Bisnis
Beranda / Bisnis / Lagi-Lagi Rupiah Anjlok, Purbaya: Fundamentalnya Sangat Mulia, Sayang Tidak Masuk Akal

Lagi-Lagi Rupiah Anjlok, Purbaya: Fundamentalnya Sangat Mulia, Sayang Tidak Masuk Akal

Ini terjadi ketika fundamentalnya bagus sebetulnya enggak masuk akal. Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan nyaris menyentuh level Rp17.900 per AS. Berdasarkan pantauan Kompas.com pada Kamis 28 Mei 2026, kurs rupiah di Pasar Spot mencapai 17.873,5 per AS. Rupiah melemah sebesar 72,5 poin atau setara 0,41% pada pukul 11 lebi 23 waktu Indonesia Barat. Menteri Keuangan RI Purupaya Yudi Sadewa menilai [musik] kondisi ini tidak masuk akal. Sebab menurutnya pelemahan mata uang biasanya terjadi saat ada

gangguan pada fundamental ekonomi. Hal itu disampaikan Purbaya di kawasan Masjid Salahuddin, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak pada Rabu, 27 Mei 2026. Ini terjadi ketika fundamentalnya bagus sebetulnya enggak masuk akal. Melemah itu kalau ada gangguan di sana. Saat ditanya mengenai rupiah yang nyaris tembus Rp17.900 itu, Purupaya juga sempat mengaku stres. [musik] Meski demikian, pemerintah berjanji akan menyiapkan langkah lanjutan untuk membantu penguatan rupiah. Ya, saya stres. [tertawa]

Stres tes terbaru enggak, Pak? Enggak. Kita sudah hitung pada waktu pada waktu simulasi 100 per barel itu asumsi rupianya juga sudah kita perhitungkan. Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya. Tapi gini ee walaupun lebih melemahkan B yieldnya turun karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di apa di bendahara untuk sedikit membeli supaya yeldnya agak terkendali. Jadi selama bon market terkendali, kemampuan investor untuk asing ya utamanya untuk melakukan investasi dan domestik juga di bon kita

akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat alhan masuk e modal asing ke pasar pasar obligasi kita dan ke depan akan ada tindakan pemental lagi yang akan membantu nilai tekor rupiah dengan lebih signifikan. Sebagi informasi, pelemahan rupiah masih berlanjut setelah sehari sebelumnya. Pada Rabu, [musik] 27 Mei 2026, nilai tukar rupiah di pasar spot turun 0,03% ke level R7.801 per AS. SIF Analis Do Financial Future Rukman Leong menilai rupiah masih berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Menurutnya, penguatan dolar AS

terjadi setelah pemerintah Amerika Serikat melancarkan serangan [musik] ke Iran. Kondisi itu membuat harapan terhadap perdamaian di Timur Tengah menjadi semakin rumit. Dari dalam negeri, rupiah juga masih tertekan oleh sentimen negatif pasar. Mulai dari pelemahan pasar saham hingga kepercayaan investor yang dinilai belum sepenuhnya pulih. [musik] [lonceng]

Lengkapnya Jejak Luke Mahony: Mengapa Prabowo Restui WNA Jadi Bos PT DSI, Mengurus Ekspor SDA Satu Pintu Saja

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *