Sains
Home / Sains / Fosil Nanotyrannus Langka Dipamerkan di New York, Harga Lelang Diperkirakan Tembus US$9 Juta

Fosil Nanotyrannus Langka Dipamerkan di New York, Harga Lelang Diperkirakan Tembus US$9 Juta

Foto Dari apnews.com
Foto Dari apnews.com

JAKARTA, INDONESIA — Fosil dinosaurus langka yang dikenal sebagai Nanotyrannus kini dipamerkan di kantor rumah lelang Sotheby’s di Manhattan, New York, Amerika Serikat, menjelang pelelangan yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Spesimen bernama “Jodi” itu diperkirakan terjual dengan harga antara US$6 juta hingga US$9 juta.

Sekilas, kerangka tersebut menyerupai Tyrannosaurus rex atau T. rex berukuran kecil. Namun, bentuk lengan dan kakinya yang lebih panjang serta tubuhnya yang ramping menunjukkan bahwa fosil tersebut berasal dari kerabat T. rex yang berbeda.

Fosil ini memiliki tinggi sekitar 2 meter dan panjang hampir 6 meter. Sotheby’s menyebutnya sebagai salah satu kerangka Nanotyrannus paling lengkap yang tersedia saat ini. Spesimen tersebut diperkirakan memiliki tingkat kelengkapan hampir 70 persen, termasuk tengkorak yang hampir utuh dan rahang dengan puluhan gigi tajam.

Nanotyrannus, Predator yang Berbeda dari T. rex

Nanotyrannus merupakan dinosaurus predator dari periode Kapur Akhir, sekitar 67 juta tahun lalu. Keberadaannya menjadi perhatian ilmuwan karena selama beberapa dekade, para peneliti memperdebatkan apakah fosil yang dikaitkan dengan Nanotyrannus benar-benar berasal dari spesies tersendiri atau hanya T. rex yang masih muda.

Penelitian Mengubah Pemahaman tentang Dinosaurus Predator

Perdebatan ilmiah tersebut berlangsung selama puluhan tahun, dimulai dari penemuan tengkorak yang dikenal sebagai “Cleveland Skull” pada 1942. Fosil itu kini disimpan di Cleveland Museum of Natural History.

Ekonomi & Kebijakan Publik: Dorong Inklusi Keuangan 99 Persen, Pemerintah Siapkan Program Rekening Gratis Bersaldo Awal Rp50 Ribu untuk 25 Juta Warga

Penelitian yang dipublikasikan pada Oktober 2025 menyimpulkan bahwa Nanotyrannus merupakan genus tersendiri, bukan individu T. rex yang belum dewasa. Para peneliti menganalisis pola pertumbuhan pada tulang yang terawetkan dan menemukan bukti bahwa dinosaurus tersebut telah mencapai tahap dewasa.

Temuan itu memperluas pemahaman tentang ekosistem pada akhir periode Kapur. T. rex ternyata bukan satu-satunya predator besar yang hidup di lingkungannya, dan beberapa spesies predator kemungkinan menempati peran berbeda dalam rantai makanan.

Perbedaan Ukuran, Lengan, dan Gigi

Nanotyrannus dewasa diperkirakan memiliki panjang sekitar 5,5 meter, atau kurang lebih setengah panjang T. rex dewasa. Tubuhnya lebih ramping, sementara lengan depannya lebih panjang dan cakarnya relatif lebih besar.

Giginya juga cenderung lebih tipis dan menyerupai bilah dibandingkan gigi T. rex yang tebal dan kuat. Perbedaan tersebut mendukung dugaan bahwa kedua predator berburu mangsa dengan cara dan strategi berbeda.

Cassandra Hatton, kepala bidang sains dan sejarah alam Sotheby’s, menggambarkan hubungan keduanya seperti singa dan cheetah: sama-sama predator, tetapi memiliki karakteristik dan kemungkinan sasaran mangsa yang berbeda.

Pasar Modal & Investasi: Aksi Danantara Borong Saham BUMN Jadi Katalis Positif, IHSG Berhasil Rebound dari Tekanan Sentimen MSCI

Fosil “Jodi” Ditemukan di Montana pada 2019

Spesimen yang akan dilelang tersebut dinamai “Jodi” untuk menghormati Jodi Pierson, seorang peternak di Montana yang menemukan fosil itu di lahannya pada 2019.

Penemuan Fosil Pernah Ditampilkan dalam Serial Dokumenter

Proses penemuan dan penggalian fosil Jodi menjadi bagian dari serial dokumenter Discovery Channel, Dino Hunters, pada 2020. Penemuan tersebut menambah perhatian terhadap fosil Nanotyrannus yang jumlahnya sangat terbatas.

Menurut laporan Associated Press, hanya tiga kerangka Nanotyrannus yang diketahui. Salah satunya adalah spesimen yang dikenal sebagai “Bloody Mary”, yang ditemukan bersama fosil Triceratops dan kini berada di North Carolina Museum of Natural Sciences. Kerangka Nanotyrannus lainnya disimpan di Burpee Museum of Natural History, Illinois.

Kelangkaan tersebut membuat fosil Jodi menjadi objek penting bagi kolektor dan pihak yang tertarik pada sejarah kehidupan purba.

Lelang Fosil Dinosaurus Memicu Perdebatan Ilmiah

Pelelangan Jodi juga menghidupkan kembali perdebatan mengenai kepemilikan fosil penting. Sebagian pihak menilai penjualan kepada kolektor pribadi dapat membantu mendanai penemuan dan penggalian baru. Namun, sejumlah ilmuwan khawatir fosil bernilai ilmiah tinggi dapat hilang dari akses publik apabila dibeli oleh pihak swasta.

Ekonomi & Perbankan: Kredit Korporasi Tembus Rp700 Triliun, Bank Mandiri Perkuat Komitmen Pembiayaan Ekosistem Usaha Produktif dan UMKM

Ilmuwan Menginginkan Fosil Penting Tetap Bisa Diteliti

Society of Vertebrate Paleontology, organisasi yang mewakili ilmuwan dan peneliti vertebrata purba, mendorong agar fosil penting disimpan di museum atau lembaga penelitian. Menurut organisasi tersebut, akses publik dan akses ilmiah diperlukan agar spesimen dapat dipelajari, ditinjau ulang, dan dimanfaatkan untuk pendidikan.

Stuart Sumida, presiden organisasi tersebut sekaligus profesor biologi di California State University, San Bernardino, mengkritik penjualan fosil ilmiah penting kepada kolektor pribadi. Ia memperingatkan bahwa spesimen yang tidak tersedia untuk penelitian publik dapat membatasi peluang ilmuwan dan generasi mendatang untuk mempelajarinya.

Sotheby’s Membela Peran Penggali Fosil Swasta

Sotheby’s mengambil pandangan berbeda. Hatton berpendapat bahwa penggali fosil swasta berperan penting dalam menemukan dan melestarikan spesimen yang mungkin tidak akan ditemukan tanpa investasi mereka.

Perdebatan ini mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam paleontologi: bagaimana menyeimbangkan biaya penemuan dan konservasi fosil dengan kebutuhan untuk memastikan spesimen penting tetap tersedia bagi penelitian ilmiah dan pendidikan publik.

Berapa Harga Fosil Nanotyrannus Jodi?

Sotheby’s memperkirakan fosil Jodi akan terjual antara US$6 juta dan US$9 juta dalam lelang pada 27 Oktober 2026. Nilai tersebut mencerminkan kelangkaan spesimen, tingkat kelengkapannya, dan besarnya minat terhadap fosil dinosaurus.

Harga perkiraan itu bukan harga jual final. Nilai akhirnya baru dapat diketahui setelah proses lelang berlangsung dan hasil resmi diumumkan.

Lelang ini juga berlangsung setelah Sotheby’s menjual fosil T. rex dengan harga rekor US$50,1 juta pada musim panas 2026, menurut laporan Associated Press. Penjualan tersebut memperlihatkan besarnya pasar kolektor untuk fosil dinosaurus yang langka.

Fosil Jodi kini menjadi salah satu spesimen yang paling menarik perhatian menjelang pelelangan. Selain nilai komersialnya, fosil tersebut mengangkat pertanyaan penting mengenai evolusi predator purba, keragaman dinosaurus pada periode Kapur, serta siapa yang seharusnya memiliki dan mengelola warisan ilmiah semacam ini.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *