Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghimbau kepada seluruh massa yang melakukan demonstrasi di berbagai titik di Jakarta, seperti di kawasan Patung Kuda dan depan Gedung DPR RI, untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menekankan bahwa pemerintah mendukung kebebasan berpendapat dan tidak melarang adanya unjuk rasa, namun ia meminta agar para peserta aksi tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas umum karena fasilitas tersebut adalah milik bersama.
Sejumlah aksi unjuk rasa berlangsung di berbagai titik di Jakarta Pusat pada Jumat, 19 Juni 2026. Untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas, pihak kepolisian menyiagakan sebanyak 4.263 personel gabungan. Salah satu aksi yang dijadwalkan hari itu adalah demonstrasi yang digelar oleh sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai fakultas di Universitas Trisakti di depan Gedung DPR RI, yang mengusung tuntutan memulihkan ekonomi dan politik, memberantas inkompetensi pejabat, serta mengembalikan supremasi sipil.
Di lokasi berbeda, yakni kawasan Patung Kuda, massa dari Organisasi Tani Merdeka Indonesia dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) juga berkumpul. Dalam aksinya, para petani dan pedagang menyatakan dukungan terhadap berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya program makan bergizi gratis yang dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan pelaku usaha pangan.
Menanggapi situasi tersebut, Pramono Anung kembali menegaskan pentingnya menjaga ketertiban saat melakukan unjuk rasa. Ia meminta siapapun yang turun ke jalan untuk tidak merusak fasilitas publik. Selain isu demonstrasi, Pramono juga sempat menyinggung program padat karya di DKI Jakarta yang melibatkan 2.843 kegiatan dan menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengawasan yang ketat.
Video kemudian beralih ke suasana aksi massa yang menunjukkan semangat solidaritas di antara peserta aksi. Mereka menyuarakan dukungan bagi Presiden Prabowo Subianto, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga Indonesia, dan menutup rangkaian aksi dengan menyanyikan lagu kebangsaan serta seruan untuk bela negara.

Komentar