Bisnis
Beranda / Bisnis / Nih BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%! Perry Warjiyo Tempel Tameng Baru untuk Menyehatkan Rupiah

Nih BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,50%! Perry Warjiyo Tempel Tameng Baru untuk Menyehatkan Rupiah

Jadi itu lima langkah ee untuk langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Sekali lagi ini adalah memang setiap minggu kami melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan yang diapusan bulanan. Oleh karena itu ya sudah gitu karena ada pelemahan rupiah yang memang melebihi yang kita proyek ya kita lakukan langkah-langkah lanjutan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Apa tadi? Nomor satu, BI rate-nya naik 25% menjadi 5,5 sehingga itu daya tarik. Yang kedua juga SRBI-nya juga kita naikkan menjadi daya tarik. Terus untuk

lindung nilainya itu kita buat lebih murah dengan ee penurunan sekitar 10% itu akan menaik. Kenapa 10%? Itu sebanding dengan salah satunya kewajiban investor asing untuk membayar pajak. Oke, terima kasih ee rekan-rekan media. ee ee Bapak akan menjelaskan ee apa keputusan rapar dewan gubernur hari ini. Begitu ya. Satu yang sebelum saya harus saya jelaskan bahwa sesuai undang-undang dan praktik selama ini pengambilan keputusan kalau kebijakan-kebijakan bangun itu setiap rapat Dewan bulanan terakhir adalah 1920

Mei pada waktu itu kita menaikkan BI rate 50 basis poin. Ingat ya. Nah, tentu saja waktu membuat keputusan itu kan ada proyeksi-proyeksi. Nah, setiap minggu, setiap hari Selasa, setiap hari Selasa itu Bangsa melakukan evaluasi pelaksanaannya gimana, apakah proyeknya sejalan atau enggak. Dalam berbagai evaluasi hari ini kita ngelihat loh kok pelemahan rupiah melebihi yang kita proyeksikan dulu. Dan karenanya tadi judulnya adalah langkah-langkah kebijakan lanjutan untuk penguatan stabilitas nilai tukar rupiah. Intinya

ada lima yang kita putuskan hari ini. Satu menaikkan BI rate menjadi 5,5% 25 bis point ya. agar memang rupiah itu semakin stabil, menguat, dan tentu saja agar proyeksi inflasi ke depan tahun ini dan tahun ke depan seperti tadi disampaikan tetap 2,5 plus minus 1 sekaligus kenaikan rate ini untuk menarik masuknya investasi portfolio asing. Karena sejak April, Mei, April, Mei itu SRBI sudah inflow. Juni ini SBN saham itu juga e terus inflow. SRBI juga outflow ya. Sori e SBN SRBI outflow. Eh SRBI ini kok ada outfow sehingga kita

perlu menaikkan irit agar rupiahnya menguat, stabil dan inflasinya tahun depan itu tetap dalam sasaran. Nomor dua, selain PI juga instrumen SRPI juga kita sesuaikan naik supaya inflow, daya tarik masuk. Karena salah satu penyebab pelemahan rupiah adalah terjadi outflow dalam investasi. Dengan kenaikan BRI dan SRBI itu inflow-nya diharapkan akan naik lagi dan mendorong penguatan rupiah. Itu nomor dua ya. Nomor tiga, memberikan insentif untuk swap lindung nilai. Jadi investor asing yang masuk membeli SBN, saham

BGN Buka Rencana Jadikan Kantin Jadi Pengganti Dapur SPPG di Area Kawasan 3T

SRBI, mereka bisa menggunakan ini sebagai underline. Mereka bisa ke bank. Selama ini ada disebut shop lindung nilai untuk hedging. Ya, mereka membawa masuk ke bank dan bank nanti bisa pass on atau password ke BI. namanya insentif ya, pemberian insentif untuk shok lindung nilai. Besarnya kita tetapkan 10%. Jadi harga swapnya untuk yang sop lindung ini lebih murah 10% dari harga sop yang reguler. Kan kita ada harga shop yang reguler. Shop itu adalah pertukaran e dari ee valas ke rupiah untuk ya untuk meng-cover lindung ini.

Itu adalah nomor berapa tadi? Tiga ya. Tiga ya. Ee nomor tiga adalah pemberian insentif untuk sok lindung nilai sebesar 10% sekaligus itu memperkuat daya tarik. Daya tariknya tidak hanya suku bunga naik, tapi juga harga untuk melakukan lindung nilai heding itu juga lebih murah sekaligus itu juga ee mengurangi sebagai kompensasi ee ya beberapa kewajiban atau biaya di besar lain kalau untuk melakukan lindung nilik itu. Dan ini adalah nomor tiga. Nomor empat apa? yaitu mengaktifkan kembali window lelang

untuk repurchase agreement agar untuk memenuhi kebutuhan likiditas rupiah dan eh bagi pasar uang dan perbankan. Jadi begini, untuk memenuhi kebutuhan likuiditas ya para perbankan itu mereka bisa membawa SBN, SRBI-nya kemudian ke BI terus kita bisa kasih disebut repurchase agreement ya seperti lah gitu. gade ya dan tenornya kita perpanjang 3 bulan, 6 bulan 19 9 bulan 12 bulan. Jadi untuk kebutuhan 3 bulan, 9 bulan ee 6 bulan, 9 bulan 12 bank-bank itu bisa ee dengan menggunakan ee ee sekuritas ee berharga apakah SBN, SRBI

ya itu kita ee disebut transaksi repurchase agreement. Sehingga dengan demikian makanya selama ini ee kami kan ekspansi likuiditas moneter selama ini ee antara lain melalui pembelihan SBN dari pasar seluruh. Nah, oleh karena itu tentu saja dengan menggunakan Ripo ini kebutuhan untuk membeli SBN-nya itu bisa lebih ya. Yang kelima adalah meningkatkan ee intensitas operasi valas maupun moneter yang tadi saya sampaikan baik melalui ee intervensi valas maupun yang rupiah adalah dengan ee lelang SWI dua kali ee dalam seminggu. Jadi itu

lima langkah ee untuk langkah-langkah lanjutan untuk memperkuat nilai tukar rupiah. Sekali lagi ini adalah memang setiap minggu kami melakukan evaluasi pelaksanaan kebijakan yang diapusan bulanan. Oleh karena itu ya sudah gitu karena ada apa lemahan rupiah yang memang melebihi yang kita ya kita lakukan langkah-langkah lanjutan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Apa tadi? Nomor satu, BI rate-nya naik 25% menjadi 5,5 sehingga itu daya tarik. Yang kedua juga SRBI-nya juga kita naikkan menjadi daya tarik. Terus untuk

Rupiah Sudah Menembus Kian Nyata Dolar Dihantam Geopolitik dan Kebijakan

lindung nilainya itu kita buat lebih murah dengan ee penurunan sekitar 10% itu akan menaik. Kenapa 10%? Itu sebanding dengan salah satunya kewajiban investor asing untuk membayar pajak. Kalau investor asing beli ee SBN atau SL di Indonesia, mereka kan kena pajak rata-rata sekitar 10%. salah satunya dan juga ee kewajiban-kewajiban lain. Jadi ini lebih kompetitif. Kemudian nomor ee empat adalah untuk kecukupan likiditas pasar uang dan perbangan dalam negeri kami aktifkan kembali lelang eh mingguan

reverse eh sori repurchase agreement bank-bank itu datang ke bisa menggunakan undering untuk kebutuhan likiditasnya. Nomor lima, intensitas operasi moneter rupiah maupun parasi itu ya seperti itu ya. Terima kasih yang yang ada kemungkinan belajar isu Pak kalau cadangan yang sama Indonesia sudah tidak cukup untuk lebih dari cukup. Gini caranya gini P itu selalu mengukur berapa jumlah cadangan timsah yang cukup ada indikator yang dikeluarkan INF ya internasional yang disebut adequasi reserve aset.

kami ukur itu itu adalah mudahnya ya berapa cadangan diisa untuk bisa meng-cover pelemahan rupiah yang dalam kami ukur-ukur itu dan sekarang sudah masih lebih dari 115% jadi masih lebih dari cukup

 

Saluran Jalur Lembaga Tingkat Modal Asing Keluar, Kebijakan Ekonomi Jadi Sorotan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *