Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam di berbagai daerah di Indonesia digelar dengan memadukan akulturasi budaya lokal yang kuat dan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari pawai mobil hias hingga pawai obor.
Dalam rangka menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah, ratusan kendaraan mengikuti pawai mobil hias yang diadakan oleh Pesantren Alhamid, Cipayung, Jakarta Timur. Sebanyak 125 kendaraan roda empat turut berpartisipasi dalam kegiatan yang dibuka oleh Walikota Jakarta Timur bersama ketua yayasan pondok pesantren tersebut. Ribuan santri dan masyarakat sangat antusias mengikuti pawai berkeliling wilayah Cipayung sambil melantunkan selawat Nabi.
Kemeriahan serupa juga terlihat di Desa Sodong, Kabupaten Tangerang, Banten. Ratusan warga dari berbagai usia memadati jalanan desa dengan membawa obor bambu tradisional sebagai simbol kerukunan dan semangat baru. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Masjid Jami Almuhajirin ini dilakukan selepas salat Isya. Cahaya keemasan dari ratusan obor mengular sepanjang perjalanan, diiringi gema selawat dan takbir yang menciptakan atmosfer religius sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga dan mengedukasi anak-anak tentang penanggalan Islam.
Sementara itu, di Magelang, ratusan jemaah dari berbagai wilayah memadati Pondok Pesantren Api Tegalrejo untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jauharul Muharam. Tradisi rutin yang telah berjalan lebih dari 20 tahun ini diisi dengan doa bersama serta kenduri tumpeng sebagai simbol refleksi spiritual dan harapan agar bangsa Indonesia mampu melewati berbagai ujian ekonomi serta sosial di tahun yang baru.
Di Kabupaten Semarang, warga Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, menggelar tradisi kupatan sebagai wujud rasa syukur dan sarana memanjatkan doa untuk kesehatan serta keberkahan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tradisi kupatan kali ini tidak diisi dengan prosesi saling melempar ketupat. Warga memilih untuk menyantap ketupat bersama sebagai hidangan gotong royong agar lebih bermanfaat. Setiap kepala keluarga membawa ketupat sesuai jumlah anggota keluarganya, lengkap dengan lauk pauk, untuk dinikmati bersama usai doa bersama sebagai bentuk syukur dan kebersamaan.

Komentar