Beranda / Bisnis / Keadaan Big Caps & Energi Dilego Ancur IHSG Anjlok Ke Area Bereum

Keadaan Big Caps & Energi Dilego Ancur IHSG Anjlok Ke Area Bereum

pergerakan dari IHSG hari ini di mana yang memang masih belum benar-benar stabil ya Sherly. IHSG ini masih ditutup di zona merah melemah kurang lebih 0,03% ke level 7.621.38 dan tidak hanya di sesi kedua, tetapi memang sudah ada pelemahan di sesi pertama tetapi memang tidak kembali ke level 7.500-an ya. Jadi masih bertahan di level 7.600-an. Nah, kalau misalkan dari sentimen sendiri Sherli melihatnya seperti apa? Kita mulai dari global dulu yang memang di mana ketahui YG ini ya volatil masih belum benar-benar e stabil

seperti itu. Nah, ini memang sentimennya masih cukup abu-abu ya. Memang kalau tadi pagi ini menguat karena memang ada harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran di mana Presiden Donald Trump ini sempat menyebut konfliknya sudah mendekati akhir atau hampir beres dan Iran disebut juga akan membuka peluang untuk kesepakatan kesepakatan dengan Amerika Serikat. Tapi Savinas di sisi lain ini juga e market juga masih menahan diri ya, karena sampai saat ini belum ada agenda resmi atau kejelasan

negosiasi antara Amerika Serikat, Iran, dan lain-lain. Dan optimisme ini memangnya ee masih bergantung sama headline-hadline yang saat ini ee bertebaran seperti itu dan memang belum didukung oleh fakta yang benar-benar kuat atau belum mendapatkan kepastian. Lalu juga masih dari ee global Savinas. Kalau kita memang lihat kondisi di lapangan ya ada dinamika konflik yang masih terjadi ya di mana ada angkatan laut Amerika Serikat bahkan ini dilaporkan telah mencegat kapal tanker sejak blokade dimulai. itu kan akhirnya

menambah tuh bumbu-bumbu percikan lagi. Jadi semakin berkobar lagi, semakin panas lagi seperti itu. Artinya memang untuk resiko terhadap pasukan energi global ini masih mungkin terjadi seperti itu dan apalagi slat hormus sampai saat ini masih ditutup dan kita juga belum tahu nih kapan sih sebenarnya bakal dibuka atau at least meredam deh seperti itu. Nah, kalau itu kan dari global ya, ada juga yang tadi sempat kita sudah spill-spill nih di awal nih dari IMF. Nah, IMF ini juga sudah memulai memberikan terkait dengan sinyal

perlambatan ekonomi global di mana pertumbuhan dunia ini diproyeksi di 3,1% pada 2026 dan mungkin ya dalam skenario terburuk ini bisa turun hingga 2% jika konflik terus berlanjut dan masih mengganggu energi global. Namun di saat yang sama juga ada resiko inflasi global dan juga turut meningkat karena harga energi yang masih tinggi dan ini membuat arah suku bunga global jadi semakin sulit diprediksi lagi. Dan akhirnya tekanan global ini tentu saja tidak hanya di global saja dirasakan, namun juga masuk ke dalam negeri. Terlihat

Halah Gk Danta Bawa IHSG Makin Makin ke Level Kejiwaan 8.000-an, Seorang Ramai Menunggu Keadaan Sekarang

dari pergerakan Yasgari ini masih bergerak naik turun naik turun lagi di mana saham-saham berbobot besar. tadi juga Big Caps itu dari awal sebenarnya memerah baru akhirnya ee hijau nih pada penutupan di sesi kedua. Lalu juga di saat yang sama nilai tukar rupiah juga masih bergerak volatil atau masih berfluktuatif dengan memang kecenderungan ee melemah ya untuk saat ini setelah sebelumnya ee menyentuh level terlemah sepanjang sejarah. Dan kondisi ini Syafinas memang akhirnya menunjukkan bahwa investor masih melihat

resiko yang cukup tinggi terutama terkait tidak ketidakpastian global dan juga harga energi seperti itu. Oke. Nah, itu dia tadi dari ee luar negeri. Nah, kalau misalkan dari dalam negeri kan kita ada rilis tentang utang luar negeri Indonesia yang tetap terkendali. Nah, bagaimana nih melihat hal ini? Kalau misalnya kita terkait dengan utang luar negeri ini sebenarnya masih terjaga ya di kisaran 437.9 9,9 miliar US dollar dengan pertumbuhannya di 2,5% secara tahunan. itu dari data yang ee berhasil kami himpun seperti itu. Ee

selain dari utang luar negeri juga di pasar obligasi ini yield SBN 10 tahun juga turun nih ke 6,583% atau memang ee harga obligasi ini masih naik dan masih menjadi atau ee menarik para investor seperti itu. Nah, tapi secara keseluruhan memang di tengah tekanan global kepercayaan investor terhadap Indonesia juga masih terlihat. Jadi masih ada terutama terhadap prospek-prospek pertumbuhan dan disiplin fiskal. IMF juga bakal menyebut Indonesia sebagai titik terang dengan proyeksi pertumbuhan di kisaran 5% dan

inflasinya juga masih terjaga. Savina masih terjaga. Baik. Nah, kalau kita lihat em untuk IHSG memang sekali lagi kita informasikan mungkin ke depannya IHSG dan Rupiah ini masih ee cukup tertekan karena adanya fluktuatif dan juga adanya kecenderungan ee kehati-hatian dari para investor atau dalam kata lain investor masih weight and se melihat sampai ada kata damai dari Amerika Serikat ataupun Iran itulah yang akan dinanti. Tapi ulasan kami hari ini kami kembalikan lagi kepada Anda pemirsa kita tidak menyarankan untuk

membeli atau menjual. Semua keputusan kembali kepada Anda. Terima kasih Sherli atas ulasannya.

Harga Emas Melsat Terus Menerus Mencapai Perang AS-Iran Hajar Asia

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *