncurkan ke luar angkasa,” ulas analisis teknologi kedirgantaraan dari Media Indonesia.
Comment