Indonesia
Beranda / Indonesia / DKI Jakarta Minta Pemilik Truk Bertanggung Jawab atas Kerusakan JPO Tendean Senilai Miliaran Rupiah

DKI Jakarta Minta Pemilik Truk Bertanggung Jawab atas Kerusakan JPO Tendean Senilai Miliaran Rupiah

Kondisi jembatan penyeberangan orang di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, nyaris roboh setelah tertabrak truk bermuatan alat berat, Selasa (14/7) Dok. (Seputarmedia.id/Reza Aditya )
Kondisi jembatan penyeberangan orang di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, nyaris roboh setelah tertabrak truk bermuatan alat berat, Selasa (14/7) Dok. (Seputarmedia.id/Reza Aditya )

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta pemilik truk yang terlibat dalam insiden robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean untuk bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan. Nilai kerusakan infrastruktur tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah dan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Pemprov DKI Evaluasi Kerugian dan Tanggung Jawab Perusahaan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah melakukan pendataan serta penghitungan total kerugian akibat rusaknya JPO Tendean. Selain menghitung biaya perbaikan, pemerintah juga mengkaji langkah hukum maupun mekanisme pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik kendaraan yang diduga menjadi penyebab insiden tersebut.

Perbaikan JPO Menjadi Prioritas

Pemprov menegaskan bahwa proses pembangunan kembali JPO harus segera dilakukan mengingat fasilitas tersebut berada di kawasan dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Pemerintah ingin memastikan akses penyeberangan pejalan kaki dapat kembali berfungsi secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan konstruksi.

Penilaian Kerusakan Masih Berlangsung

Tim teknis masih melakukan pemeriksaan terhadap kondisi struktur JPO untuk memastikan tingkat kerusakan secara menyeluruh. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan besaran biaya rehabilitasi maupun proses penagihan ganti rugi kepada pihak yang bertanggung jawab.

Pengawasan Kendaraan Angkutan Akan Diperketat

Sebagai tindak lanjut dari insiden tersebut, pemerintah bersama instansi terkait berencana memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang, khususnya yang melintasi jalur dengan pembatasan tinggi kendaraan. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Enam Wilayah Indonesia Hari Ini, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Fokus pada Keselamatan Infrastruktur Publik

Selain peningkatan pengawasan, pemerintah juga akan mengevaluasi kebutuhan pemasangan rambu pembatas ketinggian di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar JPO, flyover, dan underpass. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus melindungi aset publik dari potensi kerusakan akibat pelanggaran kendaraan angkutan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *