Sains
Home / Sains / NASA dan Jepang Siapkan Misi ke Dua Bulan Mars, Sampel Phobos Ditargetkan Tiba pada 2031

NASA dan Jepang Siapkan Misi ke Dua Bulan Mars, Sampel Phobos Ditargetkan Tiba pada 2031

An artist’s concept of JAXA’s MMX spacecraft during its Mars’ orbit insertion. The Martian moon Phobos, which MMX will explore and sample, is in the background. JAXA
An artist’s concept of JAXA’s MMX spacecraft during its Mars’ orbit insertion. The Martian moon Phobos, which MMX will explore and sample, is in the background. JAXA

JAKARTA, INDONESIA — Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) bekerja sama dengan Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dalam misi Martian Moons eXploration (MMX), sebuah proyek eksplorasi antariksa yang dirancang untuk mengungkap asal-usul dua bulan Mars, Phobos dan Deimos.

Misi ini dijadwalkan meluncur dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, pada 20 Oktober 2026. Pesawat antariksa MMX akan mempelajari kedua satelit alami Mars dan mengumpulkan sampel material dari Phobos untuk dibawa kembali ke Bumi pada 2031.

Keterlibatan NASA mencakup penyediaan instrumen ilmiah, teknologi pengambilan sampel permukaan, dukungan komunikasi dan navigasi, serta pendanaan bagi ilmuwan Amerika Serikat yang terlibat dalam tim penelitian internasional.

Para ilmuwan berharap misi ini dapat menjawab pertanyaan mendasar tentang pembentukan Phobos dan Deimos. Kedua bulan tersebut mungkin merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi Mars atau material yang terbentuk dari puing-puing setelah tumbukan besar di masa awal tata surya.

Misi MMX Akan Mengungkap Asal-Usul Phobos dan Deimos

Phobos dan Deimos berukuran jauh lebih kecil dibandingkan Bulan yang mengorbit Bumi. Meskipun telah diamati melalui teleskop dan berbagai misi antariksa, asal-usul kedua satelit alami Mars tersebut masih menjadi bahan penelitian.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Misi MMX dirancang untuk melakukan pengamatan terperinci terhadap permukaan, struktur, komposisi, dan karakteristik kedua bulan itu. Data yang diperoleh akan membantu para ilmuwan memahami bagaimana satelit terbentuk dan bagaimana sistem Mars berkembang sepanjang sejarah tata surya.

Dua Teori Utama tentang Pembentukan Bulan Mars

Salah satu teori menyebut Phobos dan Deimos sebagai asteroid purba yang tertangkap gravitasi Mars. Jika teori ini benar, kedua benda tersebut dapat menyimpan petunjuk tentang material yang terbentuk di bagian lain tata surya.

Teori lainnya menyatakan bahwa kedua bulan berasal dari material yang terlempar ke orbit setelah Mars mengalami tumbukan besar dengan benda langit lain. Material tersebut kemudian dapat berkumpul dan membentuk satelit.

Analisis komposisi kimia dan mineral dari Phobos akan membantu menguji kedua kemungkinan tersebut. Sampel yang dibawa ke Bumi juga dapat diperiksa menggunakan instrumen laboratorium yang lebih lengkap daripada peralatan yang dapat dibawa sebuah wahana antariksa.

Mengapa Phobos Menjadi Target Pengambilan Sampel?

Phobos merupakan salah satu dari dua bulan Mars dan menjadi sasaran utama pengambilan sampel MMX. Wahana tersebut akan memetakan dan mempelajari permukaannya sebelum melakukan operasi pengumpulan material.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Menurut rencana misi, MMX akan mengumpulkan sampel permukaan Phobos dan mengirimkannya kembali ke Bumi. JAXA menargetkan pengembalian sampel pada 2031, sehingga material tersebut dapat dianalisis secara mendalam oleh para peneliti.

Sampel dari benda langit lain memiliki nilai ilmiah karena dapat menyimpan informasi tentang komposisi material, sejarah tumbukan, dan kondisi lingkungan saat benda tersebut terbentuk.

NASA Menyumbangkan Instrumen dan Teknologi Penting

Walaupun MMX dipimpin oleh Jepang melalui JAXA, NASA memiliki peran penting dalam sejumlah aspek ilmiah dan teknis misi. Salah satu kontribusi utama badan antariksa Amerika Serikat tersebut adalah instrumen MEGANE, yang dirancang untuk mengukur neutron dan sinar gamma dari permukaan Phobos.

