Dalam tayangan ini, pembawa acara membahas safari politik Jokowi di Lampung bersama narasumber Ujang Komarudin, Direktur Eksekutif Literasi Politik Indonesia, dan Fredy Alex Dabadik, Sekjen Projo. Diskusi menyoroti langkah politik Jokowi yang dilakukan tiga tahun menjelang Pemilu 2029. Ujang Komarudin mengamati bahwa safari ini merupakan bagian dari persiapan dini para tokoh dan partai politik untuk mulai merebut hati rakyat, mengingat kondisi politik nasional mulai menghangat.
Ujang menilai bahwa Jokowi memiliki kepentingan besar dalam membesarkan PSI, terutama karena ketua umumnya adalah putra beliau, Kaesang Pangarep. Menurut Ujang, PSI dipandang sebagai masa depan kendaraan politik bagi Jokowi dan keluarganya, mengingat ia tidak memiliki kendali penuh di partai lain seperti PDIP. Oleh karena itu, Jokowi perlu terus mensosialisasikan PSI agar siap untuk bertarung di pemilu mendatang.
Menanggapi hal tersebut, Fredy Alex Dabadik dari Projo menjelaskan bahwa kehadiran Jokowi di Lampung adalah untuk memenuhi undangan dari pihak relawan dan PSI. Ia mengakui bahwa kehadiran tersebut memang merupakan bentuk konsolidasi politik, namun ia menekankan bahwa agenda tersebut adalah rangkaian silaturahmi dengan berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat dan masyarakat adat. Projo melihat ini sebagai langkah Jokowi dalam menjaga kedekatan emosional dengan akar rumput.
Ujang kembali menambahkan bahwa pengaruh Jokowi masih sangat kuat sebagai figur yang telah menjabat selama dua periode. Ia menegaskan bahwa meskipun Jokowi kini adalah warga negara biasa, jasanya selama 10 tahun memimpin masih memberikan pengaruh elektoral yang dibutuhkan PSI untuk mendongkrak popularitas partai. Ujang juga menyinggung bahwa partai politik pada dasarnya memang dibentuk untuk merebut kekuasaan, sehingga langkah mendorong tokoh-tokoh dekat atau partai tertentu adalah hal yang lumrah dalam demokrasi.
Di akhir diskusi, Fredy menegaskan kembali bahwa hingga saat ini, arahan utama Jokowi kepada relawan Projo adalah untuk tetap mendukung serta mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menekankan bahwa fokus utama Jokowi bukanlah politik elektoral jangka pendek, melainkan menjaga kedekatan emosional dengan masyarakat, yang pada akhirnya akan menjadi kekuatan politik yang dapat digerakkan di masa depan.

Komentar