Nasional
Beranda / Nasional / Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuki Hari Kelima, Petugas Terapkan Metode Injeksi untuk Padamkan Api

Kebakaran TPA Jatiwaringin Masuki Hari Kelima, Petugas Terapkan Metode Injeksi untuk Padamkan Api

Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten Dok. Seputarmedia.id/Anas Ibrahim
Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten Dok. Seputarmedia.id/Anas Ibrahim

Kabupaten Tangerang – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih terus dilakukan hingga memasuki hari kelima. Tim gabungan menerapkan berbagai strategi untuk mengatasi titik api yang masih membara, termasuk penggunaan metode injeksi air ke dalam timbunan sampah.

Metode tersebut dipilih karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga menyala di bagian dalam tumpukan sampah sehingga lebih sulit dipadamkan dengan penyiraman biasa.

Metode Injeksi Dinilai Lebih Efektif

Metode injeksi dilakukan dengan memasukkan pipa ke dalam area yang masih menyimpan bara api, kemudian mengalirkan air langsung ke titik panas di bawah permukaan.

Teknik ini dinilai lebih efektif dibanding penyemprotan dari atas karena mampu menjangkau sumber panas yang tersembunyi di dalam timbunan sampah. Dengan demikian, risiko api kembali menyala dapat diminimalkan.

Bara Api Sulit Dipadamkan

Karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran biasa. Material sampah yang terus mengalami proses pembusukan menghasilkan gas dan panas sehingga bara api dapat bertahan dalam waktu lama.

Tim SAR Temukan Jenazah Anggota Polres Katingan Saat Operasi Pemberantasan Narkoba di Sungai Katingan

Kondisi tersebut menyebabkan petugas harus bekerja lebih hati-hati karena api dapat muncul kembali meski bagian permukaan terlihat sudah padam.

Tim Gabungan Dikerahkan

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, TNI, Polri hingga pemerintah daerah.

Selain mengandalkan mobil pemadam, proses penanganan juga didukung alat berat untuk membuka akses menuju titik api dan memisahkan tumpukan sampah agar proses pendinginan lebih maksimal.

Dukungan Water Bombing

Selain penanganan dari darat, helikopter water bombing turut dikerahkan untuk membantu mengurangi intensitas kebakaran pada area yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pengendalian kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari.

Mendagri Instruksikan Kepala Daerah Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Fenomena El Nino

Karakteristik Kebakaran TPA Mirip Lahan Gambut

Petugas menyebut karakter kebakaran di TPA memiliki kemiripan dengan kebakaran lahan gambut. Api dapat terus menyala di bawah permukaan meski bagian luar terlihat padam.

Karena itu, pemadaman memerlukan teknik khusus agar air dapat mencapai sumber panas yang tersembunyi di dalam timbunan sampah. Kondisi ini juga membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dibanding kebakaran pada umumnya.

Potensi Risiko Lingkungan

Selain menghasilkan asap pekat yang mengganggu aktivitas masyarakat sekitar, kebakaran di TPA juga berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan meningkatkan risiko ledakan akibat akumulasi gas metana yang terbentuk dari proses pembusukan sampah.

Oleh karena itu, petugas terus melakukan pemantauan terhadap titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Upaya Penanganan Terus Berlanjut

Pemerintah bersama tim gabungan berkomitmen mempercepat proses pemadaman hingga seluruh titik api benar-benar padam. Berbagai metode diterapkan secara bersamaan, mulai dari injeksi air, water bombing, penggunaan alat berat, hingga pemantauan kondisi cuaca sebagai bagian dari strategi penanganan kebakaran.

Bupati Langkat Syah Afandin Resmi Jadi Tersangka Korupsi, KPK Sita Uang dan Aset Bernilai Miliaran Rupiah

Dengan langkah tersebut, diharapkan kebakaran di TPA Jatiwaringin dapat segera terkendali sehingga dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *