Ya, pemirsa, memasuki bulan April di tahun 2026 ini, Indonesia menghadapi dinamika geologi yang kemudian ini pantas atau juga patut tentunya untuk kita waspadai. Kami akan memperbincangkan hal tersebut bersama dengan Plt. Kepala Badan Geologi dari Kementerian ESDM, ada Ibu Lana Saria di sini. Selamat malam, Ibu Lana. Selamat malam. Apa kabar, Ibu? Baik, alhamdulillah. Baik, terima kasih sudah hadir di Apa Kabar Indonesia Malam secara langsung. Tentunya dengan segala e dinamika geologi yang saat ini
terjadi, Ibu tentunya kita semua juga turut memantau begitu ya. Ini dilihat pasca lebaran begitu ya, Bu ya. Gunung Api ataupun juga gunung-gunung yang kemudian ini ada di Indonesia, mana saja yang kemudian ini patut untuk diwaspadai dan juga aktivitas mereka sejauh ini seperti apa? Baik, Mbak. Eh secara umum kondisi aktivitas Gunung Api di Indonesia ini ee relatif ee stabil begitu ya, relatif terkendali. Namun ada dua gunung yang perlu kita perhatikan yaitu Gunung Merapi ee ee Gunung Merapi di Yogyakarta dan Gunung
Semeru di Jawa Timur. Oke. Keduanya menunjukkan aktivitas yang cukup aktif begitu dan ini memang berpotensi e bahaya seperti ee meningkatnya suhu awan dan juga ee luncuran lava dan lahar apabila dipuji hujan. Oke. Baik, Ibu tadi menyebut ada Merapi dan juga Semeru begitu Bu ya. Yang kemudian ini ee harus diwaspadai oleh masyarakat sekitar khususnya. Adakah lagi gunung-gunung yang kemudian ini mungkin di wilayah lain? Karena kita ketahui Indonesia ini terpaut e dari Sabang sampai Merauke begitu ya Bulan ya
yang juga harus ee kita pantau aktivitasnya, diantisipasi juga pergerakan dan juga ee update-nya setiap hari. Betul sekali. Eh kami juga mencermati ee peningkatan aktivitas ee di beberapa gunung api yang ada seperti Gunung Sorik Merapi di Sumatera Utara, Gunung Dempo di Sumatera Selatan, dan juga Gunung ee Selamet di Jawa Tengah serta Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat. Contohnya seperti Gunung Slamet ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi ee terhadap ee gempa vulkanik ee dan ini juga diiringi dengan peningkatan suhu ee
yang cukup tinggi dan kita juga ee tutup pendakian untuk ee Gunung Slamet dan kemudian juga berdasarkan semua ini tentunya kami juga berharap seluruh masyarakat ee bisa mentaati gitu ya ee rekomendasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan juga ee ee juga apa namanya mematuhi ee apa namanya hal-hal yang harus dipatuhi tidak beraktivitas di ee zona zona bahaya dan mengikuti juga informasi resmi ee yang diterbitkan oleh website kami yaitu Mahma Indonesia. Baik Buula. Nah, seperti yang kita ketahui dan juga tentunya kita ikuti
juga ini kan baru-baru ini terjadi aktivitas kegempan begitu ya di Kalimantan dan juga yang mengejutkan ini ada di laut Maluku begitu Bu Lana. Nah, kalau Anda sendiri memantau apakah ini juga semacam ada pergeseran pola gempa begitu ya di Indonesia seperti yang kita ketahui juga bahwa sebelumnya kerap sekali terjadi di area Jawa begitu Bu. Betul. Ee jadi terjadinya gempa di laut Maluku ini cukup sangat tinggi ya. ee ada di ee kekuatan gempa magnitudo 7,3. Dan hal ini menunjukkan bagaimana Indonesia ini benar-benar dilalui ee apa
ee aktivitas gunung khususnya dari aspek ee tektonik begitu. Sehingga ini juga membuat kita harusnya waspada. dan juga ada Mbak ee aktivitas gunung di Sintang Kalimantan ya. Di mana ee kita tidak pernah menyangka bahwa ee selama ini kita memahami bahwa Kalimantan adalah wilayah yang paling aman begitu ya. Paling aman dibandingkan wilayah lain. Oleh karenanya hal yang bisa kita pelajari di sini adalah bahwa kita tidak bisa menganggap suatu wilayah itu aman dari bencana. Namun ee dengan kejadian ini tentunya bukan berarti Indonesia
berada dalam keadaan yang lebih bahaya, tapi menuntut kita untuk e menghadapi begitu ya, kuat dan tangguh menghadapi risiko yang ada. Oke. Baik. Jadi, Bu, kalau tadi sempat disinggung juga ya oleh Bu Lana ini masyarakat harus waspada, harus berhati-hati. Apa yang seharusnya secara langsung begitu ya dilakukan oleh masyarakat Indonesia baik itu yang berada di area yang sangat berpotensi terjadi gempa maupun juga wilayah-wilayah yang tadi Bu Lana sudah sebutkan Bu. Baik. Ee jadi ee masyarakat hendaknya
juga ee apa namanya? peka ya terhadap ee beberapa kejadian ini bukan menjadi takut tetapi ee apabila terjadi goncangan yang hebat seperti itu ee yang perlu dilakukan mitigasi sederhana adalah melakukan evakuasi mandiri tanpa menunggu peringatan seperti yang terjadi ee atau seperti ee kejadian gempa-gempa lainnya. He. Baik. Selain itu juga sebagian wilayah Indonesia ini memasuki ee musim pancaroba begitu ya Bu Lana ya. ini ee pengaruh juga terhadap sejumlah wilayah dan kondisinya. Anda melihat ini
bagaimana masyarakat mengantisipasi ini baik itu ee dari aktivitas alamnya maupun juga untuk diri mereka sendiri, Bu. Iya. Jadi musim pancaroba ini ya dari musim kemarau ke musim hujan ee eh dari musim hujan ke musim kemarau ini ee bukan berarti ternyata ee hal yang tidak perlu ditakuti ya. justru e potensi longsor ini justru cukup tinggi ya. Oleh karena itu ee di sini perlu tentunya masyarakat juga ee peka begitu ya terhadap ee hal-hal yang ee misalnya melihat adanya gerakan ee ee apa namanya gerakan tanah atau juga lereng. Nah,
kenapa dikatakan longsor? Karena tanah di sini menyimpan air, menyimpan akumulasi air dari musim hujan sebelumnya. sehingga ini membuat lereng menjadi jenuh dan tidak stabil. Dan di masa di musim hujan yang seperti ini walaupun tadi dikatakan itu turun ya, peralihan dari musim kemarau eh dari musim hujan ke musim kemarau ini bukan tidak mungkin terjadi hujan yang cukup tinggi begitu. Hujan yang cukup tinggi dalam waktu yang singkat. Hal inilah menyebabkan atau berpotensi terjadinya longsor. Oleh karenanya ee yang perlu
dilakukan oleh masyarakat sebagai mitigasi sederhana tadi bahwa kita bisa melihat bahwa sekeliling kita drainasenya itu masih berfungsi dengan baik atau tidak. Begitu dan kemudian juga kita tidak bisa memotong lereng ee menena-mena atau sembarangan dan kemudian juga memastikan vegetasi itu tetap tumbuh. Begitu. Oleh karenanya ee juga tadi ee masyarakat perlu peka ya terhadap sekelilingnya begitu. Apakah terjadi ee apa retakan tanah ataukah ketidakstabilan pada leren. Kalau hal ini terjadi perlu dilakukan evakuasi
secara mandiri dan oleh karenanya mungkin ee apa yang terjadi bahwa ee dari musim hujan ke musim kemarau ini jangan dianggap sebagai sesuatu yang lebih aman begitu. tetapi potensi ee atau kewaspadaan kita terhadap longsor tetap harus kita jaga gitu. Oke. Baik, terima kasih sekali atas informasi lengkap yang kemudian ini sudah diberikan kepada kami. Tentunya ini juga bermanfaat sekali untuk masyarakat khususnya ee menjumpai begitu ya ataupun juga melihat bagaimana perubahan-perubahan cuaca di Indonesia.
Terima kasih sekali Ibu Lana telah bergabung bersama kami di Apa Kabar Indonesia.
Komentar