Data pengukuran ini akan membantu ilmuwan memperkirakan unsur-unsur kimia yang terdapat pada permukaan bulan Mars tersebut. Hasilnya kemudian dapat digunakan untuk menyusun gambaran tentang komposisi dan kemungkinan asal-usul Phobos.

Instrumen MEGANE Menganalisis Komposisi Phobos

MEGANE merupakan singkatan dari Mars-moon Exploration with Gamma rays and Neutrons. Instrumen spektrometer ini akan mengukur neutron dan sinar gamma yang berasal dari permukaan Phobos untuk membantu menentukan komposisi unsur materialnya.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Pengukuran tersebut memberikan cara untuk mempelajari material permukaan tanpa harus mengambil sampel dari setiap lokasi yang diamati. Ketika digabungkan dengan pengamatan visual dan data instrumen lainnya, hasil MEGANE dapat membantu ilmuwan memilih interpretasi yang lebih kuat mengenai pembentukan bulan Mars.

Instrumen tersebut dikembangkan oleh Johns Hopkins Applied Physics Laboratory bersama mitra penelitian, termasuk Lawrence Livermore National Laboratory, dengan dukungan NASA.

Teknologi Pengambilan Sampel Menggunakan Gas Bertekanan

NASA juga berkontribusi melalui demonstrasi teknologi pengambil sampel pneumatik atau Pneumatic Sampler (P-Sampler). Sistem ini dirancang untuk mengumpulkan material permukaan Phobos menggunakan semburan gas nitrogen bertekanan tinggi.

Teknologi tersebut melengkapi perangkat pengambil sampel milik JAXA yang dirancang untuk mengambil material dari bawah permukaan. Penggunaan metode berbeda memberi peluang bagi para peneliti untuk memperoleh sampel dengan karakteristik yang beragam.

NASA menyatakan akan menerima dan mengelola sekitar 15 persen dari total sampel yang dikembalikan oleh misi tersebut. Material itu direncanakan disimpan di Astromaterials Lab pada Johnson Space Center di Houston, Texas, untuk mendukung penelitian jangka panjang.

Dukungan Komunikasi dan Navigasi dari Deep Space Network

Misi antariksa yang beroperasi jauh dari Bumi membutuhkan komunikasi yang dapat diandalkan untuk menerima data dan mengirimkan perintah kepada wahana. NASA akan memberikan dukungan komunikasi dan navigasi melalui Deep Space Network.

Dukungan ini merupakan bagian penting dari kerja sama internasional karena operasi wahana di sekitar Mars melibatkan jarak yang sangat jauh dan jeda komunikasi. Tim pengendali perlu mengoordinasikan pengamatan, navigasi, dan kegiatan pengambilan sampel berdasarkan data yang diterima dari wahana.

Jadwal Misi MMX: Dari Peluncuran hingga Sampel Kembali ke Bumi

Misi MMX akan berlangsung selama beberapa tahun. Setelah diluncurkan dari Jepang, wahana diperkirakan mencapai wilayah Mars pada Agustus 2027 untuk memulai survei terhadap Phobos dan Deimos.

Setelah melakukan pengamatan, wahana akan menjalankan operasi pengambilan sampel di Phobos. Material yang terkumpul kemudian ditempatkan dalam sistem kapsul pengembalian untuk dibawa kembali ke Bumi.

Oktober 2026: Peluncuran dari Jepang

JAXA menjadwalkan peluncuran MMX dari Pusat Antariksa Tanegashima pada 20 Oktober 2026. Jadwal peluncuran dapat berubah apabila kondisi teknis, cuaca, atau kesiapan operasi memerlukan penyesuaian.

Wahana tersebut akan menempuh perjalanan antariksa menuju Mars sebelum memulai fase penelitian terhadap kedua bulannya.

2027: Tiba di Mars dan Memulai Pengamatan

Setelah tiba di wilayah Mars pada 2027, MMX akan memulai survei terhadap Phobos dan Deimos. Pengamatan terperinci akan membantu tim memahami bentuk permukaan, karakteristik material, dan kondisi lingkungan kedua satelit tersebut.

