TOKYO — Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (Japan Aerospace Exploration Agency/JAXA) bersama mitra antariksa internasional meluncurkan misi ambisius Martian Moons eXploration (MMX) menuju planet Merah. Misi ini bertujuan untuk meneliti dua satelit alami (bulan) misterius yang mengorbit Mars, yakni Phobos dan Deimos, sekaligus membawa pulang sampel materi pertama dari Phobos kembali ke Bumi.
Laporan dari portal sains Phys.org mencatat bahwa misi MMX mengemban misi sejarah sebagai upaya pertama dalam sains antariksa modern untuk mengambil dan membawa sampel batuan fisik secara langsung dari sistem ekosistem Mars.
Misi Utama dan Teori Asal-usul Satelit Alami Mars
1. Menjawab Teori Pembentukan Phobos dan Deimos
Hingga kini, komunitas astronom dunia masih memperdebatkan asal-usul keberadaan Phobos dan Deimos. Dua hipotesis utama yang berkembang meliputi:
-
Asteroid Terperangkap (Captured Asteroids): Dua bulan tersebut merupakan asteroid liar yang terperangkap oleh gaya gravitasi Mars miliaran tahun lalu.
-
Dampak Tabrakan Raksasa (Giant Impact): Hasil tumbukan benda langit raksasa dengan Mars muda yang melontarkan material batuan ke orbit hingga menyatu menjadi dua bulan.
2. Pengambilan Sampel Fisik Batuan Phobos
Menggunakan kombinasi bor khusus JAXA dan instrumen gas bertekanan tinggi buatan NASA, wahana MMX ditargetkan dapat mengumpulkan sedikitnya 10 gram sampel tanah dan batuan dari permukaan Phobos. Sampel ini diperkirakan juga mengandung sekitar 0,1% material lontaran (ejecta) asli dari permukaan planet Mars.
“Analisis laboratorium terhadap sampel batuan Phobos di Bumi pada tahun 2031 akan memberikan jawaban pasti mengenai asal-usul pembentukan bulan Mars serta evolusi awal air dan materi organik di tata surya,” pukas ulasan peneliti dari Phys.org.
Kolaborasi Global dan Rangkaian Peluncuran Wahana
Misi MMX merupakan bentuk kerja sama internasional skala besar yang melibatkan lembaga antariksa dunia seperti NASA (Amerika Serikat), CNES (Prancis), DLR (Jerman), dan ESA (Eropa):
-
Penerjunan Rover Idefix: Sebelum pendaratan utama MMX, penjelajah mungil Idefix buatan Jerman-Prancis akan diterjunkan terlebih dahulu untuk menjelajahi permukaan Phobos yang bergravitasi sangat rendah.
-
Estimasi Waktu Perjalanan: Menggunakan roket peluncur H3, MMX diperkirakan memasuki orbit Mars pada Agustus 2027, meneliti Phobos dan Deimos selama tiga tahun, lalu membawa kapsul sampel kembali ke Bumi pada tahun 2031.
Comment