Kepercayaan investor terhadap Indonesia terus melemah di tengah tekanan pada rupiah dan meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah. Sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai berjalan, sejumlah kebijakan dinilai memicu ketidakpastian pasar. Mulai dari program belanja besar, sentralisasi ekspor komoditas melalui Danantara hingga wacana perluasan mandat ban sentral yang dinilai dapat mengganggu independensinya. Dampaknya terlihat jelas di pasar keuangan. Nilai tukar rupiah telah melemah lebih
dari 8% sepanjang tahun ini dan sempat menyentuh rekor terendah di kisaran Rp18.190 per dolar Amerika Serikat. Meski B Indonesia telah menaikkan suku bunga dan menggelontorkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas rupiah, tekanan masih berlanjut. Investor asing juga terus menarik dana dari Indonesia. [musik] Arus keluar dari pasar saham mencapai sekitar 3,2 miliar dolar Amerika Serikat hingga akhir Mei menjadi yang terbesar sejak 2009. Kepemilikan asing pada obligasi pemerintah pun turun ke level terendah
dalam hampir 2 dekade. Lembaga pemeringkat internasional seperti Moodis dan Feat Ratings bahkan telah mengubah prospek kredit Indonesia menjadi negatif. Meski demikian, sejumlah analis menilai peluang pemulihan masih terbuka jika pemerintah mampu memperkuat disiplin fiskal. menjaga independensi lembaga ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap arah kebijakan nasional. Keputusan bisnis terbaik datang [musik] dari data bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. [musik]
Download aplikasi kontan sekarang [musik] di App Store atau Play Store.

Komentar