Data dari tahap ini juga akan membantu menentukan lokasi dan strategi pengambilan sampel.

Akhir 2028: Pengambilan Sampel Phobos

NASA menyebut pengumpulan sampel Phobos direncanakan tidak lebih awal dari Desember 2028. Operasi tersebut merupakan salah satu bagian paling penting dari misi karena material yang dikumpulkan akan menjadi bahan penelitian langsung setelah kembali ke Bumi.

Pengambilan sampel di benda langit dengan gravitasi rendah memerlukan perencanaan teknis yang cermat agar wahana dapat melakukan kontak dengan permukaan dan menyelesaikan operasi sesuai rencana.

2031: Sampel Ditargetkan Kembali ke Bumi

Sampel Phobos ditargetkan tiba di Bumi pada 2031. Jika berhasil, material tersebut akan memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk meneliti bulan Mars menggunakan instrumen laboratorium yang lebih beragam dan sensitif.

Analisis ini berpotensi membantu menjawab pertanyaan tentang asal-usul Phobos, pembentukan Mars, dan evolusi tata surya bagian dalam.

Mengapa Penelitian Bulan Mars Penting bagi Ilmu Pengetahuan?

Memahami Phobos dan Deimos tidak hanya berkaitan dengan sejarah dua satelit alami. Penelitian tersebut juga dapat memberikan petunjuk tentang proses pembentukan planet, penyebaran material di tata surya, dan kondisi awal yang membentuk lingkungan planet-planet berbatu.

Jika kedua bulan merupakan asteroid yang tertangkap gravitasi Mars, komposisinya dapat membantu menjelaskan material yang tersedia di tata surya awal. Sebaliknya, jika keduanya terbentuk dari puing-puing tumbukan, penelitian akan memberikan informasi tentang peristiwa besar yang pernah memengaruhi Mars.

Petunjuk tentang Air dan Material Organik

Sejumlah unsur dan mineral yang ditemukan dalam sampel dapat membantu ilmuwan memahami distribusi material yang penting dalam evolusi planet. Air dan senyawa organik merupakan bagian dari pertanyaan ilmiah yang lebih luas mengenai bagaimana bahan-bahan pendukung kehidupan tersebar di tata surya.

Namun, penemuan material tertentu pada Phobos tidak dengan sendirinya membuktikan adanya kehidupan. Temuan tersebut harus ditafsirkan melalui analisis kimia, konteks geologi, dan perbandingan dengan material dari benda langit lain.

Mempersiapkan Eksplorasi Mars di Masa Depan

Teknologi yang diuji dalam misi MMX juga dapat membantu pengembangan kemampuan eksplorasi antariksa di masa depan. Operasi di sekitar bulan Mars memerlukan navigasi presisi, komunikasi jarak jauh, pengambilan sampel, dan pengelolaan wahana dalam lingkungan gravitasi rendah.

Pengalaman tersebut dapat memperluas pengetahuan tentang cara menjalankan misi robotik di sekitar benda langit kecil. Pengetahuan ini berpotensi mendukung rancangan misi berikutnya yang memerlukan operasi lebih kompleks di sistem Mars.

Kesimpulan: MMX Jadi Langkah Penting Mengungkap Sejarah Mars

Kolaborasi NASA dan JAXA melalui misi MMX merupakan upaya penting untuk memahami asal-usul Phobos dan Deimos. Dengan instrumen MEGANE, teknologi pengambilan sampel, dan dukungan komunikasi, NASA membantu memperkuat kemampuan ilmiah misi yang dipimpin Jepang tersebut.

Wahana MMX dijadwalkan meluncur pada Oktober 2026, tiba di Mars pada 2027, melakukan pengambilan sampel Phobos paling cepat pada akhir 2028, dan mengembalikan material ke Bumi pada 2031.

Jika seluruh tahapan berhasil, sampel tersebut dapat memberikan bukti baru untuk menguji teori pembentukan bulan Mars dan memahami sejarah awal tata surya. Bagi ilmu pengetahuan, hasilnya bukan sekadar penelitian terhadap dua satelit kecil, melainkan peluang untuk memperluas pemahaman tentang bagaimana planet dan benda langit di sekitarnya terbentuk dan berevolusi.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *