Rusia berjanji membalas serangan drone terbesar yang dilancarkan Ukraina ke Moskow pada Kamis, 18 Juni. Serangan tersebut memicu kebakaran di salah satu kilang minyak utama ibu kota Rusia, melukai sedikitnya 17 orang, serta mengganggu operasional bandara-bandara utama.
Menteri Luar Negeri Rusia, Serge Lavrov, menegaskan Moskow akan melancarkan serangan besar sebagai balasan. Sementara itu, Presiden Vladimir Putin belum memberikan komentar dan tetap menghadiri KTT Rusia-ASEAN di Kazan.
Walikota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan beberapa drone berhasil mencapai kawasan kilang minyak di distrik Kapotnya. Selain itu, sebuah gedung apartemen dan pusat perbelanjaan juga terdampak serangan tersebut. Rusia mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil menjatuhkan sekitar 180 drone yang menuju Moskow, sedangkan Kementerian Pertahanan menyebut lebih dari 500 drone Ukraina berhasil dicegat di seluruh wilayah negara itu.
Presiden Ukraina, Volodimir Zelinski, menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Rusia di Kyiv yang sebelumnya menewaskan warga sipil dan merusak situs bersejarah yang dilindungi UNESCO. Menurutnya, warga Rusia perlu merasakan dampak dari perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Dalam beberapa bulan terakhir, Ukraina meningkatkan serangan drone ke wilayah Rusia dengan menargetkan fasilitas energi yang dianggap menjadi sumber pendanaan perang Moskow. Di tengah meningkatnya serangan kedua pihak, upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik masih berjalan lambat. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya juga mendesak Rusia agar segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang.

Komentar