Sains
Home / Sains / Fenomena Kelangkaan Alam Semesta: Astronom Berhasil Menemukan Bintang Berwarna Hijau Pertama

Fenomena Kelangkaan Alam Semesta: Astronom Berhasil Menemukan Bintang Berwarna Hijau Pertama

A representation of the green star. Courtesy Mark A. Garlick/University of Warwick
A representation of the green star. Courtesy Mark A. Garlick/University of Warwick

WASHINGTON D.C. — Dalam dunia astronomi, bintang secara alami memancarkan warna merah, kuning, biru, hingga putih tergantung pada suhu permukaannya. Namun, fenomena visual yang selama ini dianggap mustahil akhirnya terpecahkan: para astronom mengonfirmasi penemuan bintang pertama di alam semesta yang memancarkan pendaran warna hijau (chartreuse green) jika dilihat dengan mata telanjang manusia.

Laporan khusus dari CNN Science mengungkapkan bahwa penemuan bersejarah yang dipimpin oleh tim ilmuwan dari University of Warwick ini berfokus pada bintang katai putih (white dwarf) bernama WD J1330+6435, yang berjarak sekitar 280 tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Draco.

Mekanisme Ilmiah di Balik Pendaran Warna Hijau

1. Menelan Sisa-Sisa Hancuran Planet Senjata Utama

Secara teori fisika bintang, sebuah bintang tidak bisa memancarkan cahaya hijau murni karena spektrum radiasi benda hitam (blackbody radiation). Namun, bintang katai putih mati ini mengalami fenomena kanibalisme kosmik: atmosfernya “menelan” atau menyerap material padat yang kaya akan natrium, kalsium, dan litium dari hancuran planet-planet batu yang mengorbit di sekitarnya.

2. Penyerapan Spektrum Cahaya oleh Natrium Padat

Kandungan natrium yang sangat padat di lapisan atmosfer luar bintang tersebut bertindak sebagai filter alami yang menyerap spektrum cahaya warna kuning, oranye, hingga merah. Efek penyaringan ini menyisakan pendaran gelombang cahaya hijau (chartreuse green) yang unik bagi pengamat di Bumi.

“Secara konvensional bintang tidak bisa tampak hijau. Namun, pencemaran material planet hancur pada atmosfer katai putih ini mengubah mekanisme penyebaran cahaya dan menghasilkan rona hijau alami pertama yang terdeteksi,” jelas tim peneliti dalam publikasi resminya.

Karakteristik Bintang Katai Putih WD J1330+6435

Penelitian mendalam menggunakan pemodelan komputer presisi tinggi mengungkap sejumlah data fisik dari bintang hijau langka ini:

Sains & Keanekaragaman Hayati: Fenomena Evolusi Cepat, Warna Bulu Burung Hantu Serak Jawa di Swiss Berubah Menjadi Kemerahan dalam 30 Tahun

  • Ukuran dan Massa: Bintang mati ini telah menyusut hingga ukurannya hanya seukuran Planet Bumi, tetapi memiliki kepadatan massa yang sangat tinggi.

  • Suhu Permukaan: Katai putih ini memiliki estimasi suhu permukaan sekitar 4.000 derajat Celsius, kondisi yang ideal bagi interaksi kimia natrium dalam memancarkan spektrum hijau.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *