Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier. Dalam pertemuan tersebut, kedua negara sepakat untuk mendukung piagam PBB. Presiden Steinmeier menyampaikan apresiasi atas peran strategis Indonesia dalam kawasan ASEAN, mengingat Jerman dan Eropa terus mengamati kondisi Indo-Pasifik serta peran ASEAN dalam mengembangkan arsitektur keamanan kawasan. Presiden Prabowo menilai kunjungan ini sebagai momentum penting di tengah dinamika kondisi global yang penuh ketidakpastian.
Sebagai bagian dari pertemuan bilateral, Presiden Jerman mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral di Jakarta untuk menyaksikan langsung praktik toleransi beragama. Didampingi Menteri Agama Nasruddin Umar, Presiden Steinmeier menelusuri terowongan silaturahmi yang menghubungkan kedua tempat ibadah tersebut. Kunjungan ini bertujuan agar para pemimpin dunia dapat merasakan simbol ideal bangsa Indonesia yang selalu hidup berdampingan secara damai.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia terus berupaya memperbaiki kondisi perekonomian nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetio Hadi menyatakan bahwa pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memperkuat mata uang, persepsi pasar, serta memperkuat koordinasi. Pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pelaku ekonomi untuk bekerja sama dalam memulihkan ekonomi bangsa.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menanggapi isu barang sitaan hasil lelang Badan Pemulihan Aset. Ia sempat berkelakar mengenai ketertarikannya pada motor Harley Davidson jika tersedia dalam lelang resmi, meskipun ia mengakui hal tersebut hanya sebatas cita-cita karena tidak memiliki motor.
Terkait kondisi pasar keuangan, Rupiah dan IHSG dilaporkan kembali menguat setelah sempat tertahan selama beberapa minggu. IHSG tercatat menguat signifikan, begitu pula dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Penguatan ini diduga dipicu oleh adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta dibukanya Selat Hormuz.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyebut kepercayaan publik terhadap pemerintah mulai meningkat seiring dengan strategi ekonomi yang dijalankan. Pemerintah dikabarkan tengah menyiapkan strategi khusus yang diharapkan dapat terus menjaga stabilitas dan memperkuat nilai tukar rupiah ke depannya.
Terakhir, Badan Pengelola Investasi Danantara berhasil menghimpun dana segar sebesar 1,5 miliar dolar Amerika Serikat melalui penerbitan surat utang atau obligasi global. Obligasi ini mengalami kelebihan pesanan, yang menunjukkan kredibilitas Indonesia di mata investor internasional. Investor terbesar untuk obligasi 5 tahun dan 10 tahun tersebut berasal dari Amerika Serikat, yang menandakan tingginya kepercayaan pasar global terhadap rencana pembangunan dan stabilitas ekonomi Indonesia.

Komentar