Berita Terpopuler
Beranda / Berita Terpopuler / Amerika Serikat-Iran Kembali Lagi Saling Serang! Iran Klaim Gagalkan Serangan Amerika Serikat

Amerika Serikat-Iran Kembali Lagi Saling Serang! Iran Klaim Gagalkan Serangan Amerika Serikat

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah kedua negara saling melancarkan serangan di kawasan Selat Hormus. Eskalasi ini terjadi hanya beberapa hari setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) merilis rekaman yang diklaim menunjukkan serangan udara Amerika terhadap sejumlah lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pantai di Iran. Hal ini dilakukan Amerika Serikat setelah sebuah kapal dagang berbendera Singapura, MV Ever Lovely, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone di perairan dekat Oman. Menurut CENTCOM, kapal tersebut mengalami kerusakan ringan, namun Amerika Serikat menegaskan bahwa serangan tersebut melanggar gencatan senjata dan mengancam kebebasan pelayaran di Selat Hormus. Sebelumnya, Iran telah berulang kali memperingatkan kapal-kapal yang melintas di Selat Hormus dan menegaskan bahwa hanya kapal yang mendapat izin Teheran yang dapat melewati jalur tersebut.

Sementara itu, gelombang protes pecah di Lebanon setelah pemerintah menyepakati kerangka perjanjian baru dengan Israel yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Ratusan demonstran turun ke jalan di Beirut untuk menolak kesepakatan tersebut, yang dinilai menguntungkan Israel dan tidak melibatkan kelompok Hizbullah. Berdasarkan kesepakatan tersebut, pasukan Israel akan mempertahankan zona keamanan di Lebanon Selatan, sementara tentara Lebanon hanya diizinkan ditempatkan di area terbatas.

Dalam perkembangan lain, PBB menyebut Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina di jalur Gaza dan Tepi Barat, yang dianggap sebagai bagian dari niat genosida. Komisi Penyelidikan Independen PBB mencatat lebih dari 20.000 anak tewas di Gaza dan ribuan lainnya kehilangan akses pendidikan akibat hancurnya gedung sekolah. Situasi kemanusiaan semakin memburuk dengan banyaknya anak yang meninggal karena malnutrisi akibat blokade.

Di dalam negeri, Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo, melakukan safari politik di Lampung dan menerima gelar adat Baginda Pemuka Bangsa. Namun, kegiatan ini mendapat penolakan dari massa yang tergabung dalam Forum Suara Masyarakat Lampung, yang menuntut penyelesaian polemik ijazah palsu sebelum melakukan safari nasional. Terkait hal tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjadwalkan sidang perdana dr. Tifa atas dugaan pencemaran nama baik, sementara perkara Roy Suryo masih menunggu proses praperadilan.

Peristiwa lainnya mencakup kecelakaan maut di Tuban dan Jepara yang menelan korban jiwa, kasus penyekapan dan penyiksaan sadis seorang gadis di Bandung yang pelakunya kini terancam hukuman berat, serta perayaan HUT ke-499 Kota Jakarta yang dipusatkan di Bundaran HI dengan berbagai hiburan musik dan rekayasa lalu lintas.

Ratusan Masyarakat Lampung Menolak Safari Politik Jokowi, Menyorot Kasus Ijazah Palsu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *