Pada pengumuman BI Red Rabu lalu, Gubernur Bank Indonesia Peri Wargio menjelaskan keputusan menaikkan BI rate dari 4,75% menjadi 5,25% telah melalui pembahasan yang mendalam dan terukur dalam rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Peri menyebut kenaikan BI Rate dan penguatan instrumen sekuritas rupiah Bank Indonesia atau SRBI diharapkan mampu menarik aliran modal asing masuk ke pasar keuangan domestik sehingga dapat menopang stabilitas nilai tukar rupiah. Bank Indonesia pun meyakini nilai tukar rupiah akan mulai stabil pada Juni 2026
dan cenderung menguat pada Juli hingga Agustus 2026. Dengan berkurangnya permintaan balas dalam negeri di bulan Juni, kenapa kami meyakini ini akan stabil di bulan Juni dan akan cenderung menguat pada bulan Juli dan Agustus? Kalau kita melihat history itu memang ee ee rupiah itu ee mendapat tekanan April, Mei, Juni, tapi akan menguat di bulan Juli dan Agustus. Di Makassar, Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menyebut, pergerakan rupiah tidak hanya dipengaruhi kebijakan suku bunga Bank Indonesia, tapi ada
berbagai risiko global dan sentimen pasar internasional, antara lain konflik geopolitik Timur Tengah, penilaian lembaga pemeringkat internasional seperti SNP dan Mudis hingga potensi penurunan bobot Indonesia dalam indeks MSCI menjadi faktor yang saat ini turut menekan pergerakan rupiah. Namun menurutnya secara teoritis nilai tukar rupiah seharusnya masih bisa berada di level di bawah 17.000 per dolar Amerika Serikat. Karena itu, ia menegaskan kebijakan naiknya Bed tidak bisa berdiri sendiri, tapi tetap
memerlukan dukungan kebijakan pemerintah dan otoritas keuangan lainnya. Saya sama, hitungan saya juga sama. Itu mestinya rupiahnya di bawah 1.000. Tapi kan rupiah ini kan tidak di ruang hampa ya. ini kan dia ada faktor lain lagi ada Timur Tengah ada SN ada mudis ya sedang menunggu ada MSCI sedang ditunggu gitu ya apakah keputusannya kita di di waiting kita diturunkan yang probabilitynya lebih tinggi dibandingkan kita diturunkan frontier market gitu ya. Nah, itu yang mungkin lagi di ee yang akan juga turut
mempengaruhi. Jadi kebijakan B ini tidak berdiri sendirian loh. Selain itu, masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian dolar secara spekulatif agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar. Di tengah kondisi ini, Joshua masih optimistis. Setidaknya rupiah terjaga di bawah level 17.500 per dolar Amerika Serikat. Tim liputan CNN Indonesia. H

Komentar