Kenaikan suku bunga acuan B Indonesia atau Bay Rate menjadi 5,25% mulai mendorong perbankan mencari sumber pendapatan baru di luar bunga kredit. Sejumlah bank ini semakin fokus meningkatkan pendapatan berbasis komisi atau feased income. SMBC Indonesia menjadi salah satu bank yang agresif mendorong strategi tersebut. Direktur Utama PT Bank SMBC Indonesia Tbk Heno Munandar mengatakan bank tidak bisa terus bergantung pada keuntungan marin bunga atau NIM. Menurutnya, kenaikan suku bunga berisiko menurunkan minat masyarakat mengambil
kredit. Karena itu, SMBC kini memperkuat pendapatan dari layanan transaksi nasabah hingga layanan lindung nilai atau hedging. Salah satu pendorongnya berasal dari pertumbuhan transaksi digital melalui aplikasi Genius. Selain SMBC, Hanaban Indonesia juga mulai fokus memperbesar bisnis wealth management dan remitansi. Direktur branch Business Hanabank, Henri Setiawan menyebut tekanan ekonomi global membuat bank harus mendiversifikasi sumber pendapatan. Sementara itu, BCA mencatat pendapatan selain bunga tumbuh lebih dari 14% pada
kuartal pertama 2026. Perbankan berharap strategi memperbesar vbased income dapat menjaga profitabilitas di tengah tekanan kenaikan suku bunga dan perlambatan kredit. Keputusan bisnis terbaik datang dari data bukan tebakan. Mudah berlangganan bisnis insight dengan subscribe with Google. Download aplikasi kontan sekarang di App Store atau Play Store.

Komentar